Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
Eps 37


__ADS_3

Mereka dapat melihat jika hampir semua kursi sudah terisi, Nata biasanya menempatkan diri di pojok, tapi kali ini ia duduk di tengah-tengah bersama dengan bi Ina dan Lio, ia juga sudah mengosongkan dua kursi karena Lio sudah mengatakan jika kedua sahabatnya akan datang.


"Bi, bibi mau yang mana ? Selain kue di sini juga disediakan makanan berat lainnya kok." Ucap Nata kepada bi Ina.


"Hmm, bibi mau bakso saja sama teh panas." Jawab bibi.


"Lalu untuk makanan pencuci mulutnya ?" Tanya Nata kepada bi Ina.


"Kue cokelat keju yang seperti biasanya saja." Jawab Bi Ina sambil menyebutkan kue favoritenya.


"Baiklah, tunggu sebentar yah bi." Ucap Nata.


"Lalu, kamu mau pesan apa Lio ?" Tanya Nata yang beralih kepada adiknya.


"Ehmm, aku mau pesan kentang goreng, sosis goreng, nasi goreng dan juga jus mangga." Jawab Lio bersemangat.


"Sama kue cokelat, dan itu saja." Sambung Lio sambil menunjukkan deretan giginya.


"Baiklah, kalau begitu tunggu sebentar yah." Ucap Nata kepada adik dan bi Ina, ia bergegas ke kasir untuk memesan makanan.


Tapi ketika ia berjalan ke kasir ia tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang, sehingga membuat tubuhnya hampir ambruk ke belakang.


Nata menatap tajam pada seorang laki-laki yang diperkirakan seumuran dengannya, ia menatap tak suka sebelum berjalan menuju ke kasir.


Kenapa Nata menatap tajam orang tersebut, karena dapat Nata pastikan jika orang tersebut benar-benar sangaja menabrak dirinya.


Orang tersebut sedikit mengeluarkan senyum misterius ketika melihat Nata memberikan respon tidak enak, ia memang sengaja menabrakan diri kepada Nata dengan alasan tertentu.


Setelah melakukan tugasnya, ia langsung saja keluar dari tempat Nata menuju ke mobil seseorang, sayangnya ia tak lolos begitu saja, karena mata Lio yang melihat semuanya tidak membiarkan orang tersebut pergi dengan cepat.

__ADS_1


Ia langsung mengikuti dan mendengar percakapan orang tersebut, dan ia tahu dengan siapa orangnya tersebut berbicara.


" Sepertinya kamu benar-benar ingin bermain-main denganku, kalau begitu kita lihat apa yang akan terjadi kedepannya." Ucap Lio membatin.


Dugaannya jika orang tersebut memiliki rencana dengan menabrakan diri kepada kakaknya, dan benar saja orang tersebut memiliki niat tidak baik.


Lio kembali ke mejanya bersikap seolah tidak terjadi apa-apa, ia melanjutkan memakan salad buahnya yang tinggal sedikit.


Tidak lama setelah itu Nata sudah kembali, tapi ia hanya membawa papan nomor saja, karena ia harus menunggu dua puluh menitan.


Meskipun dirinya adalah owner. Tetapi dia tidak bersikap semena-mena, karena kenyamanan pelanggan adalah yang utama.


"Kakak mau juga ?" Tawar Lio melihat kakaknya menatap dirinya terus-menerus.


"Mau." Jawab Nata sambil mengangguk.


Akhirnya Lio menyuapi kakaknya, banyak orang yang menatap kagum kepada keduanya yany terlihat seperti sepasang kekasih, mereka berdua memang sangat harmonis.


"Kak, apa kakak sudah memesankan untuk kita berdua ?" Tanya Endi manja.


"Yah, sekarang sebaiknya lepaskan tangan kalian, apa kalian tidak malu dilihat oleh orang lain." Jawab Nata, karena orang-orang semakin menatap dirinya.


"Hmm, tentu saja mereka pasti iri melihat kedekatan kita , maka mereka terus menerus melihat ke arah kita." Jawab Endi tanpa rasa bersalah sama sekali.


