
Terima kasih, jangan lupa Like, Komen dan Vote yah semua, selamat membaca, dan jangan lupa cek informasi di paling bawah.
*Nata terlebih dahulu melihat adiknya berjalan ke arah ia dan juga Ken, tanpa berpikir panjang ia langsung saja berlari dan memeluk adiknya, hampir 1 tahun tidak bertemu tampaknya Lio tumbuh dengan sangat cepat ia menjadi sangat tinggi, El, Endi dan Reno juga demikian..
"Kakak." Ucap Lio sambil membalas pelukan dari Nata.
"Kakak sangat merindukan kamu." Ucap Nata dengan mata yang tampak sendu.
Lia segera mempererat pelukannya ketika menyadari suara kakaknya terdengar sendu, ia tersenyum kecil melihat kakaknya yang selalu manja jika bersama dirinya.
"Ehm ehm." Dheman dari ketiga lelaki yang tidak kalah tampan dari Nata.
" Sepertinya kita sudah tidak dikenali." Ketus El yang terdengar cemburu.
"Tampaknya seperti itu." Jawab Reno dan Endi hanya menganggukan kepala*.
/////
Keduanya langsung saja melepas pelukan mereka dan mengalihkan pandangan kepada ketiga pria yang tidak kalah tampan, mereka tampak sedang melihat ke arah lain dengan wajah yang dibuat cemberut.
Lio hanya tersenyum kecil karena ia tahu jika tiga sahabat yang merindukan kakaknya, Lio tidak pernah merasa cemburu melihat kakaknya perhatian kepada teman-temannya, tetapi ia hanya sedikit merasa kesal ketika ketiga temannya mengganggu quality time ia bersama juga kakaknya.
Nata merentangkan kedua tangan, dan langsung saja El mendorong Endi dan Reno sebelum berlari memeluk Nata, hal itu tentu saja membuat Endi dan Reno merasa kesal karena mereka juga ingin dipeluk oleh Nata.
Dari kejauhan orang tersebut masih saja memandang Nata dengan tatapan datar, tatapan tersebut sangatlah mengerikan, ia tampak seperti terbakar tetapi tidak mengeluarkan api.
Setelah memeluk 4 adiknya, Nata langsung saja beralih kepada seorang wanita yang sudah mulai keriput, itu adalah bi Ina.
"Hai bibi, apa kabar ?" Tanya Nata sebelum memeluk bi Ina.
"Bibi baik-baik saja." Jawab bi Ina dan membalas pelukan Nata.
"Non kamu sekarang semakin cantik saja." Puji bi Ina dengan tatapan penuh kebahagiaan.
__ADS_1
"Hahaha, tidak ada yang berubah dari diriku bi." Jawab Nata.
Saat ini natta beralih kepada kedua orang yang memang ikut beserta dengan adik dan juga bi Ina, kedua orang tersebut tidak lain adalah sekretaris Han dan juga asisten pribadi Willy.
"Hai kalian berdua, apa kalian berdua tidak ingin memelukku ?" Tanya Nata dengan tampak polos menggemaskan.
Akhirnya kedua orang tersebut memeluk Nata secara bergantian, Nata memanglah gadis yang sudah mereka anggap sebagai adik sendiri.
"Ohiya, aku hampir saja lupa." Ucapan Nata sambil menepuk dahinya.
"Perkenalkan ini Ken." Ucap Nata sambil menarik Ken ke arah mereka.
"Ken, ini adikku Lio, ini Endi, Ini El dan yang itu Reno, mereka adalah adik-adikku." Jelas Nata menggunakan bahasa inggris.
"Dan itu adalah omaku." Tunjuk Nata kepada bi Ina.
"Dan dua orang tersebut, mereka adalah kakak-kakakku, mereka juga adalah orang-orang yang membantu aku mengurus bisnis di Indonesia." Jelas Nata yang tidak ingin memperkenalkan mereka sebagai asisten dan sekertaris, karena Nata menganggap mereka sebagai kakak.
"Senang juga bisa berkenalan dengan anda." Jawab sekertaris Han wakili mereka semua, dan Ken membalas dengan senyum singkat.
Ken mendekat dan membisikan sesuatu kepada Nata, Nata yang mendengar bisikan dari Kenpun membulatkan kepala, tapi ia dengan segera mengubah ekspresinya.
"Ken." Ucap Nata sambil bergelayut manja di lengan Ken, dan hal itu tentu saja membuat Ken menjadi kaget.
"Nata." Jawab Ken dengan suara berat serta penuh dengan penekanan.
"Please." Cicit Nata sambil mengedipkan mata.
Ken hanya bisa menghela nafas pasrah melihat tindakan yang diambil oleh Nata, ia akhirnya ikut bersandiwara.
" Apa kamu tidak malu dilihat oleh banyak orang ?" Tanya Ken kepada Nata.
"Tentu saja tidak." Jawab Nata dengan gaya yang dibuat semanis mungkin.
__ADS_1
" Apakah kamu sudah tidak sayang dengan nyawaku ?" Kesal Ken kepada Nata, saat melihat orang tersebut menjauh.
"Hehe." Jawab Nata sambil nyengir.
" Aku tidak mau tahu, kamu harus bertanggung jawab." Omel Ken.
Sedangkan adik dan juga yang lain memikirkan jika mereka memiliki hubungan spesial, Nata seolah lupa untuk menjelaskan kepada orang-orang yang melihat dan malah membiarkan mereka salah paham.
" Sekarang kita akan pergi ke apartemen yang sudah kakak beli, kemarin kakak ingin membeli unit apartemen yang satu tawar akan tetapi di tempat kakak ternyata sudah full." Terang Nata.
"Ken, ayo." Ucap Nata.
"Mari." Ucap Ken mempersilakan mereka mengikuti.
Ken dan Nata terlebih dahulu mencarikan taksi, sedangkan Nata menuju ke apartemen tetap di antarkan oleh Ken.
Sesampainya di dalam mobil Ken terus mengoceh kepada Nata, ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi terhadap dirinya karena sudah ikut bersandiwara tadi.
"Nata, sebaiknya kamu jelaskan kepada orang itu Karena tampaknya ia begitu pencemburu." Saran Ken dengan tatapan tajam.
"Hmm, biarkan saja." Jawab Nata acuh.
"Nata." Ucap Ken penuh dengan penekanan.
"Baiklah." Kesal Nata karena Ken terus saja memaksa dirinya.
***Author mau minta tolong buat like, komen dan vote untuk karya author ini, Author juga mau kasih informasi jika ada novel baru hari ini.
kali ini aku mau minta kalian buat baca, like dan vote, jangan lupa juga buat kasih rate bintang 5 yah semua, makasih semoga kalian suka dan tetap senang serta merasa terhibur dengan karya karya author.
salam sehat semua, jangan lupa buat menggunakan masker di tengah pandemi, luvvv u alll***.
__ADS_1