Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
Makan malam part1


__ADS_3

Setelah Nata menyelesaikan beberapa Pekerjaannya, ya baru mengecek handphone di mana ternyata sekarang sudah menunjukkan pukul 6.30 atau pukul 18. 30.


"Ternyata sudah malam." Ucap Nata sambil mengalihkan pandangan ke arah depan dimana ada kaca transparan yang bisa melihat kota Jakarta yang indah.


"Pantas saja banyak panggilan tak terjawab dari Nadine dan yang lain." Lanjut Nata sambil geleng-geleng kepala.


"Huft sebaiknya sekarang aku telepon balik mereka karena pasti sejak siang mereka sudah mencariku." Setelah menghembuskan nafas secara kasar, Nata langsung saja menghubungi salah satu sahabatnya untuk memberi kabar.


Tit tit tit...


"Hallo." Ucap Nata setelah panggilan terhubung.


"Astaga Nata, Kemana saja kamu selama 1 hari ini? apakah kamu baik-baik saja ?" Bukan mendapat sambutan Halo atau hai, Nata langsung dicecar dengan pertanyaan dari sahabatnya yaitu Nadine.


" Bukankah aku sudah memberi kabar, Kalau hari ini apa Kan sibuk di kantor karena ada beberapa masalah yang harus aku selesaikan hari ini juga." Jawab Nata sambil memijat pelipis.


"Huft, baiklah-baiklah, tapi jam berapa kamu akan pulang? " Tanya Nadine yang sudah turunkan suaranya.

__ADS_1


"Sekarang aku sudah selesai, dan aku akan segera bersiap-siap untuk pulang." Jawab Nata dengan datarnya.


"Baiklah, apa sekarang kamu sudah makan malam ?" Tanya Nadine karena mereka di apartement belum makan malam.


"Belum, kalian ingin makan di apartemen atau di luar?" Jawab Nata.


"Kami ingin makan diluar saja, bagaimana ?" Tanya Nadine dengan suara yang penuh harap.


"Baiklah, siap-siaplah aku akan segera mengirim ke mana kita akan makan malam." Jawab Nata sambil sedikit tersenyum.


"Baiklah." Kali ini bukan hanya suara Nadine saja tetapi ada suara Keisha juga.


"Sampai jumpa." setelah mendapat jawaban panggilan telepon langsung saja terputus.


Nata juga tidak lupa untuk mengajak kedua orang kepercayaannya untuk makan malam bersama.


Tetapi sepertinya kedua orang kepercayaannya saat ini memiliki janji dengan keluarga masing-masing sehingga mereka tidak ikut makan malam bersama dengan Nata.

__ADS_1


"Bagaimana jika kalian mengajak keluarga kalian untuk makan malam bersama ?" Tawar Nata.


"Sepertinya lain waktu saja nona." Jawab Han dengan ragu-ragu.


"Baiklah." Jawab Nata yang memaklumi.


Tetapi kedua orang kepercayaannya tetap ikut untuk mengantar Nata sampai ke restoran dalam keadaan sehat wal afiat, Karena Nata sudah menjadi tanggung jawab mereka sejak Nata kembali ke Indonesia.


Sebelum pergi ke restoran, Nata terlebih dahulu mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sudah disiapkan di ruangan miliknya, di dalam ruangan tersebut dia juga masih memiliki satu ruangan yang tidak terlalu besar tetapi masih nyaman untuk ditempati.


"Baiklah, kalian bisa tunggu di depan." Ucap Nata karena ia mau ganti baju.



Untuk kali ini Nata memilih satu kaos yang biasa, dengan dipadukan oleh celana pendek jeans miliknya dan dilengkapi oleh sendal jepit.


Nata lebih percaya diri dengan pakaian sederhana miliknya, ia terlihat seperti anak remaja pada umumnya yang tidak memiliki pekerjaan atau tanggung jawab dengan pilihan bajunya.

__ADS_1


Jauh berbeda jika Nata berada dalam lingkup pekerjaan, di mana ia benar-benar mengeluarkan aura kepemimpinan yang menurun dari ibunya.


Halo semua, jangan lupa untuk tetap dukung novel ini karena dukungan kalian sangat berpengaruh untuk memberikan semangat kepada penulis.


__ADS_2