Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
Eps 41


__ADS_3

Sesampainya Nata di apartemen, bi Ina dibuat kaget karena ia membawa anak kecil, anak kecil tersebut tampak nyenyak di pelukan Nata.


Tapi yang ia tahu dan tidak mungkin salah adalah, anak tersebut bukan anak dari Nata, meski merasa sangat penasaran tetapi bi Ina menahan diri untuk tidak bertanya terlebih dahulu.


Anak tersebut dibawa ke kamar Nata, setelah Nata meletakkan Harvy, Nata segera bergegas ke depan untuk menjelaskan siapa Harvy.


"Huft." Sebelum memulai cerita Anata terlebih dahulu menarik nafas.


"Jadi sekarang pasti bibi bertanya-tanya siapa anak itu, dan dia siapa Nata, sekarang mata akan menjelaskan semuanya." Ucap Nata sambil memijat pelipis.


"Namanya Harvy, saat berjalan di mall tadi mata tidak sengaja melihat dia sedang menangis di pojokan, karena merasa kasihan tidak ada yang membujuk dan menenangkan anak tersebut, akhirnya Nata yang menghampiri anak tersebut, awalnya anak itu tidak ingin bicara dan menangis, sehingga Nata memutuskan untuk menawari permen, anak itu menyetujui langsung saja Nata membawa ke tempat permen, dan entah mengapa dia menganggap aku sebagai ibunya, sehingga akhirnya aku membawa ia kemari bi, jadi gitu ceritanya." Ucap Nata menjelaskan secara singkat awal mula ia bisa bertemu sehingga membawa pulang Harvy.


Bibi yang tidak tahu harus merespon seperti apa pun hanya mengangguk ngangguk kepala.


"Lalu sampai kapan anak kecil itu akan tinggal bersama dengan kita. Apakah tidak sebaiknya untuk melaporkan ke polisi atau pihak yang berwajib ?" Tanya bibi yang merasa khawatir kedua orang tuanya mencari Harvy.


"Entahlah bi, kita tunggu saja sampai dua hari kedepan, mungkin saja kedua orang tuanya sudah melaporkan ke pihak polisi, tapi jika tidak anak ini mungkin akan sementara waktu tinggal di sini." Jawab Nata yang masih membingungkan.


"Apa sebaiknya kita laporkan saja ke pihak yang berwajib, takutnya nanti non Nata di sangka penculik anak." Ucap bibi yang khawatirnya berahli pada Nata.


"Bibi tenang saja, di mall banyak cctv jadi kita sudah dipastikan mempunyai bukti yang kuat, jika kita yang menemukan anak tersebut bukan menculik." Jawab Nata karena memang tidak ada yang perlu ditakutkan, jika memang ia dituduh sebagai penculik Anak, maka kita tinggal tanyakan kepada harvy, karena anak kecil selalu berkata jujur.


"Baiklah non, sebaiknya sekarang istirahat saja karena besok harus masuk sekolah." Jawab bibi yang memasrahkan semuanya kepada Nata.


"Yah bi, dan lagi Lio hari ini tidak akan pulang, Kemungkinan besok ia baru akan kembali." Ucap Nata kepada bi Ina.


"Tadi juga bibi mendapat pesan dari den Lio." Ucap bi Ina memberi tahu.


"Baiklah bi kalau udah tahu, sebaiknya sekarang bibi istirahat saja dulu, Jangan terlalu lelah bekerja." Ucap Nata sambil tersenyum dan langsung saja meninggalkan ruangan tersebut menuju ke kamarnya.

__ADS_1


Ketika ia memasuki kamar, ia bisa melihat jika anak yang tidak sengaja ia temukan dalam keadaan tertidur nyenyak, Nata tersenyum kecil melihat anak tersebut, entah mengapa ia merasa nyaman dengan anak tersebut.


Tidak ingin membuang-buang waktu, Nata akhirnya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri, karena ia sedikit merasa lengket pada bagian tubuhnya.


Akhirnya pada malam hari ini Nata tidur bersama anak kecil tersebut, Nata memeluk Harvy agar ia bisa tidur lebih nyenyak, rasanya berbeda ketika tidur sendiri.


Mereka tenggelam dalam mimpi masing-masing, sehingga jam, menit, detik terus-menerus berjalan, akhirnya tanpa terasa pagi pun tiba.


Nata yang sudah terbiasa bangun pagi, ia bangun terlebih dahulu dan langsung saja bersiap-siap, karena hari ini adalah hari sekolah alias tidak libur.


