
JANGAN LUPA BUAT VOTE, LIKE, KOMEN YAH, +RATE 5 :)
Harvy ia terlebih dahulu keluar dari dalam kamar karena merasa yang lain lama, ia sudah tidak sabar untuk memakan kue buatan wanita yang dianggap sebagai mommnya.
Tetapi ketika ia keluar,ia langsung saja memicingkan mata kepada tamu yang ada di apartement tempat ia tinggal beberapa jam.
Ia berjalan ke arah Nata, dan meminta Nata untuk mengendong dirinya, ia sama sekali tidak menyapa kedua tamu tersebut, tamu tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah ayahnya dan omanya.
"Harvy kemari sayang." Ucap Zero kepada anaknya, ia sudah merentangkan tangannya, tapi Harvy hanya menatapnya saja tanpa beranjak dari tempatnya.
Zero yang melihat itu tersenyum kecut, karena memang hubungan ia dan juga putranya tidak baik, ia tahu karena kesibukan dia dalam bekqerja, putranya menjadi kurang kasih sayang dan berakhir hubungan yang renggang.
"Harvy, kenapa tidak menghampiri daddy kamu hmm ?" Tanya Nata yang melihat tidak ada ekspresi di wajah Harvy.
Harvy tetap berdiam diri tanpa menjawab pertanyaan dari Nata, Nyonya besar itu pun akhirnya ikut turun tangan.
"Sayang kemarilah." Ucap sang nyonya besar.
"Harvy." Sekali lagi nyonya besar memanggil cucunya dengan suara yang sudah berubah tegas.
Harvy yang sudah mengetahui seberapa tegas dan juga menakutkan omanya jika marah, tanpa dipertegas lagi langsung turun dari pangkuan Nata dan menghampiri omanya.
Nyonya besar tersenyum kecil melihat cucunya yang sudah mengerti mengenai karakter dirinya, karena ia banyak menghabiskan waktu bersama dengan sang cucu, meskipun omanya selalu bersikap tegas dan juga memperlakukan ia dengan disiplin, ia tahu jika omanya menyanyangi dirinya.
__ADS_1
Dari pemandangan tersebut Nata sudah dapat menimbulkan jika Harvy tidak memiliki hubungan baik dengan sang ayah, ia hanya tersenyum kecil ternyata bukan hanya dirinya saja yang memiliki hubungan tidak baik dengan ayah, tetapi masih ada orang lain lagi, ia menjadi merasa tidak sendirian.
"Saya tentu sangat bersyukur karena dimana cucu saya dipertemukan dengan orang baik, saya sekali lagi mengucapkan terima kasih karena anda dengan tulus hati menjaga cucu saya." Ucap nyonya besar yang mengahlikan pandangan kepada Nata.
"Tentu saja nyonya, saya juga sangat merasa senang dengan kehadiran Harvy." Jawab Nata sambil tersenyum kecil.
"Tidak perlu memanggil saya dengan embel-embel nyonya, kamu bisa memanggil saya oma." Jawab nyonya tersebut, entah mengapa ia seperti memiliki hubungan dekat dengan Nata.
"Baiklah akan saya usahakan." Jawab Nata sambil sedikit mengembangkan senyum khasnya.
"Harvy, kamu harus segera pulang bersama nenek yah, karena kamu tidak mungkin untuk terus tinggal di apartemen orang, itu bukan hal yang baik." Ucap nyonya tersebut sambil mengarahkan pandangan pada cucunya.
Harvy yang mendengar dan sedikit mengerti apa yang dikatakan oleh omanya, ia langsung saja turun dari pangkuan sang oma dan berlari ke arah Nata.
"Aku tidak mau pulang, aku mau sama mommy." Akhirnya anak kecil tersebut mengeluarkan suaranya, sekali berbicara anak tersebut sudah langsung membuat kaget semua orang.
"Hiks." Harvy langsung saja menangis karena mendengar teriakan dari Zero, nyonya besar yang melihat itu langsung saja mengeluarkan aura yang tidak biasa, berani-beraninya anaknya membuat sang cucu menangis.
