Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
Eps 32


__ADS_3

Vina saat ini sudah merasa sangat kesal karena melihat orang tuanya merasa terpojok, ia langsung saja menyalakan Nata.


"He, ini semua gara-gara kamu, Untuk apa kamu hadir ke acara ini, dasar tamu tidak di undang." Ucap Vina sambil menatap tajam ke arah Nata.


"Tentu saja saya berhak untuk hadir di acara ini, satu pemegang saham di perusahaan anda, jadi tidak ada salahnya jika saya dan adik saya menghadiri acara ini bukan." Jawab Nata sambil tersenyum sinis.


"Tuan Nelson saham anda sudah jatuh ke tangan saya sebanyak 30%, saya adalah pemegang saham tertinggi di perusahaan anda, jadi saya harap putri anda bisa menjaga sikap." Ucap Nata lagi sambil menatap ke arah Nelson.


Saat ini Nelson tengah kebingungan, apakah yang dikatakan oleh Nata memang benar adanya, atau yang di katakan Nata hanya bualan saja, tetapi jika memang benar darimana Nata mendapatkan saham sebanyak itu.


"Sebaiknya sekarang kita segera pulang, jika harus berlama-lama di sini rasanya sungguh sangat tidak enak." Ucap Lio setelah merasa puas ia sudah tidak ingin lama-lama lagi.


"Baiklah, tuan Nelson saya pamit undur diri, ingatkan kepada anak dan istri anda untuk bersikap sopan." Ucap Nata sebelum meninggalkan aula.


Nata juga tidak lupa untuk berpamitan kepada orang tua dari Reno, Endi dan El, tetapi cara berpamitan nya jauh lebi sopan dan juga enak di bandingkan ia berpamitan dengan Nelson.


Sepeninggalan Nata dan juga Lio, para tamu datang pun berpamitan dan juga ada yang pulang tanpa berpamitan.


-


-


-


Saat ini Nelson dalam keadaan mood yang tidak baik, Ya sudah menghubungi sekretarisnya untuk menanyai kebenaran yang di katakan oleh Nata.


Sungguh tidak menyangka jika Nata memegang saham sebanyak itu, dari mana Nata bisa mendapatkan saham sebanyak itu, tentu saja hal ini bisa membahayakan posisinya.


Omongan dan juga ancaman-ancaman yang sudah diberikan oleh natta bukanlah sekedar omong kosong, sekarang Nata benar-benar membuktikan secara perlahan-lahan, maka daripada itu ia harus lebih hati-hati.

__ADS_1


"Kalian berdua jangan sampai mencari masalah dengan Nata dan juga Lio." Ucap Nelson kepada putra dan putrinya.


"Hmmm, memangnya kenapa ?" Tanya Vina kenapa sekarang ayahnya mala melarang ia untuk macam-macam dengan Nata, apa karena hal yang tadi.


"Dia saat ini sangat sangat berbahaya, lebih baik kita menghindari dan tidak mencari masalah dengan Nata dan Lio, mereka bisa saja memutar balikkan keadaan." Ucap Nelson lagi yang tampak terlihat sangat serius.


"Baiklah kalau memang begitu, kami tidak akan mencari masalah lagi dengan mereka." Ucap Niko mengikuti perintah dari ayahnya.


Sedangkan saat ini Vina sedang berdiam diri, ini sudah benar-benar ingin untuk menghancurkan Nata, mana bisa Nata memiliki hak dan kekuasaan di perusahaan ayahnya, ini sungguh hal yang tidak bisa dibiarkan.


Memikirkan berbagai macam cara untuk bisa menyingkirkan Nata, karena Natal adalah sosok ancaman yang sangat sangat berbahaya jika kita lengah sedikitpun.


"Sial pesta tahun ini sungguh menjadi kacau karena anak itu, awas saja." Kesal Nelson yang sejak tadi marah-marah di dalam kamar.


"Sayang apa kamu baik-baik saja ?" Tanya Melly yang pada akhirnya memberanikan diri.


"Apa menurutmu aku sekarang baik-baik saja, kita benar-benar dalam bahaya jadi peringati pada mereka untuk tidak berurusan dengan Nata dan Lio." Jawab Nelson dengan wajah datarnya.


Hanyalah seorang ibu rumah tangga yang saat ini tidak memiliki keahlian sama sekali dalam berbisnis, sejak dulu ia selalu mengandalkan uang yang diberikan oleh Nelson.


