Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
Eps 70 ~ Rapat pemegang saham 2


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit akhirnya mereka sampai juga di perusahaannya Nelson Nel'Company.


"Nona kita sudah sampai." Ucap Willy kepada Nata.


"Baiklah." Jawab Nata.


Nata berjalan memasuki perusahaan dengan penuh wibawa, aura pemimpin terpancar jelas, ada beberapa yang menunduk hormat ketika berpaspasan dengan Nata, sedangkan Willy, ia memasang wajah datarnya dan itu terlihat begitu cool di mata para wanita.


Langsung saja menuju ke lantai dimana tempat di adakan rapat pemegang saham, Nata bersama Willy menjadi pusat perhatian.


Tok tok tok...


"Masuk." Ucap seseorang dari dalam.


__ADS_1


Keduanya langsung masuk, semua orang tercengang melihat siapa yang datang, mereka hanya mengetahui jika Willy adalah pemegang saham terbanyak, tapi Nelson sudah tahu jika Willy adalah asisten pribadi Nata.


"Selamat siang semua, mohon maaf jika kami terlambat." Ucap Willy mewakili Nata.


"Selamat siang tuan Willy." Jawab mereka sambil berdiri dari tempat duduk.


"Ehm, Saya rasa Sebelum rapat dimulai saya akan memperkenalkan seseorang." Ucap Willy yang tampak meminta semua orang yang berada di ruangan tersebut berpusat kepadanya.


"Langsung saja, ini adalah nona Natalia Chrisly, beliau adalah atasan saya, secara tidak langsung saham yang saya punya kemaren adalah milik beliau." Lanjut Willy tanpa berbasa-basi lagi.


Semua orang yang berada di ruangan tersebut tercengang, tidak dengan Nelson yang sudah mengetahui hal tersebut, gadis tersebut terlihat masih begitu muda, bagaimana bisa gadis tersebut memiliki saham yang jumlahnya tidak sedikit.


Mereka sebenarnya masih merasa tidak percaya jika gadis tersebut adalah pemegang saham terbesar di perusahaan, mereka tetap memperkenalkan diri mereka satu persatu.


"Jadi kapan rapatnya akan dimulai ?" Tanya Nata sambil menatap mereka satu persatu.

__ADS_1


"Saya sama sekali tidak ingin membuang-buang waktu untuk berada di sini, jadi sebaiknya rapat segera dimulai." Ucap Nata lagi.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Nata, inisiatif untuk langsung memulai rapatnya, tetapi tidak dengan Nelson yang mala terlihat mencibir Nata.


"Cih." Sebuah decihan yang membuat Nata menjadi tersinggung.


"Tuan Nelson, apakah anda tidak memiliki sopan santun, bisa-bisanya anda berdecih disaat kita sedang berada di ruang rapat." Tegur Nata dengan tatapan menajam, semua orang langsung mengahlikan pandangan kepada Nelson.


Tuan Nelson membalas dengan sedikit senyuman kecil, sama sekali tidak mengucapkan kata maaf, sehingga salah satu rekannya menegur dirinya.


"Tuan Nelson, sebaiknya sekarang anda minta maaf kepada nona Nata, mau bagaimanapun ia adalah pemegang saham tertinggi, tidak seharusnya anda seperti itu." Ucap rekannya.


Mau atau tidak, Nelson akhirnya meminta maaf atas tindakannya. Setelah itu rapat pemegang saham segera dimulai, Nata menjadi pendengar yang baik ia sama sekali tidak merespon atau bahkan mengeluarkan suara.


Setelah 2 jam berlalu akhirnya rapat pemegang saham selesai, semua orang sudah pamit untuk keluar dari ruangan tersebut, yang tersisa di dalam ruangan tersebut adalah Nelson, Nata dan Willy.

__ADS_1


"Tuan Nelson saya harap anda bisa lebih profesional dalam bekerja, Jangan pernah sekali-sekali anda mencampurkan masalah pribadi dengan masalah kantor." Sinis Nata dengan tatapan yang seolah-olah merendahkan Nelson.


"Hahaa kamu pikir kamu siapa, sehingga berani untuk menegur saya." Sinis Nelson dengan tertawa renyah.


__ADS_2