Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
Eps 22


__ADS_3

Kata dan juga Leo sudah berbincang-bincang dan memutuskan untuk sementara waktu atau lebih tepatnya selama satu minggu kedepan mereka akan tetap tinggal di hotel tersebut.


Lio pada saat ini sedang bersama dengan Andi dan juga Reno, El tidak bersama dengan mereka bertiga Karena memiliki urusan keluarga.


"Lio, apa kamu tahu jika kemarin aku tidak sengaja bertemu dengan saudara tiri mu." Ucap Reno memberitahu jika ia tidak bertemu dengan saudara tiri dari sahabatnya.


"Maksud, aku kurang mengerti." karena memang Lio tidak terlalu paham dengan maksud dari sahabatnya.


"Aku bertemu dengan Niko di tempat biasa kita balapan, tampaknya itu pertama kali ia datang ke tempat itu." Jelas Reno seperti apa yang ia lihat dan perhatikan kemarin.


"Hmm, apa ia ingin bermain di tempat kita, kalau begitu biarkan saja aku memiliki rencana lain untuk dirinya." Ucap Lio, ia tahu pasti Nico berniat untuk masuk ke dalam pergaulan mereka, tetapi ia tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi ia akan membuat Niko malu.


" Ya sepertinya begitu, berbeda dibandingkan dengan kita semua dia hanya kuman saja, yang ingin panjat sosial." Seru Endi, Endi adalah tipikal orang yang tidak menyukai pansos.


"Hmm." Jawab Lio hanya bergumam.


"Ohiya, di mana Kak Nata ?" Tanya Endi karena ia baru menyadari jika sahabatnya tidak membawa Nata.


"Kakak sudah kembali ke hotel, saat ini mungkin ia sedang beristirahat atau mengerjakan pekerjaan rumah." Jawab Lio, karena sebelum ia pergi bersama dengan teman-temannya ia sudah terlebih dahulu memastikan jika kakaknya dalam keadaan baik-baik saja.


"Oh ternyata seperti itu, sebaiknya kita pesan makanan aku sudah lapar, cacing yang berada di dalam perut sudah meronta-ronta meminta untuk segera diberi makan." Jelas Reno memperhatikan Sudah beberapa kali memberi kode dengan cara berbunyi.


"Baiklah, hari ini biar aku saja yang traktir." Jawab Lio.

__ADS_1


Perlu kalian ketahui jika mereka pergi bersama, salah satu dari mereka yang akan mengeluarkan uang untuk membayar makanan, bukan mereka tidak memiliki uang yang cukup untuk membayar makanan tersebut atau bermaksud memanfaatkan satu sama lain, tetapi hal itu mereka lakukan untuk mengikat persahabatan mereka semakin kuat, sederhana tetapi yang membuat mereka menjadi seperti layaknya seorang keluarga.


"Baiklah." Jawab Endi dan juga Reno bersemangat.


Akhirnya mereka memesan makanan masing-masing, sesuai porsi yang mereka butuhkan, meskipun memiliki uang yang banyak mereka tidak pernah menghambur-hamburkan atau bahkan membawa makanan, karena mereka tahu diluar sana banyak orangnya harus bekerja keras untuk mendapatkan segelas air minum.


Berbeda dengan Reno Andi dan juga Lio yang saat ini sedang duduk santai di salah satu restoran mewah, di tempatnya restoran ini biasa dikunjungi oleh anak-anak muda yang suka nongkrong.


Nata saat ini sedang belajar membuat kue bersama dengan bibi, Sebenarnya bukan tidak bisa membuat tetapi Nata ingin lebi gesit di bagian dapur, caranya Nata akan menjual kue untuk usaha awalnya, banyaknya warisan yang diberikan oleh sang Bunda tidak membuatnya menjadi gadis yang pemalas dan juga membuat yang mengandalkan uang dan juga sehat-sehat dan juga semua usaha yang bundanya berikan, ingin sukses dari nol.


"Bi, bagaimana apa donatnya enak ?" Tanya Nata kepada bibi.


"Rasanya enak kok, kuenya juga empuk teksturnya sangat lembut sehingga enak sekali untuk dikunyah." Jawab bibi.


"Benarkah bi ?" Tanya Nata merasa senang, setelah tiga kali mencoba akhirnya kue yang ia buat terasa enak juga..


"Iya, karena memang usaha tidak akan menghianati hasilnya." Jawab bibi, Bibi juga turut merasakan yang melihat Nata yang tampak bahagia.


"Baiklah bi, besok Nata akan membawakan untuk Endi, Reno dan juga El, Nata akan meminta mereka untuk mencicipi." Ucap Nata, Nata juga tidak akan lupa untuk memberikan kue tersebut kepada trio tersebut.


"Malam ini siapkan juga untuk Lio, Lio harus dan juga wajib mencicipi kue ini." Jawab Nata lagi karena ia tidak akan mungkin untuk melupakan adik kecilnya.


"Ahh astaga untuk Rendi dan juga Reisya tolong bi, jangan ampe lupa yah." Belum saja bibi jawab atas sudah kembali memotong.

__ADS_1


"Baik, mau di sediakan berapa perorang ?" Tanya bibi kepada Nata.


"Nata rasa masing-masing dari pada mereka mendapat 3 saja sudah cukup, lagipula kita kan juga belum tahu jika mereka akan menyukai gue tersebut atau tidak." Jawab Nata dengan segala pertimbangan yang diambil.


"Baiklah." Jawab bibi.


Mereka dengan segera melanjutkan segala kegiatan mereka di dapur, sesudah menyiapkan semua kue, mereka langsung saja memasukkan kue tersebut ke dalam kulkas.


Itu adalah keseharian Nata dan juga bibi.


Halo semua, kembali lagi bersama saya Claudia Tengker sebagai seorang penulis, pertama-tama mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada kalian semua yang sudah selalu setia membaca novel-novel atau lebi tepatnya karya saya.


Saya adalah seorang penulis baru, saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya jika banyak typo yang bertebaran dimana-mana, Jika ada salah penyebutan dalam tokoh saya juga minta maaf.


***Ini adalah karya saya yang ke-6, karya ini saya buat sesuai dengan pemikiran dan juga imajinasi saya secara pribadi, Saya harap karya Saya tidak di copyright, karena saya mengetik pakai tangan dan memakai otak sebagai alat berpikir, bisa kalian bayangkan jika karya kalian di coppy oleh orang lain, bagaimana dengan perasaan kalian ? Kalian bisa menjawabnya dalam hati kalian masing-masing.


Yang kedua Saya ingin meminta bantuan kepada seluruh pembaca novelku, mohon banget buat di bantu Vote dan juga Like.


Tidak punya vote dan like kalian bisa membuat saya lebi termotivasi untuk menulis, karena dengan adanya Vote dan juga Like kalian semua tahu ini banyak orang yang menunggu karya ini di up, saya mohon sebesar-besarnya untuk bantu Vote, Like.


Juga bukan hanya satu atau dua orang yang sering mempromosikan karyanya, saya secara pribadi tidak pernah melarang ataupun menghapus komentar-komentar kalian, Saya menghargai usaha kalian untuk mengenalkan karya kalian kepada orang lain, tetapi saya mohon baca dululah karya saya dan tinggalkan jejak Like, Vote agar kalian bisa lebi menghargai penulis, Mohon untuk tidak hanya sekedar memberikan promosi tetapi baca dan hargai juga.


Jangan lupa like comment dan juga vote yah teman-teman, doain terus biar semua kotak dan juga saraf-saraf saya berjalan dengan lancar agar bisa lebi banyak up hehehe***.

__ADS_1


__ADS_2