
Ucapan istri dari Pak Ilham terus terngiang-ngiang di kepalanya, yang dikatakan wanita tersebut memang benar adanya, iya harus tumbuh menjadi gadis yang kuat seperti bundanya,ia tidak bisa dan bole menjadi gadis yang lemah.
"Baik pak bu, kalau begitu Sekarang saya pamit undur diri dulu ya." Ucap Nata setelah cukup lama berbincang-bincang dengan pak Ilham dan juga istri dari pak Ilham.
"Baik, kalau kamu membutuhkan sesuatu Kamu jangan segan-segan untuk menghubungi kami, kami akan menerima kamu dan adik kamu dengan tangan terbuka." Ucap istri pak Ilham.
" Terima kasih bu, pak." Jawab Nata dengan senyum tulusnya.
Pak Ilham dan istrinya Indy memiliki anak lima, yang pertama kuliah semester 3 di luar negeri bernama Risky putra, yang kedua dan ketiga kembar berjenis kelamin perempuan dan laki-laki yang diketahui satu sekolah dengan adiknya Lio, dan yang terakhir adalah dua kembar di bwh Lio mereka berjenis kelamin perempuan.
Risky putra, Rendi Putra, Reisya Putri, nindi dan nandi Putri mereka adalah anak-anak pak Ilham.
Berpamitan dan juga langsung menuju sekolah Lio, untuk mendaftarkan diri atau untuk mendaftarkan dirinya sebagai siswi baru.
Selamat di dalam perjalanan menggunakan taksi Nata hanya berdiam diri saja, memikirkan apa yang harus ia lakukan selanjutnya, sekarang Nata memikirkan Bundanya sudah pergi jauh dan tak bisa dicapai lagi, sedangkan ayahnya sudah memiliki keluarga baru, satu-satunya yang ia punya adalah Lio, maka daripada itu ia tidak ingin berjauhan dari Lio adiknya.
Tidak lama akhir Nata sudah sampai di A'Internasional School, tanpa membuang-buang waktu atau langsung bertanya kepada satpam yang ada di depan.
" Pak Apa saya bisa bertanya ?" Tanya Nata kepada pak satpam dengan sopan.
__ADS_1
"Ada yang bisa saya bantu ?" Tanya satpam tersebut dengan ramahnya.
" Tunjukkan saya di mana letak tata usaha sekolah ?" Tanya Nata dengan suara yang terdengar sangat ramah.
"Mari saya antarkan." Ucap satpam tersebut, sebagai tanda setuju Nata menganggukan kepala.
Nata mengikuti Pak satpam tersebut sampai di depan ruang tata usaha, tidak lupa Mengucapkan terima kasih kepada satpam tersebut.
"Terima kasih pak." Ucap Nata sambil tersenyum.
"Sama-sama, Apa Anda masih membutuhkan bantuan ?" Tanya satpam tersebut memastikan jika gadis di bawah umur yang berada di depannya sudah tidak mengalami kesulitan.
Satpam sekolah tersebut tidak menjawab dan langsung meninggalkan Nata, tetapi satpam tersebut sedikit menunjukan senyum ramahnya.
Sepeninggal satpam, dengan segera datang mengetuk pintu, cara mendapat persetujuan dari dalam dengan segera ia memasuki ruangan tersebut.
"Permisi, selamat siang." Ucap Nata dengan sopan.
"Selamat siang, Apa ada yang bisa kami bantu ?" Tanya orang berada di dalam ruangan tata usaha.
__ADS_1
" Saya ingin mendaftarkan diri sebagai murid baru di sekolah ini." Ucap Nata to the point.
"Bisa saja, mengisi daftar-daftar atau berkas-berkas ini, jika ada yang kebingungan kamu bisa menanyakan kepada saya." Ucap ibu2 tersebut.
"Baik, kalau begitu saya akan mengisi semua berkas-berkas ini sekarang." Ucap Nata sambil ambil alih berkas-berkas yang dipegang oleh ibu tata usaha.
Setelah sekiranya hampir 15 menit, Nata yang fokus mengisi berkas-berkas tersebut Akhirnya selesai juga, memberikan atau mengembalikan berkas tersebut.
"Sekarang kamu tinggal urus administrasi di sebelah sana." Ucap ibu tersebut." Ucap ibu-ibu tersebut, sambil menunjuk ke arah meja yang berada di pojok.
" Baik bu terima kasih." Jawab Nata.
Segera beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke tempat dimana ia harus mengurusi biaya administrasi.
"Baiklah kamu sekarang bisa langsung membayar uang pertama sebanyak 250 juta, dan kamu juga bisa membayar 30 juta untuk bulan pertama, dan di tambah dengan biaya keperluan semacam seragam buku dan lain-lain sebanyak 10 juta, total yang harus kamu bayar sebanyak 290 juta." Ucap bapak-bapak tersebut menjelaskan secara terperinci berapa dan untuk apa uang yang dibutuhkan.
"Baik pak, saya akan membayar cash." Ucap Nata, sambil mengambil tasnya, dan mengeluarkan segepok uang sesuai dengan total yang diminta atau yang dibutuhkan.
"Baik, kalau begitu, kamu bisa pergi ke koprasi untuk mengambil barang-barang ini, kamu bisa mengatakan nomor induk baru kamu dan juga membawa surat ini." Ucap bapak tersebut, sambil memberikan sepucuk surat.
__ADS_1
Akhirnya urusan ia di sekolah sudah selesai, dan juga besok ia sudah bisa bersekolah kembali :)