
5 menit sudah berlalu, saat ini para karyawan Tengah berkumpul di Lobby untuk memberikan salam perpisahan terhadap CEO, CEO mereka akan melanjutkan kuliah di California untuk sementara waktul dan perusahaan akan dipimpin langsung oleh orang kepercayaannya itu asisten Willy dan juga sekretaris Han.
Sekretaris Han dan juga asisten Willy adalah orang yang berperan penting dalam berlangsungnya perusahaan, mereka berdua tidak segan-segan untuk membuat para pesaing yang tidak sehat untuk gulung tikar.
Nata tersenyum melihat para karyawan yang menyempatkan waktu untuk bertemu dengan dirinya sebelum ia berangkat atau meninggalkan perusahaannya tersebut, banyaknya mereka yang membuat mata tidak bisa menyapa satu persatu akan tetapi Natal mengedarkan pandangan dengan senyum manisnya.
Meskipun mereka baru mengetahui siapa Nata sebenarnya, akan tetapi mereka begitu menghormati Nata karena Nata adalah sosok pemimpin yang rendah hati dan juga tidak sombong, hanya akan berubah menjadi sosok yang dingin ketika berada di jam kerja ia bersikap profesional, di mana Jam bekerja adalah waktu untuk bekerja bukan waktu untuk saling menyapa satu sama lain dan bergosip ria, sedangkan waktu senggang atau istirahat adalah waktu untuk para karyawan baik tinggi maupun karyawan biasa untuk melakukan interaksi agar supaya semakin dekat.
"Terima kasih atas Salam perpisahannya, tetaplah bekerja seperti biasanya dan semoga kita bisa bertemu di masa depan." Ucap Nata sebelum ia memasuki mobil yang sudah terparkir di depan lobby.
Mereka bertepuk tangan dan juga menundukkan kepala sebagai penghormatan terakhir kepada CEO mereka. Sekretaris Han juga masuk di mobil yang berbeda tujuan mereka berdua tidaklah sama, dan untuk asisten Willy tetap berada di perusahaan untuk menghandle pekerjaan yang ada di perusahaan dan juga di beberapa bisnis yang ditekuni oleh perusahaan mereka.
Nata dengan sopir yang sudah biasa mengantar Iya dan yang lain selama berada di Indonesia, dan juga di dalam mobil tersebut sudah ada bi Ina yang memang akan ikut pergi bersama dengan Nata ke Bali.
Sebelum kembali ke Hotel Nata menyempatkan waktu untuk membeli buket bunga warna putih, karena ia akan berkunjung ke makam bundanya.
Sudah lama ia tidak berkunjung di makam Bundanya tercinta. Jika saat ini di atas sudah berada di pemakaman Bundanya maka saat ini sekretaris Han sudah sampai di tempat pertemuan dengan CEO muda Alvaro.
Ternyata Alvaro memang sudah menunggu terlebih dahulu di tempat pertemuan tersebut, Alvaro terlihat begitu antusias dengan kedatangan sekretaris Han Dan Dia sedikit melirik ke samping serta ke belakang untuk mencari wanita yang ingin Ia temui yang tidak lain adalah Natalia Chrisly.
Alvaro masih tidak melihat keberadaan dari CEO muda wanita tersebut akan tetapi dia masih positif thinking yang mana mungkin saja saat ini Nata masih berada di toilet.
__ADS_1
"Maaf atas keterlambatan saya tuan, sehingga membuat anda dan juga sekretaris anda menunggu terlalu lama." Ucap sekretaris Han merasa tidak enak hati karena Iya tampak membuat Alvaro beserta sekretaris Alvaro menunggu terlalu lama.
"Tidak apa-apa, karena kami juga kebetulan baru sampai 5 menit yang lalu." Alvaro rasa tidak enak dari sekretaris Han.
Setelah 5 menit duduk, akhirnya sekretaris Han mengeluarkan suaranya kembali.
"Maaf tuan, apakah kita sudah bisa membahas projek ini? " tanya sekretaris Han agak ragu-ragu akan tetapi mau bagaimana pun ia masih memiliki pekerjaan yang harus ia bereskan.
