Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
S2 ~ Rencana / Kantor


__ADS_3

...Jangan lupa Like, komen dan juga vote yah, serta hadiah yang di tunggu - tunggu author....


Nata, Lio, El,Endi dan juga Reno saat ini mereka berada di apartement milik Nata, tampak duduk dengan beberapa cemilan ditemani minuman di atas meja.


"Jadi bagaimana, apa kalian setuju ?" Tanya Nata sambil menatap keempat adik tampannya.


"Yah, tentu saja kami setuju." Jawab Endi mewakili yang lainnya.


"Baiklah, sekarang sebaiknya kalian segera beristirahat, dan jangan sampai lupa menjaga kesehatan dengan baik." Ucap Nata lagi memberi nasehat.


"Tenang saja kak, kami tentu akan menjaga kesehatan dengan baik, kakak tidak perlu khawatirkan kami berempat, sekarang kakak hanya perlu fokus dengan kesehatan kakak jangan terlalu bekerja keras." Sekarang Reno yang menjawab, ah tidak lebih tepatnya Reno berbalik memberi nasehat dan di angguki oleh yang lain.


"Baiklah - baiklah, kakakkan memang berencana mengurangi perkerjaan dan menghabiskan waktu bersama kalian." Jawab Nata dengan sedikit terkekeh di akhirnya.


Nata bukannya tidak mengerti atau bahkan tidak tahu jika keempat adiknya sering merasa kesal karena dirinya yang terlalu sibuk bekerja, sekarang setelah mendapat pencerahan dari sang sahabat Nata menjadi sadar jika berkerja terus tidak akan ada habisnya.


"Kau yang terbaik kak." Saut El dan juga Lio.


"Tentu." Jawab Nata dengan sombongnya.


"Ohiya, El bagaimana hubunganmu dengan kekasihmu ?" Tanya Nata setelah mengingat El tidak curhat lagi dengannya.


"Baik kak, semuanya baik - baik saja." Jawab El sambil tersenyum.


"Baguslah jika seperti itu, dan kalian bertiga kapan akan memiliki kekasih hmm, apa ia tidak ada yang merasa tertarik dengan kalian bertiga hmm ?" Tanya Nata berahli kepada ketiga adik tampannya yang masih menyendiri.


"Ayolah kak, kau saja belum laku." Jawab Endi sambil memelas.


"Hei, kakak itu bukannya belum laku hanya masih ingin menikmati hidup bebas saja." Bantah Nata, ish Endi itu adalah yang paling sering meledeknya.

__ADS_1


"Baiklah, perempuan selalu merasa benar." Ujar Endi lagi, ia tidak memiliki kemampuan lebih untuk melawan kakak perempuannya hingga membuat ketiga sahabatnya terkekeh geli.


"Ishh kau ini, aku hanya mengatakan yang sebenarnya saja." Kesal Nata yang masih bisa didengar oleh keempat adik tampannya.


"Baiklah - baiklah aku mengaku kalah." Eluh Endi lagi.


"Yah sudah, kakak mau istirahat dulu, kalian ingin kembali ke apartement kalian atau mau menginap disini saja ?" Tanya Nata kepada adik - adiknya.


"Sepertinya kami akan menginap disini saja kak." Ujar Lio, di angguki oleh ketiga sahabatnya.


"Baiklah, kalau begitu kakak mau tidur dulu yah." Ujar Nata sebelum meninggalkan mereka diruang santai.


"Byee, mimpi indah." Ujar Nata sebelum benar - benar menghilang dari pandangan mereka.


"Baiklah, sepertinya kita harus menyediakan rencana cadangan untuk nanti." Ujar Reno setelah memastikan Nata tidak ada lagi.


Next.


Keesokan harinya Nata tampak sudah siap dengan pakaian kerjanya, sedangkan keempat adiknya tampak sudah siap dengan baju casual untuk berangkat kuliah.


"Kak, tolong aku ingin yang rasa cokelat." Ujar Lio.


"Baiklah, ini." Ujar Nata setelah memberikan roti berisi cokelat didalamnya.


"Samakan saja." Ujar El, Endi dan juga Reno bersamaan sebelum Nata yang bertanya.


"Baik." Ujar Nata sambil tersenyum.


Nata tampaknya begitu senang bisa sarapan bersama keempat adiknya lagi, yah karena aktifitas mereka yang semakin banyak hingga sarapan bersama hampir tidak pernah lagi.

__ADS_1


"Ohiya kak, semalam ada yang datang mencarimu." Ujar Lio setelah menghabiskan rotinya.


"Siapa, apa Kenzo dan kenapa tidak membangunkan kakak ?" Tanya Nata tampak bingung.


"Bukan, yang datang itu kak Jonathan." Jawab Lio santai.


"Untuk apa dia kemari ?" Tanya Nata tampak penasaran.


"Tidak tahu, tapi katanya ia akan berkunjung ke kantor kakak." Lio menyampaikan niat Jonathan.


"Baiklah, terima kasih untuk informasinya, dan yah kakak sepertinya harus segera berangkat sekarang, kalian habiskan dulu yah makanannya dan hati - hati jika menggunakan kendaraan." Ujar Nata berpamitan, tidak lupa memberikan patuah kepada keempat adik tampannya.


"Baiklah, kak kau juga harus berhati - hati di jalan yah, ingat jika ada sesuatu segera hubungi kami berempat." Jawab Endi sambil tersenyum.


Nata berangkat ke perusahaan menggunakan mobil pribadinya, ia juga menyetir sendiri karena assisten pribadinya si Willy sudah harus kembali ke Indonesia subuh tadi untuk menghadiri jamuan makan malam rekan bisnis yang berada di Bali, Indonesia.


"Jonathan, untuk apa ia datang ke apartement, aku pikir dia sudah melupakan dimana letak apartementku." Batin Nata yang terus saja berpikir tentang Jonathan.


Sesampainya dikantor, tiba di lobby ia sudah disambut sapaan hangat para karyawan tidak lupa seorang lelaki dengan tatapan tajam serta aura dingin yang sedang duduk manis di lobby.


"Jonathan." Lirih Nata, perlahan tapi pasti ia mulai mendekat kearah Jonathan.


"Selamat pagi tuan muda, ada keperluan apa sehingga anda harus bertamu sepagi ini ?" Tanya Nata dengan tatapan datar serta terkesan dingin.


"Selamat pagi nona muda, senang bertemu dengan anda, apa kita bisa berbicara diruangan yang lebih privasi ?" Bukan menjawab, Jonathan mala mengajukan suatu permintaan yang berkedok pertanyaan.


"Kalau begitu, mari ikut saya ke atas." Ujar Nata lagi.


Pemandangan yang benar - benar menyilaukan, predir cantik Natalia Chrisly berjalan berdampingan dengan predir Jonathan, Jonathan CEO muda yang dikabarkan meninggalkan California sekitar dua atau tiga tahun lalu.

__ADS_1


__ADS_2