
Dari kepala sekolah Nata duduk dengan siswi yang bernama Reisya.
"Hai, salam kenal." Ucap Nata sambil mengulurkan tangan.
"Hai, salam kenal juga." Jawab gadis yang diketahui bernama Reisya.
" Semoga kita bisa berteman baik." Ucap Nata sambil tersenyum.
"Yah, semoga saja kita bisa berteman baik." Jawab Reisya.
Akhirnya guru memasuki ruangan kelas tersebut, Nata di minta untuk berdiri agar memperkenalkan dirinya kembali.
Data sama sekali tidak merasa keberatan ia dengan segera beranjak dari kursi dan juga memperkenalkan diri Nya kepada guru tersebut.
"Nama saya Nata, pindahan dari Kasih Bunda School, terima kasih." singkat Nata kepada guru tersebut.
"Baik, silakan duduk." guru tersebut setelah mengetahui nama dan juga asal mana siswa baru tersebut.
Pada akhirnya mata pelajaran segera dimulai dan juga tampak Nata sama sekali tidak kesulitan dalam menyesuaikan diri di pelajaran tersebut, mau mata pelajaran atau kurikulum yang sekolah lamanya dan sekolah sekarang sangatlah sama.
Siswa dan siswi yang berada di kelas tersebut tampak sangat fokus dalam mengikuti kegiatan mata pelajaran.
Setelah hampir 3 jam berlalu akhirnya mata pelajaran berakhir, yang berada di depan segera menutup kelas dan izinkan siswa-siswi yang berada di dalam untuk beristirahat.
Ada yang pergi ke kantin sekolah, anak yang menuju ke perpustakaan, dan juga beberapa anak lainnya yang memilih untuk pergi ke taman atau mengunjungi teman yang berada di kelas berbeda.
Nata yang masih belum mengetahui seluk beluk sekolah tersebut merasa bingung harus kemana, tetapi sepertinya teman baru yang berada di sampingnya ini mengerti dan paham akan kondisinya sebagai anak baru.
"Nat, kenalin ini saudara kembar gue namanya Rendi." Ucap Reisya seorang lelaki yang seumuran dengan mereka, yang ternyata tak lain dan tak bukan adalah saudari kembar dari Reisya.
"Hai, kenalin gw Nata." Ucap Nata sambil mengulurkan tangan.
"Senang berkenalan dengan kamu." Ucap Rendi tersenyum.
"Nata, sekarang kita berdua mau ke kantin Lu mau ikut atau mau di kelas aja ?" Tanya Reisya kepada Nata.
"Hmm, gue ikut aja deh, sebentar ya gua ambil duit dulu." Jawab Nata, sambil mengambkl dompet dari dalam tas.
__ADS_1
" Ya udah yuk, udah kan?" Tanya Reisya.
"Ayuk." Jawab Nata.
Akhirnya Nata mengikuti Reisya dan juga Rendi ke kampus, perjalanan menuju ke kampus menyusuri koridor sekolah, Nata mendapat tatapan tak suka dari Banyak wanita yang melihatnya, Kenapa yang merasa tidak salah pun menanyakan kepada Reisya.
" kok gua dilihatin kayak gitu sih ?" Tanya Nata polos, karena memang ia tidak tahu apa yang membuat siswa-siswi melihat ke arahnya dengan tatapan aneh.
"Hmm, karena tadi lu bareng sama Lio, dan pasti juga banyak yang gak suka karena adik lu emang banyak penggemar." Jawab Reisya seadanya.
"Kok seram-seram semua sih." tanpa sadar sehingga membuat Reisya dan Rendi tertawa.
"Udah udah gak usah dipikirin." Ucap Rendi menenangkan Nata yang tampak kesal.
"Hmmm." Singkat Nata.
Datang masih merasa bingung dengan tatapan tetapan orangnya kepadanya, memang Apa salahnya jika dia berangkat sekolah dengan adiknya, selama ia bersekolah di sekolah lamanya ia tidak pernah sama sekali mendapatkan tetapan-tetapan horor dari orang.
Nata ingin menghubungi adiknya tetapi ia lupa membawah handphone ke kantin, hari pertama ia masuk ke sekolah bukanlah hari yang bagus.
"Kalian berdua mau pesan apa, biar gue yang pesenin aja sekalian." Ucap Rendi berbaik hati ingin memesan makanan kedua wanita yang berada di depannya, ditanggapi dengan tidak baik oleh kembarannya.
"Cih, tumben banget lu mau mesenin makanan orang biasanya nggak mau." Reisya dengan ketus.