"Bagaimana dengan nona Nata jika kita memulai membahas project ini tanpa dirinya, bukannya akan tidak sopan? " Tanya Alvaro menyipitkan mata, kenapa dengan sekretaris rekan bisnisnya tersebut.
"Maaf tuan, apakah anda belum memeriksa email anda, karena sebelumnya Nona Natalia Chrisly sudah mengirimkan anda sebuah pesan. " Jawab sekertaris Han, Apakah Alvaro belum menerima Gmail yang sudah dikirimkan oleh Nata.
"Tunggu sebentar." Ucap Alfaro dan langsung membuka Gmail nya.
Banyak rekan bisnisnya yang menganggap jika Nata tidak bisa membereskan segala sesuatu tanpa adanya asisten serta sekretaris pribadinya.
Tapi tentu saja hal itu salah karena mau bagaimanapun Kemampuan apa Memang jauh di atas rata-rata bisa dikatakan Ia adalah anak yang jenius, Sedangkan untuk asisten pribadi dan juga sekretarisnya hanya membantu untuk bisa menghandle yang lain karena tentunya Ia memiliki dunia sendiri.
Akan tetapi jika ada masalah yang memang sudah tidak bisa untuk ditangani oleh asisten Willy dan juga sekretaris Han maka yang akan langsung turun tangan sendiri adalah Nata.
Terlihat raut kecewa dari tuan muda Alvaro di mana ternyata kedepannya ia sudah tidak bisa untuk bertemu dengan Nata, tentu saja sekretarisnya Lukas menangkap raut kecewa tersebut itu.
__ADS_1
Merasa penasaran akhirnya Alvaro pun menanyakan kepada sekretaris Han, Kenapa tidak Nata yang melanjutkan proyek tersebut dan malah diambil alih oleh orang lain.
"Nona Nata tidak memiliki urusan pribadi yang tidak bisa untuk saya bicarakan kepada publik tapi mungkin anda bisa menghubungi nona Nata untuk menanyakan halnya secara pribadi." Jawab sekertaris Han enggan untuk memberikan informasi terhadap Alvaro, tidak ingin Nata menjadi terganggu.
Alvaro sudah tidak sebaik tadi, yang mana terlihat ya sekarang sedikit kecewa dan juga tidak fokus.
Setelah mereka selesai mendiskusikan Project, akhirnya sekretaris Han pamit undur diri terlebih dahulu karena masih ada beberapa pekerjaan yang memang harus ia urusi.
Dan kalau si salah Alvaro beserta sekretarisnya yang tak lain adalah Lukas, Alvaro langsung saja meminta Lukas untuk mencari informasi tentang Nata.
Alvaro hanya memberikan waktu 15 menit setelah 15 menit berlalu akhirnya dengan susah payah Lukas mendapatkan informasi Jika Nata melanjutkan kuliah di California sehingga perusahaan di urus langsung oleh sekretaris Han dan juga asisten pribadi yang merupakan orang kepercayaan Nata.
Waktu mereka kembali adalah waktu yang bersamaan dengan kembalinya Nata dari pemakaman bundanya, kata cantik tersebut terlihat habis menangis karena bisa dikatakan mata Nata dikit membengkak.
Nata dan juga bi Ina beserta sopir langsung melajukan mobil menuju ke hotel tempat Nata dan juga sahabat-sahabatnya menginap.
Sepanjang perjalanan menuju ke Hotel, Nata dan juga bi Ina bertukar cerita satu sama lain, dari pemakaman menuju ke hotel membutuhkan waktu sekitar setengah jam sampai dengan 45 menit karena jalanan sedang macet.
Sesampainya mereka di hotel juga nyata dan juga Bi Ina masih belum menyelesaikan cerita-cerita keduanya, masih sama seperti dulu Nata begitu menyayangi bi Ina layaknya seorang nenek.
Sesampainya di hotel ya langsung saja membereskan barang-barangnya dan juga menghampiri sahabat-sahabatnya yang berada di ruangan atau kamar terpisah.
__ADS_1
Ketika ia sampai di kamar milik sahabatnya Kenzo tampaknya Kenzo sedang bermain handphone dan juga sudah siap dengan barang-barangnya, begitu pula Kezia dan juga Nadine.
Sudah ada orang natal yang berada di bandara, mereka akan berangkat ke Bali menggunakan pesawat pribadi Nata.