-


-


-


Berbeda dari Nelson yang sedang kacau di rumahnya, saat ini Nata dan juga Lio Tengah berada di ruang televisi, sedang tertawa puas karena berhasil mempermalukan Nelson di depan umum.


"Kak, kamu benar-benar keren tadi, Aku sungguh tidak menyangka jika kakak bisa membuat mereka kehilangan harga diri." Ucap Lio tidak ada henti-hentinya untuk memuji Nata.

__ADS_1


"Berhenti untuk berbicara seperti itu, aku sudah bosan mendengarnya." Ucap Nata dengan sedikit kesal, tampaknya kali ini Lio sungguh berlebihan.


"Baiklah-baiklah, rasa mereka tidak akan pernah untuk mencari masalah dengan kita dalam beberapa waktu ini, Nelson pasti sudah memperingati putra dan putrinya untuk tidak mencari masalah dengan kakak dan aku." Ucap Lio lagi sambil tersenyum kecil.


"Yah, mungkin saja seperti itu." Jawab Nata.


Terus terus-menerus untuk membicarakan mengenai rencana yang akan mereka jalankan, tentu saja rencana-rencana yang akan membuat Nelson secara perlahan-lahan jatuh.


HBaik Nata atau pun Lio mereka sudah menyediakan rencananya masing-masing untuk menjatuhkan Nelson, mereka berdua memilih untuk bermain secara rapi, sehingga membuat Nelson tidak menyadari jika ia akan terjatuh ke dalam jurang.


Baik Nata maupun Lio mereka sama-sama tidak akan melepaskan Nelson, apa yang sudah diperbuat Nelson harus di bayar mahal.


"Kak, Kakak kan lulus kakak akan lanjut dimana ?" Tanya Lio kepada Nata.


"Sepertinya Kakak akan melanjutkan di luar negeri." Jawab Nata sambil menatap Lio.


Tampaknya Lio kurang menyukai keputusan dari kakaknya, dia sama sekali tidak ingin untuk berjauhan dari sang kakak, nanti siapa yang akan menjaga kakaknya jika kakaknya berkuliah di luar negeri.


"Kamu tenang saja, kakak pasti bisa untuk menjaga diri sendiri, Kamu tidak usah khawatir." Ucap Nata yang mengerti akan mendapat penolakan dari Lio.


Lio yang mendengar itu hanya mendesah pasrah, ya sama sekali tidak bisa berkutik jika yang meminta adalah kakaknya sendiri.


Nata tersenyum geli melihat adiknya seperti itu, ia tahu memang akan sedikit sulit untuk berjauhan dari adiknya, sunggu ia tidak memiliki pilihan lain.


Ini adalah karya saya yang ke-6, karya ini saya buat sesuai dengan pemikiran dan juga imajinasi saya secara pribadi, Saya harap karya Saya tidak di copyright, karena saya mengetik pakai tangan dan memakai otak sebagai alat berpikir, bisa kalian bayangkan jika karya kalian di coppy oleh orang lain, bagaimana dengan perasaan kalian ? Kalian bisa menjawabnya dalam hati kalian masing-masing.


Yang kedua Saya ingin meminta bantuan kepada seluruh pembaca novelku, mohon banget buat di bantu Vote dan juga Like.


Tidak punya vote dan like kalian bisa membuat saya lebi termotivasi untuk menulis, karena dengan adanya Vote dan juga Like kalian semua tahu ini banyak orang yang menunggu karya ini di up, saya mohon sebesar-besarnya untuk bantu Vote, Like.

__ADS_1


Juga bukan hanya satu atau dua orang yang sering mempromosikan karyanya, saya secara pribadi tidak pernah melarang ataupun menghapus komentar-komentar kalian, Saya menghargai usaha kalian untuk mengenalkan karya kalian kepada orang lain,  tetapi saya mohon baca dululah karya saya dan tinggalkan jejak Like, Vote agar kalian bisa lebi menghargai penulis, Mohon untuk tidak hanya sekedar memberikan promosi tetapi baca dan hargai juga.


Jangan lupa like comment dan juga vote yah teman-teman, doain terus biar semua kotak dan juga saraf-saraf saya berjalan dengan lancar agar bisa lebi banyak up he he he.


__ADS_2