"Harvy, ia bukan mommy kamu, jadi jangan anggil seseorang yang baru kamu kenal dengan sebutan mommy, ingat yah dia bukan mommy kamu." Tegas Zero tanpa memperdulikan tatapan dari sang mommynya yang seperti sudah siap menelan mangsa.
"Tidak mau, pokoknya tidak mau." Jawab Harvy dengan suara yang tidak kalah keras.
"Harvy." Hardik Zero.
__ADS_1
Tentu saja perhatikan antara Zero dan juga Harvy mengundang perhatian Lio, Endi, El dan Reno mereka beramai-ramai keluar dari dalam kamar, tentu saja mereka penasaran dengan apa yang terjadi di luar, apakah sedang ada pentas drama bukannya tadi baik-baik saja.
"Ada apa ini, dan kalian siapa ? Kenapa berbuat keributan di apartement kami ?" Tanya Lio dengan wajah datarnya.
"Saya adalah orang tua dari Harvy, hari ini juga saya akan membawa pulang putra saya." Jawab Zero sambil membalas tatapan Lio, dengan tatapan yang tidak kalah datar.
"Oh, jadi anda adalah ayah dari anak kecil itu, bagaimana bisa anda kehilangan putra anda, apa anda tidak menyayangin dirinya sehingga membuat anak kecil itu berakhir pulang dengan orang yang tidak dikenal." Maki Endi dengan sedikit sinis.
"Kamu tidak usah berpikir yang aneh-aneh, karena kamu sama sekali tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi." Kesal Zero.
"Yah, yang saya ketahui adalah seorang anak yang dengan sengaja ditinggal di Mall, karena anak tersebut ditemukan oleh orang baik, jika tidak, sekarang siapa yang tahu akan kondisi anak kecil itu." Balas Lio dengan senyum sinisnya.
Hari itu juga mereka terus-menerus memperdebatkan, hal yang masing-masing dari pada mereka merasa benar dan juga mereka memperdebatkan di mana Harvy akan tinggal.
Sehingga akhirnya Harvy memutuskan untuk tinggal bersama dengan Nata, ayahnya dan juga neneknya tidak bisa berbuat apa-apa karena memang sudah sesuai kesepakatan, jika Harvy yang akan memilih tempat tinggalnya selama 1 bulan kedepan.
Mungkin karena kasih sayang yang diberikan oleh mereka jauh lebih sedikit dibanding dengan kasih sayang yang Nata berikan, Mereka pun menyadari akan hal itu dan mereka berharap Harvy bisa segera kembali kepada mereka, Nata juga akan membujuk memberikan pengertian kepada Harvy.
Ini adalah karya saya yang ke-6, karya ini saya buat sesuai dengan pemikiran dan juga imajinasi saya secara pribadi, Saya harap karya Saya tidak di copyright, karena saya mengetik pakai tangan dan memakai otak sebagai alat berpikir, bisa kalian bayangkan jika karya kalian di coppy oleh orang lain, bagaimana dengan perasaan kalian ? Kalian bisa menjawabnya dalam hati kalian masing-masing.
Yang kedua Saya ingin meminta bantuan kepada seluruh pembaca novelku, mohon banget buat di bantu Vote dan juga Like.
Tidak punya vote dan like kalian bisa membuat saya lebi termotivasi untuk menulis, karena dengan adanya Vote dan juga Like kalian semua tahu ini banyak orang yang menunggu karya ini di up, saya mohon sebesar-besarnya untuk bantu Vote, Like.
__ADS_1
Juga bukan hanya satu atau dua orang yang sering mempromosikan karyanya, saya secara pribadi tidak pernah melarang ataupun menghapus komentar-komentar kalian, Saya menghargai usaha kalian untuk mengenalkan karya kalian kepada orang lain, tetapi saya mohon baca dululah karya saya dan tinggalkan jejak Like, Vote agar kalian bisa lebi menghargai penulis, Mohon untuk tidak hanya sekedar memberikan promosi tetapi baca dan hargai juga.
Jangan lupa like comment dan juga vote yah teman-teman, doain terus biar semua kotak dan juga saraf-saraf saya berjalan dengan lancar agar bisa lebi banyak up hehehe