Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
LEMBARAN BARU - EXTRA PART 2


__ADS_3

Natalia Chrisly, gadis yang sukses dengan setiap usaha yang ia jalani di dukung dengan orang - orang terdekat ia mampu melewati setiap lika liku kehidupan yang ada.


"Aunty, jadi kita akan menginap dirumah Uncle Xa ?" Tanya Harvy dengan alis stengah naik.


"Yah, apa kau menyukai ide ini ?" Tanya Nata dengan senyum kecil yang menghiasi wajah manis - nya.


"Tentu, aku merindukan grandma Lusi." Jawab Harvy dengan senyum mengembang, sejak nyonya Alexander meninggal Harvy jadi kehilangan sosok oma, tapi dengan ada - nya keluarga Xavier, Harvy jadi lebih baik.


"Baiklah, sekarang ayo temui Uncle Xa, ia menunggumu dibawah, katakan sebentar lagi aunty akan segera turun." Ucap Nata dengan mengelus puncak kepala Harvy.


"Okee, bye." Jawab Harvy patuh, setengah berlari ia menuruni tangga dan mencari keberadaan uncle Xa.


Ruang Keluarga.


"Uncle aku menemukanmu, apa kabar ?" Tanya Harvy dengan senyum kecilnya.


"Hai boy, aku baik dan bagaimana dengan kabarmu ?" Jawab Xavier dengan senyum manisnya, Setiap melihat Harvy membuat ia ingin segera memiliki anak.


"Sekolahku baik, hanya keadaannya yang membuatku terkadang kesal, kau tahu itu Uncle." Jawab Harvy dengan cemberut.


"Hahaha, baiklah ceritakan pada uncle gadis mana lagi yang mengganggu - mu." Tawa Xavier terdengar menyebalkan untuk Harvy.

__ADS_1


"Celine, gadis itu tidak berhenti mengganggu kehidupanku, dia membawahkan aku roti dengan isi kacang dan tidak lupa tuperware - nya berwarna pink dengan dihiasi gambar Hello kitty, jika aku tidak menerima - nya ia akan menangis." Curhat bocah usia 12 Tahun itu.


"Dia agresif sekali, apa kau menyukai - nya ?" Tanya Xavier dengan alis yang dinaik turunkan.


"Pertanyaan yang tidak masuk akal, jelas sekali gadis itu mengganggu kehidupanku dan uncle bertanya "kau menyukai - nya ?" ... oh pertanyaan itu sungguh terdengar sangat amat menyebalkan." Cibir Harvy.


Xavier pria matang itu hanya tertawa saja mendengar cibiran Harvy, bocah tampan ini sering mengeluh dengan gadis - gadis disekolah yang senang mengejarnya, memberika roti kacang dan tempat hello kitty astaga menghibur sekali.


"Kalian sedang berbicang apa hmm, terdengar sangat seru." Suara lembut itu ahh siapa lagi kalau buka Nata.


"Aunty, lihatlah uncle selalu mengejek - ku." Aduh Harvy dengan kesalnya.


"Tidak tidak, aku tidak mengejeknya, aku hanya bertanya dan dia sedikit tersinggung." Sambung Xavier dengan segera saat kekasih hatinya menatap ia dengan mata yang disipitkan.


"Yah benar, malam ini aku tidur akan ditemani oleh aunty dan grandma, untuk uncle sudah dewasa jadi bisa tidur sendirian." Timpal Harvy bersemangat.


Drettt, drettt..


"Ponselku, ayo coba tebak siapa yang menelepon." Ucap Xavier dengan usilnya.


"Grandma, itu pasti grandma." Jawab Harvy segera.

__ADS_1


"Geral, astaga kau salah boy." Jawab Xavier sebelum menolak panggilan telepon.


"Kenapa kau tidak mengangkatnya, mungkin itu hal penting ?" Tanya Nata dengan lembut.


"Tidak, saat ini adalah waktu keluarga dan aku tidak ingin ada yang mengganggu, kau pasti setuju bukan boy ?" Xavier meminta dukungan Harvy untuk itu.


"Yah tentu saja, yang lain tidak boleh mengganggu." Jawab Harvy dengan tegas, tidak lupa bocah tampan ini sudah tidak cadel lagi yah guys ia sudah bisa menyebut semua huruf tanpa terpeleset lagi.


Menuju kediaman utama keluarga Xavier mereka menggunakan satu unit bmw dengan di ikut satu unit rubicorn yang berisi pengawal khusus.


Sepanjang perjalanan di isi dengan cerita - cerita Harvy tentang para gadis yang mengejar - ejar dirinya, dan masih banyak lagi.


Dua puluh menit mereka tiba disalah satu perumahan elit kelas atas, satu blok hanya di isi 3 rumah yang berhadap - hadapan.


"Aunty, kenapa kita tidak tinggal diperumahan yang sama dengan uncle Xa, apa uang kita tidak cukup untuk tinggal disini ?" Tanya Harvy.


"Bukan tidak cukup, Aunty hanya tidak ingin membiarkan rumah peninggalan grandma kosong, selain kita berdua tidak ada lagi yang akan tinggal disana." Jawab Nata dengan senyum kecil.


Nata hanya ingin tinggal dirumah grandmanya sebelum ia dipersunting Xavier, jadi bukan uang yang tidak cukup karena bagaimanapun kekayaan Nata hampir sebanding dengan Xavier, mereka berada dikelas yang setara.


"Kita sudah sampai ayo turun, lihat ada yang sudah menunggu." Xavier sebelum Nata bersedih karena mengingat almarhum ny. besar Alexander.

__ADS_1


"Paman, aku tidak terlalu berat untuk digendong hehehe." Cengir Harvy dengan mata yang dibuka tutup.


"Kau ini, ayo naik." Meskipun dengan wajah yang dibuat galak, Xavier tetap bersedia menggendong Harvy.


__ADS_2