Setelah ia selesai membereskan semua barang-barangnya, ia perlahan-lahan membangunkan Harvy yang tertidur, Harvy yang merasa tidurnya terusik akhirnya bangun dari mimpi indahnya.


"Mommy." Panggil Harvy kepada Nata, sambil mengusap-usap matanya.


"Ayo segera bangun dan cuci muka." Ucap Nata dengan suara yang terdengar tegas.


Harvy yang tidak ingin di marahipun menurut patuh pada perintah Nata, ia berjalan ke kamar mandi yang kebetulan pintunya terbuka.


"Hari ini mommy akan pergi bersekolah, jadi kamu hari ini di apartement sama bibi, jadi jangan bandel yah." Ucap Nata kepada Harvy.


"Tapi Halvi mau ikut." Jawab Harvy dengan mata yang berkaca-kaca.


"Tidak bole, jika Harvy ikut nanti mommy di marahin sama bu guru, memang Harvy mau jika mommy di marahin ?" Ucap Nata memberikan pengertian.


"Tidak." Sambil menggeleng-gelengkan kepala.


"Baiklah, kalau begitu Harvy harus tinggal di rumah yah, nanti akan ada bi Ina yang menemani Harvy." Ucap Nata lagi.


"Baiklah." Jawab Harvy dengan pasrahnya.

__ADS_1


"Sekarang kita harus keluar dulu, karena pasti bibi sudah menunggu kita di meja makan, tidak baik membuat orang lain menunggu." Ucap Nata lagi sambil menuntun Harvy keluar dari kamar.


" Selamat pagi bi Ina." Sapa Nata kepada bibi seperti pagi-pagi biasanya.


Nata mengalihkan tatapan kepada Harvy yang hanya diam saja, lalu ia berkata.


"Ayo, sekarang Ucapan selamat pagi kepada bi Ina." Ucap Nata kepada Harvy.


"Selamat pagi." Jawab Harvy singkat sambil balas menatap Nata.


"Tatap lawan bicaramu, karena jika melihat ke arah orang lain itu tidak sopan." Ucap Nata lagi dengan lembut.


"Selamat pagi." Akhirnya Harvy mengulangi sambil menatap bi Ina.


"Selamat pagi non Nata, dan selamat pagi Harvy." Sapa balik bi Ina sambil tersenyum kecil.


"Apa semua sarapan yang sudah siap bi ?" Tanya Nata kepada bi Ina.


"Sudah, ayo sekarang sebaiknya kita sarapan terlebih dahulu." Ucap bi Ina sambil menarik salah satu kursi.


Nata menarik kursi untuk Harvy dan mendudukan Harvy terlebih dahulu, lalu ia menyusul, makan pagi kali ini terasa begitu berbeda dengan adanya Harvy di tengah-tengah mereka.


**Ini adalah karya saya yang ke-6, karya ini saya buat sesuai dengan pemikiran dan juga imajinasi saya secara pribadi, Saya harap karya Saya tidak di copyright, karena saya mengetik pakai tangan dan memakai otak sebagai alat berpikir, bisa kalian bayangkan jika karya kalian di coppy oleh orang lain, bagaimana dengan perasaan kalian ? Kalian bisa menjawabnya dalam hati kalian masing-masing.


Yang kedua Saya ingin meminta bantuan kepada seluruh pembaca novelku, mohon banget buat di bantu Vote dan juga Like.


Tidak punya vote dan like kalian bisa membuat saya lebi termotivasi untuk menulis, karena dengan adanya Vote dan juga Like kalian semua tahu ini banyak orang yang menunggu karya ini di up, saya mohon sebesar-besarnya untuk bantu Vote, Like.


Juga bukan hanya satu atau dua orang yang sering mempromosikan karyanya, saya secara pribadi tidak pernah melarang ataupun menghapus komentar-komentar kalian, Saya menghargai usaha kalian untuk mengenalkan karya kalian kepada orang lain, tetapi saya mohon baca dululah karya saya dan tinggalkan jejak Like, Vote agar kalian bisa lebi menghargai penulis, Mohon untuk tidak hanya sekedar memberikan promosi tetapi baca dan hargai juga.

__ADS_1


Jangan lupa like comment dan juga vote yah teman-teman, doain terus biar semua kotak dan juga saraf-saraf saya berjalan dengan lancar agar bisa lebi banyak up hehehe**


__ADS_2