Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
Eps 97 / Author kena omel chek.


__ADS_3

Hallo semua, jangan lupa like, komen dan vote yah, ini author da panjangin loh hehe.


curhatan author ( Tadi author lupa ikut metting osis, terus banyak yang keteteran jadi maaf ga jadi up banyak deh hr ini.)


Mereka berempat keluar dari kantin tampaknya salah satu dari antara mereka lupa mengambil barang pribadi yang cukup penting, yah orang tersebut tidak lain adalah Nata yang tidak sengaja meninggalkan handphonenya di meja kantin kampus.


Nata dan yang lain tidak langsung menyadari akan hal tersebut, akan tetapi lelaki yang bernama Jonathan tersebut ternyata menduduki tempat dimana mereka duduk sebelumnya.


Mata Jonathan melihat jika ada handphone yang tertinggal di meja tersebut, ia menatap sekitar dan tampak handphone tersebut tidak bertua, ketika ia melihat wallpapper dari handphone tersebut, ternyata gambarnya adalah seorang wanita cantik.



"Lucu." 1 kata yang keluar dari Jonathan menandakan jika ia merasa tertarik dengan wanita yang ia lihat.


Ia mengedarkan pandangannya mencari wanita tersebut akan tetapi ia tidak menemukan apa yang ia cari, ia berjalan menuju ke salah satu petugas kebersihan.


"Pak." Sapa Jonathan kepada bapak kantin tersebut.


"Yah dek, Apa ada yang bisa saya bantu ?" Tanya bapak tersebut.


"Nanti jika ada orang yang mencari handphone yang tidak sengaja tertinggal, tolong berikan kartu Namaku." Ucap Jonathan sambil memberikan kartu namanya.

__ADS_1


"Baik nak." Jawab bapak tersebut.


Setelah itu Jonathan langsung saja meninggalkan area kampus, Iya terlebih dahulu berjalan menuju ke arah parkiran kampus, parkiran tersebut adalah tempat dimana orang-orang VIP memarkirkan kendaraan mereka.


Jonathan adalah salah satu pemegang saham di kampus tersebut, Jonathan mempunyai sejumlah saham yang tidak sedikit di Stanford University maka dari pada itu Ia mendapatkan fasilitas tempat parkir VIP.


Berbeda halnya dengan Jonathan yang pergi dengan keadaan tenang tanpa ada beban, saat ini Natal merasa ada yang kurang dengan dirinya.


" Nadine apa kamu melihat ponselku ?" Tanya Nata kepada Nadine.


"Tidak, bukannya tadi kamu pakai saat kita berada di kantin ?" Tanya balik Nadine.


"Astaga, apa jangan-jangan handphone ku ketinggalan di kantin kampus ?" Tanya Nata panik, karena banyak berkas penting yang berada di dalam handphonenya dan banyak tugas yang ia simpan di handphone tersebut serta Kenangan bersama dengan bundanya.


"Sepertinya sekarang aku harus kembali lagi ke kampus." Ucap Nata bergegas merapikan diri.


Nadine tidak mungkin membiarkan Nata pergi sendirian, dia langsung saja ikut bergegas merapikan diri dan mengikuti Nata pergi ke kampus.


Saat ini mereka sudah berada di apartemen karena tiba-tiba saja Keisha dan juga Ken mendapat telepon dari kedua orangtua dan diminta untuk segera pulang.


Nata menyetir dengan kecepatan diatas rata-rata dengan harap-harap cemas Sedangkan untuk Nadine Ia hanya bisa berdoa agar supaya keduanya bisa sampai di kampus dalam keadaan selamat sentosa mengingat cara menyetir Nata yang tidak santai.

__ADS_1


Ketika mereka memasuki pekarangan sekampus Nata langsung sejak memarkirkan mobil, dan langsung berlari kearah kantin tempat dimana ia dan juga ketiga sahabatnya makan.


Ketika sampai di kantin ia bisa melihat jika meja yang tadi mereka pakai untuk makan sudah dibersihkan , bisa saja sudah ada orang yang makan di tempat tersebut, Natal langsung saja bergegas menanyakan kepada petugas kebersihan.


"Permisi pak, apa saya boleh bertanya ?" Tanya Nata yang tampak sedikit ngos-ngosan.


"Iya dek, apa ada yang bisa bapak bantu ?" Tanya bapak-bapak tersebut.


"Begini pak tadi handphone saya ketinggalan di salah satu meja, apa bapak bisa membantu saya menanyakan kepada petugas yang lain bilamana ada yang menemukan handphone saya, saya akan mengganti uang tunai." Ucap Nata kepada bapak-bapak tersebut.


" Tunggu sebentar ya dek, bapak tanyakan dulu kepada yang lain." Ucap bapak tersebut yang tampak pergi mengunjungi teman-temannya untuk menanyakan apabila ada orang yang menemukan handphone tersebut.


"Tadi ada yang menemukan handphone, Jika kamu ingin mengambilnya, kamu bisa menghubungi nomor yang ada di kartu ini." Ucap bapak tersebut sambil menyerahkan kartu yang ia bawa.


"Baik pak, terima kasih." Jawab Nata menunduk sebagai tanda hormat.


Nata dan Nadine langsung saja menuju ke parkiran dan sesampainya mereka di parkiran mereka Langsung saja menghubungi nomor tersebut, tapi sayang nomor yang mereka tuju tidak aktif atau di luar jangkauan.


" sebaiknya sekarang kita kembali lagi ke apartemen, nanti kamu bisa menghubungi orang tersebut ketika kita sudah sampai di apartemen." Ucap Nadine.


"Baiklah." Jawab Nata.

__ADS_1


Akhirnya kedua orang tersebut kembali ke apartemen dan yang menyetir adalah Nadine karena Nata sibuk menghubungi orang tersebut, ia berharap bisa menemukan handphone nya karena semua kenangan bersama Bunda nya ada di dalam handphone tersebut.


__ADS_2