Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
Eps 39


__ADS_3

Hari ini adalah hari di mana ia hanya sendirian tanpa adiknya, ia memutuskan untuk pergi ke salah satu restoran yang berada di mall, sekalian ia ingin survei tempat untuk membuka cabang toko kuenya.


Pada saat ini Nata sedang berada di jalanan menuju ke mall Angkasa, saat ini ia menggunakan taksi silver karena ia sedang tidak ingin menyetir sendiri.



Ketika Nata sedang berjalan sendirian di dalam Mall, ia secara tidak sengaja melihat anak kecil yang tampak sedang menangis.


Melihat tidak ada yang memperdulikan anak tersebut, akhirnya Nata memberanikan diri untuk menyapa anak kecil tersebut.


Dalam hati Nata berkata "Kemana orang tua anak ini, bisa-bisanya meninggalkan anak di mall, dasar orang gak punya hati, awas aja kalau sampai ketemu, gw omelin."



"Hai anak kecil, kenapa kamu sendiri ?" Tanya Nata kepada anak kecil yang diperkirakan berusia 4 tahun.


Anak kecil tersebut hanya menatap Nata tanpa menjawab, ia tampak masih mengeluarkan air mata, Nata yang merasa bingung akhirnya mencoba untuk bertanya lagi, tetapi ia mencoba untuk bertanya dengan menggunakan bahasa Inggris.


Anggap aja yang author tulis pake bahasa inggris yah, karena gak semua orang bisa paham bahasa inggris, harap maklum.


"Hallo, nama kamu siapa ?" Tanya Nata dengan suara yang lembut.


"Hiks hiks hiks." Anak tersebut bukannya dia malah tambah menangis.


"Hei hei, jangan menangis. Apa kamu mau permen ?" Panik Nata sehingga akhirnya ia memutuskan untuk menawari permen.


Anak tersebut pun mengangguk sebagai tanda jawaban, Nata pun akhirnya mengajak anak kecil tersebut untuk pergi ke salah satu kedai permen.


Nata kecil terlihat seperti mama muda yang membawa anaknya, ia tampak menggemaskan ketika anak kecil tersebut mengandeng tangannya.


Anak kecil tersebut tampak sudah berhenti menangis, Nata akhirnya merasa sedikit lega, ia masi bertanya-tanya dimana orang tua atau pengasuh anak manis tersebut.

__ADS_1


Ketika mereka sedang menikmati permen, Nata sekali-kali melihat ke anak tersebut, anak tersebut tampak sangat menikmati permen yang ia berikan, jika ia lihat anak tersebut bukanlah dari kalangan biasa, apa lagi penampilan anak tersebut yang tampak menggunakan baju dan semua barang yang melekat, bisa dikatakan harga selangit.


"Oke, jadi sekarang siapa nama kamu ?" Tanya Nata kepada adik tersebut.


"Halvi." Jawab anak tersebut tampak masih cadel.


"Halvi ?" Tanya Nata memastikan kembali


"Ha l vi." Anak tersebut mengeja namanya sendiri.


"Harvy ?" Ulang Nata yang tampak sedikit mengerti.


"Ia benal." Jawab anak tersebut.


"Baik sekarang di mana kedua orang tuamu, kenapa kamu sendirian dan menangis seperti tadi ?" Tanya Nata yang tampak sangat penasaran.


"Hikss mommy." Anak tersebut menangis dan memeluk kaki Nata, ia tampaknya menganggap Nata sebagai mommynya.


Orang-orang menatap mereka dengan tatapan yang bercampur-campur, astaga tampaknya saat ini ia terlihat seperti mommy yang jahat terhadap anaknya.


"Hei, aku bukan mommy kamu." Ucap Nata memberi pengertian.


"Tiydak mommy hiks." Jawab anak tersebut.


Nata tampak masih kebingungan, akhirnya ia memutuskan untuk membawa anak tersebut ke satpam.


"Selamat siang pak, saya mau melaporkan jika anak ini terpisah dari orang tuanya." Ucap Nata kepada pak satpam.


