
TETAP LANJUT KOK TENANG, JANGAN LUPA VOTE DAN TERIMA KASIH BUAT SUPPORTNYA.
CAPE TULIS PANJANG-PANJANG OPENINGNYA KALAU HASILNYA SAMA-SAMA DIKIT YANG VOTE.
Penasaran siapa pria tersebut, pria tersebut adalah Zero ayah dari Harvy, apa kalian masih ingat dengan Zero Alexander dan siapa keluarga Alexander.
Kenapa tidak terlalu dekat dan juga memiliki hubungan baik dengan Zero sehingga ia memutuskan untuk tidak banyak berbicara dan memilih untuk menghindar saja.
Berbeda dengan Nata yang ingin menghindar, Zero masih merasa penasaran dengan orang yang berada di samping Nata, karena ia sama sekali belum pernah bertemu dengan orang tersebut.
Zero sudah mengetahui siapa Nata, dan apa posisi Nata dan Lio, Zero orang yang berada di samping Nata, mungkin saja ia berpikir jika orang tersebut adalah kekasih Nata, sedangkan Nata saat ini masih berada di bawah umur jadi menurutnya tidak untuk pacaran dulu adalah yang terbaik.
"Nata, Harvy merindukan kamu." Ucap Zero yang berhasil membuat Nata mengahlikan pandangan kepada Zero lagi.
"Apakah benar ?" Tanya Nata yang seolah baru mengingat jika ia 2 minggu belakangan ini belum pernah menghubungi Harvy.
"Waktu itu ia sempat sakit, tapi sekarang kondisinya sudah kembali membaik, selama ini kamu kemana saja ?" Tanya Zero merasa penasaran biasanya Nata akan selalu bersama dengan putranya.
"Selama dua minggu belakangan ini aku pergi berlibur dengan teman sekelas, aku sampai lupa menghubungi Harvy, tapi nanti aku akan pergi untuk menemuinya." Jawab Nata yang tampak terlihat bersalah.
__ADS_1
"Ohiya, sekarang aku tidak memiliki waktu yang banyak, karena mallnya akan segera tutup, jadi maaf." Ucap Nata lagi yang kembali tersadar jika sebentar lagi akan tutup.
"Mall ini milik teman saya, kamu tidak perlu khawatir." Jawab Zero.
"Saya tunggu kamu di depan kasir." Ucap Zero sambil berlalu pergi.
Sedangkan untuk Vino ia hanya menampilkan wajah datar saja, karena ia adalah tipe orang yang tidak terlalu kepo dengan urusan orang lain.
"Vin, maaf kita jadi lama." Ucap Nata yang merasa tidak enak kepada Vino.
"Tidak apa-apa." Jawab Vino ramah.
"Hallo Nad." Ucap Nata ketika panggilan telepon sudah terhubung.
"Yah." Jawab Nadine dari seberang telepon.
"Kami sudah selesai, apa kalian sudah selesai ?" Tanya Nata kepada Nadine.
"Kami sudah selesai, kita bertemu di kasir saja, karena sekarang aku dan Raihan sedang berjalan ke arah kasir." Ucap Nadine.
__ADS_1
"Baiklah, sampai jumpa." Dan pangilan telepon terputus.
Sudah jelas jika mereka tidak membawa pulang semua barang belanjaan menggunakan mobil milik Vino karena tidak akan muat.
Mereka mengeluarkan uang hampir 250 juta, karena bahan yang mereka beli tidaklah sedikit, jangan protes yah.
Dana yang mereka pegang kurang dan pasti akan di bicarakan lagi dengan yang lain, karena Nata, Nadine dan Raihan, Vino tahu jika sisa dari uang travel mereka hanya 210jt.
Semua barang belanjaan mereka akan diantar ke panti asuhan tempat mereka berkunjung keesokan harinya, Panti Asuhan yang akan mereka kunjungi ada sekitar 3 tempat, maka dari pada itu Nata dan yang lain sudah memisahkan dan membagi menjadi 3 bagian sama rata.
"Nat, nanti w infoin ke anak-anak kalau lu nalangin sekitar 150jt, lagi pula disini ada bukti transaksinya kok." Ucap Nadine yang merasa tak enak hati, karena Nata harus menalangi sebanyak 150 jt.
"Kamu tidak usah khawatir, kita bicarakan itu nanti saja, karena aku rasa mereka saat ini sudah di hotel dan menunggu kita untuk makan malam bersama." Ucap Nata tidak ingin jika temannya berpikir berat.
"Baiklah." Jawab Nadine pasrah.
Akhirnya mereka kembali ke mobil dan juga menuju hotel tempat mereka menginap, karena tadi Nata sudah mendapatkan kabar jika tinggal mereka yang belum sampai di hotel.
Sebenarnya bisa saja mereka makan terlebih dahulu tetapi untuk menghargai dan juga demi kekompakan angkatan mereka, mereka masih tetap setia menunggu Nata, Nadine, Raihan dan Vino, jika dikatakan yang lain merasa lelah maka keempat orang tersebutpun sama.
__ADS_1
Ohiya, bukankah tadi Zero meminta Nata untuk bertemu dengan dirinya, Nata yang tidak melihat Zero pun akhirnya lupa.