
Terima kasih atas dukungannya, Jangan lupa Like, Komen dan Vote :
Sesudah acara seminar Natal langsung saja melanjutkan aktivitasnya seperti biasa sama halnya dengan para mahasiswa lainnya.
Sebelum acaranya benar-benar dibubarkan Nata berkesempatan untuk mengambil potret bersama dengan dekan dan juga dosen yang ada, ada juga beberapa mahasiswa yang ikut mengambil gambar bersama dengan Nata.
Terakhir Nata berswafoto bersama dengan ketiga sahabatnya, Nata tersenyum kecil sebelum akhirnya meninggalkan aula kampus tersebut.
Nata secara tidak sengaja berpas-pasan dengan Jonathan yang kebetulan akan keluar dari ruangan tersebut, Jonathan langsung saja menarik tangan Nata tanpa menghiraukan tatapan dari orang-orang sekitar.
Keisya, Ken dan Nadine sama sekali tidak menyadari jika sahabat mereka dibawa pergi oleh mahasiswa terpopuler kampus Jonathan.
"Apa-apaan kau ini." Sarkas Nata menarik tangannya agar supaya terlepas dari genggaman Jonathan.
__ADS_1
" Aku hanya ingin berbicara sebentar, jangan lupa kalau aku tidak berbaik hati mengembalikan handphonemu, mungkin saja handphone kamu sudah berada di salah satu konter terdekat." Jawab Jonathan angkuh dan dingin serta tidak lupa dilengkapi oleh wajah datarnya.
"Baiklah, tapi jika ingin berbicara sebaiknya tidak seperti tadi, karena aku bisa berjalan sendiri tanpa ditarik-tarik seperti tadi." Omel Nata sambil berusaha paya untuk menahan emosi.
"Baik, maaf kalau begitu." Jonathan sama sekali tidak pernah mengucapkan kata maaf terkecuali kepada kedua orang tuanya.
"Sekarang tolong segera katakan kenapa kamu menarikku kesini ?" Tanya Nata dengan tatapan tajamnya.
" Aku ingin mengajak kamu makan siang, tidak menerima penolakan." Jawab Jonathan tetap dengan biaya angkut serta dingin dan terkesan datar.
"Tapi sayang aku tidak ingin ikut makan siang dengan anda tuan, sepertinya sangat memungkinkan andabisa mengajak orang lain untuk menemani anda makan siang." Jawab Nata memang terlihat begitu untuk berlama-lama dengan Jonathan.
Jonathan serasa kaget mendengar penolakan dari Nata, karena selama ini wanita yang selalu datang dan mengajak ia untuk pergi kesana kemari, tapi ia selalu menolak akan hal tersebut dan selama ia hidup ia tidak pernah pun ditolak oleh orang lain.
__ADS_1
"Sebelumnya aku sudah mengatakan jika aku tidak menerima penolakan." Sinis Jonathan sambil menarik tangan Nata.
Tipikal lelaki yang bisa dikatakan romantis kepada pasangannya akan tetapi Jonathan adalah tipikal lelaki yang selalu setia terhadap pasangan atau lawan jenis yang sudah ia pilih.
Tidak pernah bersikap romantis sebelumnya membuat Jonathan menjadi terlihat kasar dan membuat Nata menjadi kesal, untuk sekarang Jonathan belum bisa bersikap lembut terhadap Nata.
Jonathan menyerat Nata menuju ke parkiran VIP, ia memaksa Nata untuk masuk kedalam mobilnya, para mahasiswa dan mahasiswi yang melihat kejadian tersebut pun hanya bisa menonton saja karena mereka sama sekali tidak berani menantang Jonathan, tidak ingin berurusan dengan Jonathan yang terdengar bengis.
Kenapa saat ini menatap sengit kepada Jonathan yang dengan beraninya memaksa ia untuk ikut masuk ke dalam mobil, tidak ada yang berani memperlakukan Nata dengan tidak baik.
" Hei kenapa kamu ini selalu saja memaksakan kehendak." Omel Nata kepada Jonathan.
"Sebaiknya sekarang pasang sabuk pengaman, atau kamu sekarang menunggu aku yang memasangkannya." Tanpa menanggapi ocehan dari Nata.
__ADS_1
"Tidak perlu, aku bisa memasang sendiri." Sinis Nata.