Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
Eps 65 ~ Kediaman keluarga Alexander I


__ADS_3

Pada saat ini Nata masih menggunakan seragam sekolahnya, berada di dalam perjalanan menuju ke rumah anak kecil, anak kecil yang menganggap dirinya sebagai mommy.


Perjalanan cukup memakan waktu karena jalanan tampak sedikit macet, maka daripada itu Nata membutuhkan waktu untuk sampai ke rumah Harvy.


Akhirnya mereka sampai juga di kediaman keluarga Alexander, kediaman keluarga Alexander terlihat begitu mewah dan juga elegan, rumah tersebut memiliki keamanan yang sangat ketat.


Kedatangan atas sudah ditunggu-tunggu oleh nyonya besar Alexander, dan juga si tuan muda Harvy Alexander, Zero Alexander saat ini berada di luar negeri, iaa saat ini sedang dalam perjalanan bisnis, maka dari pada itu Nata tidak melihat Zero di kediaman keluarga Alexander.


"Mommy." Terdengar suara teriakan yang begitu nyaring menyambut kedatangan Nata, Nata tersenyum kecil sebelum merentangkan kedua tangannya.


Harvy yang pada saat itu melihat Nata merentangkan kedua tangannya, dengan segera Ia berlari dan hap, mata langsung saja membekap dirinya dan juga memberikan beberapa kecupan.


Nata tampak sangat merindukan anak kecil tersebut, anak kecil tersebut benar-benar bisa membuat dirinya bersemangat, setelah itu Nata langsung saja diajak masuk oleh Hero.


"Mari nona, silakan masuk." Ucap Hero dengan penuh hormat kepada Nata.

__ADS_1


"Tidak perlu memanggil saya dengan embel-embel nona, karena saya bukan majikan anda tuan Hero." Ucap Nata untuk kesekian kalinya.


" Baiklah kalau begitu, Saya harap anda juga tidak memanggil saya dengan ada embel-embel tuan, karena saya bukan tuanmu." Jawab Hero membalikan semua kata-kata dari Nata.


"Baiklah, kalau begitu aku akan memanggil dirimu paman." Jawab Nata sambil tersenyum kecil dan mengikuti Hero masuk.


"Terserah kau saja." Jawab Hero yang tampak tidak terlalu memperdulikan atau memperbesar masalah kan nama panggilan.


Selama perjalanan menuju ke ruang tamu, Harvy tak ada henti-hentinya memberikan kecupan kepada Nata, Harvy tampak sangat merindukan sosok Nata yang ia sudah anggap sebagai mommynya.


Tangan mungil tersebut melingkar di leher Nata, Nata hanya tersenyum kecil sebagai respon kepada Harvy.


"Nona kemarilah, Kenapa anda berhenti di situ ?" Tanya Hero yang melihat Nata berhenti.


"Ehh, maafkan saya tuan." Jawab Nata yang langsung melanjutkan perjalanannya.

__ADS_1


Tampaknya mereka berdua masih enggan untuk melepaskan embel tuan&nona, mungkin saja karena belum terbiasa.


Nata di sambut dengan senyum hangat oleh nyonya Alexander, nyonya besar Alexander tersenyum kecil, ada sesuatu yang harus dibicarakan dengan Nata.


Senyum bahagia terlihat jelas di wajah nyonya besar Alexander, tapi juga ada raut kesedihan yang mendalam jika diperhatikan.


"Selamat siang nyonya, maaf jika saya datang sedikit terlambat." Ucap Nata sambil memberikan salam hormat kepada nyonya besar tersebut.


"Tidak apa-apa, dan kamu bisa memanggil saya oma jika kamu tidak merasa keberatan." Jawab nyonya rumah tersebut.


"Ahh baik nyo eh oma, aku tidak merasa keberatan sama sekali, karena memang sejak dulu aku tidak pernah bertemu dengan omaku." Jawab Nata yang tampak semangat dan antusias, tapi sedikit kalah ingatannya tidak mempunyai oma.


"Sekarang kau sudah punya oma nak." Ucap nyonya rumah tersebut.


"Andaikan saja kamu tahu." Batin nyonya besar yang terus-menerus menatap Nata.

__ADS_1


Rasanya memberitahu kepada Nata jika ada sesuatu yang sedang ia sembunyikan, atau lebi tepatnya suatu fakta yang baru di ketahui sehingga ia tidak ingin cepat-cepat memberitahukan apa yang sedang ada di dalam benaknya.


Pada awalnya Hero sudah menawarkan diri kepada sang nyonya untuk menjelaskan sesuatu kepada Nata, tetapi nyonya besar tersebut menolak dan mengatakan Jika sesuatu yang akan ia lakukan sendiri.


__ADS_2