
Pada saat ini mereka sedang berada di hotel bintang lima, karena Nata memutuskan untuk menginap di hotel untuk sementara waktu, Lio sama sama sekali tidak menolak, bi Ina pun demikian.
"Untuk sementara waktu tinggal di sini dulu yah, sampai kita bisa menemukan tempat tinggal baru." Ucap Nata kepada adiknya Lio.
"Baik kak, sekarang sebaiknya kakak segera beristirahat, jangan sampai kakak mala jatuh sakit karena kelelahan." Ucap Lio kepada Nata penuh perhatian dan juga kasih sayang.
"Baik Kamu juga jangan lupa istirahat,jangan terlalu kebanyakan pikiran." Ucap Nata kepada adiknya sambil tersenyum.
"Dan Kalian bertiga, Terima kasih banyak sudah membantu bawa barang-barang kami ke hotel, sekarang Nata istirahat dulu yah." Ucap Nata yang berahli kepada ketiga sahabat dari adiknya.
"Sama-sama kak Nata, tidak perlu sungkan seperti itu." Jawab Endi mewakili dengan senyum manis.
Sebenarnya ketika sahabat Lio sudah menawarkan tempat untuk tinggal sementara waktu, dan Nata ia menolak secara halus, ia tidak ingin merepotkan sahabat dari adiknya Lio.
Nata langsung pergi beristirahat, dan meninggalkan Lio dan juga ketiga sahabat Lio adiknya, sedangkan bi Ina jadi sudah mulai membereskan barang-barang.
__ADS_1
Balik lagi ke tempat Lio dan kawan-kawan.
"Lu mau sampai kapan tinggal di hotel ini ?" Tanya Reno kepada Lio dengan tatapan datar.
"Mungkin sampai gua dapat tempat tinggal yang baru yang nyaman dan cocok untuk kakak gw." Jawab Lio sambil memainkan handphonenya.
" Apakah sebaiknya lo tinggal di salah satu apartemen gue, apartemen gue nggak ada orang yang nempatin." Ucap Endi kepada Lio, sekian kalinya Endi menawarkan apartemen kosongnya kepada Lio.
" Lu tau sendiri ka Nata orangnya kayak gimana, dia pasti bakalan menolak karena tidak enak jika harus membuat lu repot-repot seperti itu." Jawab Rio seperti biasanya, ia juga sudah bosan menjelaskan untuk kesekian kalinya.
"Huftt, gue nggak bisa, gue menghargai niat baik lu, tapi bagaimanapun semua keputusan ada di Kak Nata, kalau gua butuh apa-apa nanti gue minta ke elu deh, tapi untuk tempat tinggal sementara waktu Kayaknya nggak deh." Ucap Lio berusaha membujuk sahabatnya agar tidak kesal.
" Baiklah kalau begitu, deal, gue nggak keberatan sama sekali, kalau bohong awas aja." Sedikit ancaman di belakang Endi menjawab.
"Bawel banget sih lo." Kali ini bukan Lio yang menjawab, tetapi Reno yang sejak tadi hanya diam saja.
__ADS_1
" Apaan sih lo orang gua ngomong sama lo." Sinis Endi pada Reno.
Sedangkan kedua sahabatnya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua orang tersebut, El dan Lio biasa jika melihat kedua sahabatnya bertingkah seperti itu, Jadi mereka sudah tidak kaget lagi.
Sebenarnya teman Lio bukan hanya mereka bertiga, tetapi masih banyak lagi, Lio terkenal di sekolahnya Bahkan ia sangat akrab dengan kakak kakak kelas dan juga teman seangkatannya, Lio terkenal ramah terhadap orang yang iya kenal.
Lio juga bukan tipe orang yang suka membeda-bedakan, bahkan memilih-milih teman, ia akan berteman dengan orang yang baik kepadanya, Tapi satu yang Lio tidak suka.
Tidak disukai oleh Lio adalah wanita yang suka berdandan mennor, atau lebi tepatnya wanita dan gadis yang kegatalan, ia sangat alergi dengan wanita seperti itu, lihat wanita seperti itu rasanya Lio ingin muntah.
Oleh sebab itu wanita-wanita yang berada di sekolahnya kebanyakan memiliki kecantikan alami tanpa make up, tapi bukan berarti di sekolah Lio tidak memiliki wanita yang seperti cabe-cabean, meskipun tidak banyak tetap aja ada.
Ohiya, satu yang perlu kalian tahu Lio dan Nata tidak satu sekolah, Nata bersekolah di Kasih Bunda school, dan Lio berada di sekolah A' Internasional School.
Okay guys, ampe sini dulu yehh, byee :)
__ADS_1