Ketika pesawat melihat kearah anak tersebut, ia dapat melihat jika anak tersebut menggeleng-gelengkan kepala, akhirnya satpam tersebut mengahlikan pandangan lagi kepada Nata.


"Satu minggu ini saya sudah mendapatkan kasus sebanyak 4 kali, kamu pasti orang tuanya tetapi kamu memang sengaja ingin meninggalkannya di tempat ini." Ucap Satpam tersebut kepada Nata.

__ADS_1


Nata membelakan mata ketika mendengar pengejelasan dari satpam tersebut, tapi mau bagaimana lagi anaknya ini benar-benar bukan anaknya, boro-boro punya anak punya pacar aja nggak punya.


Nata akhirnya memijat pelipis, ia juga bingung apa yang harus ia lakukan terhadap anak tersebut, aduh kenapa hari ini begitu aneh, rasanya Nata mau protes terhadap Author.


Pacarnya Nata akhirnya meninggalkan pos satpam, ia ingin makan karena perutnya sudah minta untuk di isi, tetapi ia masih menggandeng anak tersebut.


Ketika Nata berada di restoran, ia tidak sengaja bertemu dengan Raisa, akhirnya ia dan Raisa duduk satu meja, Raisa tidak melepas pandangan dari anak kecil yang di bawah sahabatnya.


Nata yang mengetahui hal tersebut pun, hanya menghela nafas gusar, ia juga bingung. Apa yang harus dilakukan terhadap anak kecil tersebut.


"Gw gak sengaja liat dia nangis tadi, kayaknya dia memang sengaja ditinggalkan di mall ini." Ucap Nata kepada Raisa, karena ia tahu Raisa akan menanyakan siapa anak tersebut.


"Apa." Kaget Raisa.


"Hmm, yah gw gak sengaja nemu, dan gw kasihan akhirnya yah gw bawa aja, lagi anaknya lucu dan gak ribet." Jawab Nata lagi sambil mengedikkan bahu.


"Kenapa lu gak coba lapor ke pos satpam aja ?" Tanya Raisa sekaligus memberikan solusi.


"Gw udah lapor, tapi satpam mala ngira ini anak gw, dan gw gak ngakuin dia, haduh punya pacar aja gak, gimana bisa punya anak." Jawab Nata yang tampak sedikit gusar.


Raisa hanya mangut-mangut mendengar ucapan dari sahabatnya, ia juga bingung apa yang harus dilakukan terhadap anak kecil itu, hufttt aneh tapi anaknya lucu juga, pasti bapaknya ganteng.


**Ini adalah karya saya yang ke-6, karya ini saya buat sesuai dengan pemikiran dan juga imajinasi saya secara pribadi, Saya harap karya Saya tidak di copyright, karena saya mengetik pakai tangan dan memakai otak sebagai alat berpikir, bisa kalian bayangkan jika karya kalian di coppy oleh orang lain, bagaimana dengan perasaan kalian ? Kalian bisa menjawabnya dalam hati kalian masing-masing.


Yang kedua Saya ingin meminta bantuan kepada seluruh pembaca novelku, mohon banget buat di bantu Vote dan juga Like.


Tidak punya vote dan like kalian bisa membuat saya lebi termotivasi untuk menulis, karena dengan adanya Vote dan juga Like kalian semua tahu ini banyak orang yang menunggu karya ini di up, saya mohon sebesar-besarnya untuk bantu Vote, Like.


Juga bukan hanya satu atau dua orang yang sering mempromosikan karyanya, saya secara pribadi tidak pernah melarang ataupun menghapus komentar-komentar kalian, Saya menghargai usaha kalian untuk mengenalkan karya kalian kepada orang lain, tetapi saya mohon baca dululah karya saya dan tinggalkan jejak Like, Vote agar kalian bisa lebi menghargai penulis, Mohon untuk tidak hanya sekedar memberikan promosi tetapi baca dan hargai juga.


Jangan lupa like comment dan juga vote yah teman-teman, doain terus biar semua kotak dan juga saraf-saraf saya berjalan dengan lancar agar bisa lebi banyak up hehehe***

__ADS_1


__ADS_2