
Hari ini adalah hari di mana ulang tahun perusahaan Nelson, hari ini juga seperti yang mereka bicarakan minggu lalu jika mereka akan turut hadir.
"Kak, sudah siap belum ?" Tanya Lio dari balik kamar Nata.
"Tunggu sebentar yah." Jawab Nata karena ia sepertinya sedang kerepotan di dalam kamarnya.
"Baiklah." Jawab Lio.
Sekitar hampir 3 menit lamanya, akhirnya Nata keluar dari dalam kamar dengan penampilan yang sederhana tetapi terlihat berkelas.
"Bi, kita pergi dulu yah." Ucap Nata kepada bi Ina.
"Yah, hati-hati yah kalian berdua." Jawab bi Ina sambil tersenyum.
Meskipun bi Ina hanya sebatas pembantu, tetapi mereka berdua tetap menghargai bi Ina, sehingga mereka tidak pernah lupa untuk berpamitan.
Acara tersebut digelar di salah satu hotel yang ada di Jakarta, tetapi tidak semewah hotel yang mereka tempati.
Ketika memasuki Aula, Nata menjadi pusat perhatian banyak orang karena kecantikan dan juga penampilan yang sangat sederhana tertapi terlihat elegan.
Nelson tampak sangat terkejut melihat kedatangan keduanya, ia sama sekali tidak memikirkan jika mereka akan datang, dan juga ia tidak memberikan undangan kepada keduanya.
"Sebaiknya kita pergi untuk memberikan selamat kepada mereka kak." Ucap Lio sambil menatap Nelson yang di dampingin Mely.
"Sebentar lagi, sebaiknya sekarang kita cari Endi, Reno dan El." Jawab Nata ia tidak ingin terburu-buru.
"Baiklah." Jawab Lio mengikuti kakaknya.
Akhirnya keduanya pun berkeliling untuk mencari ketiga sahabat, tampaknya Endi sedang bersama dengan kedua orang tuanya, sedangkan Reno sedang bersama dengan ayahnya, dan El yang tampak sedang bersama sang ayah.
"Selamat malam semua." Sapa Nata dan Lio secara bersamaan.
"Selamat malam juga Nata, Lio, kalian berdua apa kabar ?" Sapa balik orang tua Endi sambil tersenyum.
"Kabar kami baik-baik saja, meski beberapa waktu yang lalu kami memang memiliki masalah." Jawab Lio sambil tersenyum.
"Yah, om dan tante sudah mendengar cerita dari Endi, Om Turut berduka cita atas sepeninggalan Nydia, semoga beliau di berikan tempat yang indah di alam sana." Jawab papa Endi sekalian mengucapkan bela sungkawa.
__ADS_1
"Yah om, terima kasih." Jawab Nata sambil tersenyum.
"Om dan tante juga minta maaf karena tidak sempat hadir ke acara pemakaman, pada saat itu om sedang ada perjalanan bisnis."
Mereka satu persatu mengucapkan belasungkawa serta mengucapkan maaf karena tidak sempat hadir ke acara pemakaman, Memang mereka adalah pebisnis pebisnis dan pengusaha yang terbilang sibuk, maka dari pada itu Nata dan Lio tidak mempermasalahkan.
Perlu kalian ketahui jika Nata dan Lio, keduanya memang sudah dekat dengan orang tua dari Endi, Reno dan juga El, sehingga mereka bisa mengobrol-ngobrol.
"Sayang, tante juga sudah mendengar mengenai perempuan ular itu, kamu yang sabar yah pasti yang di atas akan membalas semuanya." Ucap mamanya Endi kepada Nata.
"Iya tante, Nata dan juga Lio tidak akan membiarkan mereka hidup dengan tenang." Jawab Nata sambil tersenyum.
"Kami akan selalu mendukung kalian berdua, kalian berdua jangan sungkan-sungkan untuk meminta bantuan." Ucap bunda dari Reno.
"Iya benar, kalian berdua tenang saja, kami akan selalu siap untuk membantu kalian." Ucap mamanya Endi.
"Terima kasih tante, jika Nata membutuhkan bantuan maka Nata akan menghubungi kalian, Terima kasih karena sudah begitu perhatian terhadap Nata dan juga Lio." Jawab Nata, ia merasa sangat bahagia karena masih banyak orang yang menyayangi dirinya dan juga adiknya.
Orang tua Endi, Reno dan juga El memang masi menjalani kerjasama dengan Nelson, atas permintaan anak-anak mereka.
Tampak Nelson dan juga Melly berjalan menghampiri meja mereka, dengan di ikuti oleh ketiga anak di belakang, Nelson memang memperkenalkan istri barunya kepada publik tanpa rasa malu.
" Selamat malam tuan Lius." Sapa Nelson.
