Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
Episode 110 ~ Pemandangan langkah.


__ADS_3

Hallo semuanya, jangan lupa buat Like, Komen dan Vote yah, please gaes buat Vote :).


Jangan lupa juga mampir ke karya baru aku, kalian bisa cek di profile, judulnya "Putri Bungsu." Terima kasih & Selamat menikmati.


Hari ini Nata mengikuti setiap mata kuliah seperti biasanya, ia tampak begitu semangat karena hari ini ia akan menghabiskan waktu bersama dengan adik-adiknya.


Hari ini Nata memikirkan kenapa ia bisa dengan mudah mengingatkan Jonathan untuk ikut, apakah karena perubahan Jonathan yang tidak semena-mena lagi, atau karena yang lain, akan tetapi Nata menepis semua pemikirannya tersebut.


Jonathan menghampiri Nata terlebih dahulu di kelas, karena Jonathan hanya memiliki kelas sampai jam 1 saja berbeda dengan Nata yang mengikuti kelas sampai jam 2.


"Nata." Ucap Jonathan kepada Nata.


"Eh hi." Jawab Nata sambil tersenyum.


Jonathan sama sekali tidak menyangka jika yang Saga katakan bisa memberikan dampak yang sangat besar, ini adalah pertama kali di mana Nata menjawab sapaan Jonathan dengan senyum ikhlas, karena biasanya Nata akan menjawab dengan ketus.


"Apakah nanti kamu akan satu mobil dengan adikmu ?" Tanya Jonathan, sebenarnya ia ingin Nata satu mobil dengan dirinya, akan tetapi ia harus menahan diri untuk tidak memaksa.


"Sepertinya tidak, Karena tadi aku menggunakan mobil." Jawab Nata mengingat dirinya membawa mobil ke kampus.

__ADS_1


"Oke." Jawab Jonathan.


Mereka berdua berjalan beriring iringan ke arah parkiran yang sudah disiapkan oleh kampus, Jonathan memarkirkan mobil di parkiran umum khusus mahasiswa agar bisa berdekatan dengan mobil Nata.


Pemandangan tersebut tentu saja tidak disia-siakan oleh para penggemar Nata dan juga Jonathan. Mereka banyak yang mengambil gambar ketika keduanya berjalan bersama sambil tersenyum, jarang-jarang mereka bisa melihat senyum dari Jonathan.


Dan sudah bukan rahasia umum jika Jonathan yang mengejar-ngejar Nata secara terang-terangan, Jonathan lah yang selalu terlihat agresif berbeda dengan Nata yang selalu menolak dengan ketus, bahkan ketika Jonathan membuat Nata kesal, Nata tidak akan segan-segan untuk berteriak di depan muka Jonathan, tapi kali ini tampaknya Jonathan sudah berhasil menaklukkan Nata.


Seperti yang dikatakan oleh Lio jika ia akan datang dan menjemput kakaknya di kampus, mereka bertemu di parkiran kampus.


"Nata, sepertinya itu adikmu." Ucap Jonathan ketika tidak melihat kehadiran Lio.


Mereka berdua berjalan beriringan menghampiri Lio yang tampak sedang berdiri di depan lobby kampus, Lio tampak begitu keren sehingga menyebabkan perhatian mahasiswa yang ada.


"Hi." Sapa Nata.


Tanpa aba-aba Lio langsung memeluk sang kakak sebagai balasan sapaan, pemandangan tersebut membuat mahasiswa-mahasiswi menjadi kaget karena saat ini Nata sedang bersama dengan Jonathan, pasalnya mereka belum mengetahui siapa lelaki tampan tersebut.


"Kenalin ini Jonathan." Ucap Nata memperkenalkan Jonathan kepada adiknya.

__ADS_1


"Hi, aku Natalio." Ucap Lio memperkenalkan dirinya kepada Jonathan.


"Jonathan, senang bertemu dan berkenalan dengan kamu." Jawab Jonathan dengan seramah mungkin.


Jonathan harus bisa mencuri perhatian dari Lio agar memudahkan dirinya mendekati Nata, para mahasiswa mahasiswi tertegun melihat sifat ramai yang ditunjukkan oleh Jonathan, pasalnya selama ini Jonathan selalu bersikap dingin terhadap siapapun terkecuali kepada Nata.


Setelah mereka meninggalkan area kampus mahasiswa mahasiswi pun berbisik-bisik.


"Pria tampan tersebut mirip dengan orang yang selalu berada di sosial media Nata." Ucap mahasiswa 1.


"Apa jangan-jangan yang tadi adalah adik dari Nata, makanya Jonathan bersikap baik." Jawab temannya.


"Bisa saja, karena selama ini Jonathan tidak pernah bersikap hangat ataupun ramah terhadap siapapun." Ucap mahasiswa 1 lagi.


" Kalau benar lelaki tampan tersebut adalah adik dari Nata, Maka aku harus bisa berteman dengan Nata agar supaya bisa berdekatan dengan lelaki tampan tersebut." Jawab temannya.


"Sudah sudah, kamu tidak usah bermimpi terlalu tinggi, karena orang seperti kita tidaklah cocok untuk berteman dengan Nata yang hampir mencetak angka 100." Ucap mahasiswa 1 mengingatkan temannya.


Dan tentu saja masih banyak lagi omongan-omongan para mahasiswa mahasiswa yang berada di kampus, berita panas mengenai Jonathan dan juga Nata belum padam, akan tetapi kembali pula berkobar mengenai sosok pria tampan.

__ADS_1


__ADS_2