"Hmm, giliran orang mau niat baik mala mikirnya yang enggak, Ya udah kalau lu nggak mau gue pesenin Nata aja, Nata lu mau pesan apa ?" Tanya Rendi kepada Nata, memperdulikan cibiran dari saudari kembarnya.
"Hmm, apa aja deh, ni uangnya." Ucap Nata memberikan dua lembar uang Rp100.000.
Rendy yang akan segera beranjak dari tempat duduk memesan makanan mala di tahan oleh Reisya.
"Gw pesen nasi goreng." Tahan Reisya pada saudari kembarnya.
" Gue pikir lo nggak mau." Sindir Rendi kepada saudara kembarnya.
" Lagian siapa yang ngomong nggak mau." Ketus Reisya, yang membuat Nata menahan tawa, kedua teman baru ini sangatlah lucu.
"Udah udah jangan berantem, Kapan makanannya bakalan datang kalau orang yang mau mesan aja nggak pergi-pergi." Lerai Nata sambil menyindir Rendy yang tidak pergi memesan.
__ADS_1
"Tau tu, pergi pesan jangan lama-lama." Usir Reisya sambil mengibas-ibaskan tangan.
Nata sangat senang mempunyai teman baru seperti Reisya dan Rendi, berharap kedua sahabatnya akan setia menemani ia dalam kondisi apapun dan akan selalu setia menjadi sahabatnya sampai kapanpun.
Tak lama terdengar suara cempreng yang menghampiri meja mereka, dua gadis cantik yang memiliki wajah sama persis, tampaknya Mereka berdua adalah kembar.
" Hei, lu ngapain duduk sama kakak gua ?" Tanya salah satu gadis tersebut.
"Yang sopan kalau bicara sama yang lebih tua." Tegur Reisya kepada gadis tersebut.
"Hmm, dia siapa sih Kak kok bisa duduk sama kakak ?" Tanya gadia tersebut kepada Reisya.
" Dia anak baru dan satu sekolah kelas satu kelas dengan kakak, karena dia adalah teman kakak maka dari pada itu kalian berdua harus menghormatinya." Ujar Reisya kepada dua kembar tersebut.
Dua kembar tersebut adalah adik kandung dari Reisya dan Rendi, nindi dan nandi yah mereka adalah saudara kembar.
"Nata, kedua adik kembar gue yah, yang selalu seperti itu kepada orang baru mereka lihat, nama mereka Nindi dan Nandi." Ucap Reisya merasa tak enak hati kepada teman barunya.
"Tidak apa-apa, hallo aku Nata Senang rasanya bisa bertemu dengan kalian berdua." Ucap Nata dengan ramah.
Bapaknya si kembar masih menampilkan wajah tak suka kepada Nata, Karena Mereka berdua adalah penggemar berat dari Lio, sudah melihat berita hangat pada wanita yang berada di depan mereka ini adalah wanita yang digandeng secara posesif oleh Lio, bahkan wanita ini dibukakan pintu langsung oleh Lio.
Halo semuanya ini adalah cerita aku yang ke 6, semoga kalian menyukai cerita ini, maaf jika Mungkin kalian merasa cerita ini terlalu bertele-tele, tetapi autor membuat cerita ini sesuai alurnya.
Saya menyukai cerita ini dan terus setia menikmati cerita ini, dan juga teman-teman jangan lupa buat like comment dan vote novel ini.
Saya secara pribadi juga mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada orang-orang yang sudah Setia mendukung dan juga menunggu novel saya di up, berterima kasih atas like comment dan juga voto yang diberikan oleh kalian, saya secara pribadi akan berusaha semaksimal mungkin untuk membuat cerita ini menjadi lebih baik lagi.
Tolong berikan komentar yang membangun serta tidak membuat mental penulis menjadi down, Rian memberi komentar yang tidak layak secara otomatis kalian membuat mental penulis menjadi sedikit terganggu, dan bukan membuat cerita semakin bagus malah akan membuat cerita menjadi tidak nyambung atau menjadi lebih jelek lagi.
Sekali lagi saya mohon berikan like, vote dan juga komentar sebagai bentuk dukungan kalian, dan juga ingat selalu jika tidak boleh atau lebih baik tidak memberikan komentar yang merusak atau membuat mental penulis menjadi down.
Dari saya saya ucapkan banyak-banyak terima kasih.
Jika kalian ingin berteman secara langsung dengan saya di sosial media kalian bisa memfollow Instagram saya.
@angelicaclaudiatengker.
__ADS_1