"Ia benar, mereka pasti tidak suka jika kita dan kak Nata sangat dekat, bukan hanya mereka saja, tapi Lio juga." Ucap El dengan gamblangnya.


Memang benar Lio yang sejak tadi terlihat ceria, sekarang ia terlihat seperti sedang menahan kekesalan, apa-apaan kedua sahabatnya, datang dan langsung bergelayut di tangan kakaknya.


"Seperti monyet saja yang bergelayut di tangan ibunya, jadi sebaiknya sekarang lepaskan tangan kakakku." Kesal Lio yang menyamakan kedua sahabatnya dengan monyet.

__ADS_1


Bi Ina yang melihat pertengkaran kecil pun tertawa lucu karena, anak-anak di depannya selalu saja mencari perhatian Nata.


Dan Nata jangan di tanya, ia sudah biasa menghadapi situasi seperti itu, maka ia hanya geleng-geleng kepala, sama seperti orang yang sering melihat kelakuan mereka .


Tidak lama setelah itu sekitar 15 menitan akhirnya makanan yang mereka tunggu-tunggu sampai juga di meja mereka.


Seperti orang yang tidak diberi makan satu minggu mereka makan dengan banyak, hal tersebut tentu saja mencuri perhatian banyak orang, apa lagi Nata makan banyak tanpa peduli dengan omongan orang-orang lain.


Berbeda dengan para wanita lainnya yang memilih jaim jaim ketika makan dengan lawan jenisnya.


Kita sudah menghabiskan banyak makanan miliknya tetapi adik dan juga Endi serta El, mereka baru menghabiskan setengah makanan mereka.


Nata yang melihat dan mengerti akan situasi pun langsung berbicara.


" pokoknya kalian habiskan makanan kalian sendiri, tanpa ada yang minta untuk disuapi." Ucap Nata dengan penuh ketegasan.


Mereka pun menampilkan raut wajah yang kecewa karena mendapatkan penolakan dari Nata, tapi mereka tetap menuruti apa yang dikatakan oleh Nata.


Bi Ina sama halnya dengan mereka, ia makan dengan lahap dan juga penuh syukur, ia sangat merasa senang karena ia tidak di kucilkan.


"Bi Ina, nanti jangan sampai lupa yah untuk berikan, daftar belanjaan, biar besok Lio sama Nata saja yang belanja." Ucap Nata kepada bi Ina.


"Ia, nanti besok bibi berikan yah." Jawab bibi sambil tersenyum.


***Ini adalah karya saya yang ke-6, karya ini saya buat sesuai dengan pemikiran dan juga imajinasi saya secara pribadi, Saya harap karya Saya tidak di copyright, karena saya mengetik pakai tangan dan memakai otak sebagai alat berpikir, bisa kalian bayangkan jika karya kalian di coppy oleh orang lain, bagaimana dengan perasaan kalian ? Kalian bisa menjawabnya dalam hati kalian masing-masing.


Yang kedua Saya ingin meminta bantuan kepada seluruh pembaca novelku, mohon banget buat di bantu Vote dan juga Like.


Tidak punya vote dan like kalian bisa membuat saya lebi termotivasi untuk menulis, karena dengan adanya Vote dan juga Like kalian semua tahu ini banyak orang yang menunggu karya ini di up, saya mohon sebesar-besarnya untuk bantu Vote, Like.

__ADS_1


Juga bukan hanya satu atau dua orang yang sering mempromosikan karyanya, saya secara pribadi tidak pernah melarang ataupun menghapus komentar-komentar kalian, Saya menghargai usaha kalian untuk mengenalkan karya kalian kepada orang lain, tetapi saya mohon baca dululah karya saya dan tinggalkan jejak Like, Vote agar kalian bisa lebi menghargai penulis, Mohon untuk tidak hanya sekedar memberikan promosi tetapi baca dan hargai juga.


Jangan lupa like comment dan juga vote yah teman-teman, doain terus biar semua kotak dan juga saraf-saraf saya berjalan dengan lancar agar bisa lebi banyak up hehehe***


__ADS_2