
Hari yang ditunggu - tunggu, akhir Natalia Chrisly & Xavier Alexander meresmikan hubungan mereka secara sah baik dari mata Tuhan dan mata hukum.
Pernikahan kedua pebisnis ternama menjadi sorotan utama media, Natalia gadis yang berhasil dengan setiap impiannya sekaligus cucu tunggal Alexander. Marselino Xavier pria tampan dengan segudang kekayaan yang ia miliki sekaligus pewasir tunggal seluruh harta keluarga Xavier.
Nata terlihat tersenyum lebar, ia begitu bahagia dengan status baru - nya sebagai seorang istri dari kekasih yang begitu ia cintai dan sebaliknya begitu mencintai-nya juga.
"Uncle Xa, apa malam ini kita akan tidur bertiga ?" Tanya bocah tampan yang tak lain adalah Harvy.
"Yah tentu saja, itu ide yang menarik." Jawab Marselino dengan senyum manis, tanpa ada rasa keberatan.
"Benarkah, uncle tidak sedang mencoba untuk membohongiku ?" Tanya Harvy lagi untuk memastikan.
__ADS_1
"Yah." Jawab Marselino dengan yakin.
malam pertama benar - benar ada Harvy ditengah - tengah Marselino dan Natali, Marselino tampak sangat antusias mendengar semua cerita dari bocah tampan yang sebentar lagi akan beranjak remaja, sementara Renata gadis itu tampak tersenyum dalam diam. Ia begitu bersyukur karena Tuhan mengirim seorang pria tampan yang menjadi jodohnya adalah yang hangat terhadap keluarga. Seorang Marselino Xavier tidak hanya mencintai ia seorang karena Marselino juga tulus menyayangi seluruh anggota keluarga Natali.
"Harvy, bagaimana jika aunty dan uncle memiliki baby ?" Tanya Marselino penasaran akan tanggapan keponakannya.
"Baby, maksudnya aku akan segera memiliki seorang adik ?" Tanya Harvy dengan mata membola ia cukup kaget dengan pertanyaan tak terduga dari uncle Xa.
"Noo, aku ingin mempunyai adik, jadi kapan uncle akan mengenalkannya kepada - ku. Apa ia laki - laki atau perempuan ?" Tanya Harvy dengan pandangan berbinar. Lihatlah ia akan segera memiliki adik penantian yang cukup panjang mengingat sekarang ia berusia sembilan tahun.
Pancaran aura galak langsung menguar dari mata Nata begitu mendapati sang suami tidak seperti kebingungan memberi jawaban untuk Harvy, bocah tampan yang sudah ia anggap sebagai anak - nya sendiri.
__ADS_1
"Begini Harvy, jika kau menginginkan seorang adik maka semua mempunyai peroses. Kau harus menunggu beberapa waktu mungkin satu tahun atau lebih, jadi paman minta bantuan untuk mendoakan semoga Tuhan segera menitipkan seorang baby diperut aunty Na." Jelas Marselino dengan berhati - hati, ia mencoba memilah kata yang baik digunakan dan yang kurang tepat untuk digunakan.
"Setelah kau memiliki seorang adik kau juga harus berjanji untuk menjaga-nya." Lanjut Marselino dengan bijaksana.
"Tentu saja Paman tidak perlu khawatir, karena aku sudah pasti akan menjadi seseorang kakak yang baik." Jawab Harvy dengan tegas.
Malam ini hangat sekali, banyak bintang yang ikut menghiasi langit, banyak orang yang bersukacita dan mengucap syukur atas kesempatan yang sudah diberikan Tuhan sehingga tetap bisa sehat dan diberkati dalam segala hal.
Pov : Nata.
Untuk semua hal yang sudah aku lewati aku bersyukur Tuhan mengirimkan banyak cinta dari setiap orang yang menemaniku baik susah maupun senang, mohon ijin dari pada - mu Tuhan untuk aku memulai status dan tanggung jawabku sebagai seorang istri.
__ADS_1
Bahagia itu tidak ada yang tahu datangnya kapan, tidak ada yang tahu juga kita akan sedih kapan, cukup bersyukur dan meminta penyertaan Tuhan.