"Selamat malam tuan Dennis." Sapa Nelson
"Selamat malam tuan Reza." Sapa Nelson.
"Selamat malam juga nyonya Nita, nyonya Nelly." Sapa Nelson.
Lius dan juga Nita mereka adalah orang tua dari Endi, para pengusaha dan pebisnis sukses.
Dennis dan Nelly adalah orang tua dari Reno, mereka berdua sama-sama pengusaha juga pebisnis sukses.
Sedangkan Reza orang tua dari El, ia datang bersama dengan putranya karena memang sang istri yang enggan untuk hadir.
Zena adalah mamanya El, Zena dan Nydia adalah sahabat dekat, Zena tidak ingin membuat masalah di pesta karena melihat wajah Nelson, maka daripada itu ia memutuskan untuk tidak ikut.
__ADS_1
"Selamat malam tuan Nelson." Sapa balik mereka semua meski memasang wajah khas datar.
" Bagaimana kabar anda tuan Nelson ?" Tanya Dennis basa-basi, meskipun ia enggan tapi mau bagaimanapun ia harus tetap menghargai rekan bisnisnya.
"Sangat baik tuan Dennis, bagaimana dengan anda sendiri, bersama dengan istri dan anak anda ?" Tanya balik Nelson, ia tahu jika rekan bisnisnya hanya menyapa sekedar basa-basi, tetapi ia tidak permasalahkan hal tersebut.
"Saya dan keluarga saya baik-baik saja, saya salut meski almarhum nyonya Nydia baru berpulang ke rumah bapa, tetapi anda sudah dengan gamblangnya memiliki istri baru." Jawab Dennis dengan sedikit menyindir.
"Om, sudahlah jangan seperti itu, itu bukan istri barunya mereka memang sudah memiliki hubungan sejak bertahun-tahun lalu, tetapi memang baru saja di publish." Sambar Lio dengan sedikit kekehan di belakang.
"Ehmm, Saya rasa itu adalah urusan pribadi saya bersama dengan keluarga saya, jadi saya harap tuan Dennis tidak usah menyinggung atau membahas hal tersebut." Jawab Nelson dengan tatapan tak suka.
"Ahyah, maafkan atas kelancangan saya." Jawab Dennis.
Sedangkan Meli yang saat ini berada di samping Nelson hanya tersenyum getir, ia tahu jika rekan suaminya tidak menyukai dirinya, tetapi ia tidak mempermasalahkan hal itu.
"Saat ini saya ingin memperkenalkan kepada kalian, ini istri saya namanya Melly, dan ini putri pertama saya Vina dan putra saya Niko." Ucap Nelson sekalian memberi kode kepada istrinya untuk mengulurkan tangan.
Disaat Lius ingin menjabat tangannya, dengan cepat Nita menarik lengan suaminya, serta menatap Melly dengan tatapan tak suka.
"Ah iya sayang, aku tidak akan berjabat tangan dengannya, Kamu tidak usah khawatir." Ucap Lius sambil mengecup puncak kepala Nita.
"Senang bisa berkenal dan bertemu langsung dengan wanita seperti anda, tetapi saya peringatkan kepada anda untuk tidak mendekati suami saya, karena suami saya bukan laki-laki ********." Ucap Nita sambil menatap tak suka kepada Melly dan menatap sinis pada Nelson.
"Saya juga senang bisa bertemu dengan kalian, saya harap kalian mau untuk berteman dengan saya, saya juga bukan wanita penggoda suami orang." Jawab Melly menyembunyikan rasa kesalnya.
"Cih." Tiba-tiba saja Nata berdecih mendengar penuturan dari Melly.
"Sayang kamu tidak apa-apa ?" Tanya Nita sambil melepaskan tangannya dari sang suami dan langsung berahli pada Nata.
"Tidak apa-apa, hanya tadi aku sedikit jijik mendengar kalimat dusta dari mulut wanita ****** itu, buktinya penyebab bunda meninggal adalah dirinya." Jawab Nata dengan suara lantang.
Nita sangat senang melihat Nata yang dengan sengaja berbicara lantang, ia tahu niat Nata untuk mempermalukan Melly di depan umum, ia dan Nelly pun tidak mau kalah.
"Kalian dengar itu semua, sebaiknya kalian menjaga baik-baik suami kalian, jangan sampai wanita ini masuk ke dalam rumah tangga kalian, akan di sayangkan jika hubungan rumah tangga rusak karena orang ketiga." Ucap Nelly menambahkan bumbu.
Memang sudah menjadi pusat perhatian, saat ini mereka menatap Melly dengan tatapan tidak bersahabat, apa lagi para ibu-ibu yang saat ini dengan terang-terangan memberikan komentar tidak sedap.
__ADS_1