Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
Eps 21


__ADS_3

Skip


Keesokan harinya Nata, Lio sudah siap untuk berangkat ke sekolah, mereka tampak rapi dengan pakaian seragam mereka.


"Kak, apa kakak sudah siap ?" Tanya Lio.


"Tunggu sebentar." Jawab Nata.


"Sudah ayo." Jawab Nata lagi menimpali jawaban yang sebelumnya.


Akhinya keduanya berpamitan kepada bibi, Nata dan Lio seperti biasa berangkat menggunakan mobil milik Lio.


"Kak, sepertinya hari ini aku akan memberi tahu kepada teman-teman yang berada di sekolah Jika Kakak adalah kakakku, dengan begitu tidak akan ada lagi cewe-cewe bar-bar yang akan mencari masalah dengan kakak atau bahkan menatap kakak dengan tatapan aneh-aneh." Terang Lio keduanya sampai di depan gerbang sekolah.


"Terserah kamu saja, kak akan mengikuti apa katamu." Jawab Nata sambil membuka seatbeal (maaf kalo salah.).


Lio hanya menanggapi dengan senyum tipis saja, setelah ia pikir-pikir keputusan yang dibuat saat ini adalah keputusan yang tepat.


Seperti biasanya ketika mobil milik Nata atau lebih tepatnya milik Lio selalu menjadi pusat perhatian, Ditambah lagi dengan adanya Nata di dalam mobil tersebut.


Nata memang sudah mencuri perhatian seluruh siswa maupun siswi di sekolah, karena kecantikannya yang sangat alami serta aura yang di keluarkan oleh Nata bukanlah aura seperti siswi lainnya. Ditambah lagi dengan kabar jika dia adalah pacarnya Lio, meskipun kabar itu masih simpang siur tetapi tetap saja Nata menjadi sasaran ganas para sisiwi yang menyukai Lio.


Ini adalah hari kedua Natal berada di sekolah barunya, jika kemarin ia dan adiknya bergandengan tangan maka hari ini sudah tidak lagi.


"Hay kak Nata." Sapa El, Endi dan Reno ketika melihat kedatangan Nata, Sedangkan untuk Lio sendiri ia hanya memberengut kesal merasa tidak dianggap oleh ketiga sahabatnya, tetapi di sisi lain ia merasa senang karena sahabatnya-sahabatnya sangat menyayangi kakaknya.

__ADS_1


"Hai trio." Jawab Nata karena ia malas sekali jika harus menyebutkan nama mereka satu persatu.


"Ayo kita ke kantin, and umumin juga di grup angkatan dan sekolah kalau kita mau buat pengumuman." Ucap Lio kepada ketiga sahabatnya.


Ketika sahabatnya merasa bingung dan juga heran. Pengumuman apa yang akan disampaikan oleh sahabat mereka ini, tetapi mereka tetap melakukan apa yang diminta oleh Lio.


Kelimanya berjalan menuju ke arah kantin, banyak yang merasa iri dengan Nata yang bisa berdiri di tengah-tengah Lio dan juga El, sedangkan Reno dan Endi keduanya berada di belakang Nata, Lio, Endi.


Keempat remaja tampan tersebut memang sangat mencuri perhatian, bohong jika ada wanita yang mau jahat mereka tetapi tidak terpesona, keempatnya memang memiliki bibit unggul.


Sedangkan untuk Nata ia menjadi yang paling menonjol, antara mereka hanya dia yang wanita sehingga hal tersebut membuat orang-orang merasa iri dan kesal.


Seluruh siswa dan siswi yang berada di sekolah mereka yang sudah mendapatkan pesan singkat baik di grup angkatan dan juga grup sekolah, mereka semua berhamburan menuju ke kantin karena merasa penasaran dengan apa yang akan di sampaikan Lio.


Nata, Lio, Reno dan double E saat ini sudah berada di tengah-tengah kantin, merasa sudah semua anak atau sudah hampir semua anak berada di kantin, El dengan segera mengangkat suara.


"Baiklah, seperti yang kalian ketahui atau yang kalian anggap jika saya dengan wanita yang bernama Natalia Chrisly atau wanita yang berada di samping saya, memiliki hubungan spesial maka itu semua adalah kesalahpahaman." Ucap Lio yang membuat orang-orang merasa bingung, tepatnya merasa tidak mengerti.


"Jadi Nata adalah kakak kandung saya, ia adalah kakak saya, jadi jika ada yang berani macam-macam dengannya, maka orang itu akan berurusan dengan gw secara pribadi, dan gw juga tidak akan melepaskan orang-orang yang berani menyentuh kakak saya." Ucap Lio dengan suara yang lantang.


"Kalian juga akan berurusan dengan gw." Secara tidak janjian El, Endi dan Reno mengucapkan kalimat yang sama, serta wajah mereka yang tak kalah serius dengan Lio.


Semua diam membeku memproses apa yang dikatakan oleh Lio, Mereka tampak masih mencerna semuanya dan seketika wajah mereka tampak berbinar karena kabar bahagia tersebut.


"Kalian bisa bubar. Terima kasih buat waktunya." Ucap Lio seolah mengqadha untuk semuanya bubar karena ia akan berjalan ke kelas.

__ADS_1


----


"Lio, kamu mau tinggal di rumah seperti biasa atau mau tinggal di apart ?" Tanya Nata sambil memakan makannya.


"Hmm, aku terserah kakak saya, kurasa tinggal di apartemen akan lebih aman mengingat keemanan apart lebi menjamin." Jawab Lio karena apa yang akan membuat kakaknya nyaman, maka ia akan mengikuti hal itu.


"Baiklah, kalau begitu hari ini kakak akan mengurus apart untuk kita tinggal, tapi jika kamu tetap ingin tinggal di hotel, kakak juga tidak masalah, karena hotel . itu punya kita berdua." Ucap Nata kepada adiknya.


"Hotel itu milik kakak, bukan milik aku kak." Koreksi Lio, tempatnya Rio sudah mengetahui akan hal tersebut.


"Apa kamu sudah mengetahui akan hal ini ? Apa kamu merasa kecewa dengan bunda yang mewariskan semua atas nama kakak." Tanya Nata dengan wajah yang sedih, Iya juga tidak tahu mah apa Bundanya hanya mencantumkan namanya saja, padahal Ia memiliki adik laki-laki.


"Kakak tidak usah memikirkan hal tersebut, semua itu tidak ada artinya bagiku, yang terpenting sekarang adalah kakak harus selalu harus bersama denganku, dan kakak harus bisa menjaga diri baik-baik, jangan sampai ada orang yang melukai kakak." Ucap Lio, menurutnya semua harta benda itu tidak berarti sama sekali, ia lebih memilih kakaknya dibandingkan hal tersebut.


"Maafkan bunda yah dek." Ucap Nata, Nata tampak tetap saja merasa tidak enak, ia merasa seperti orang serakah.


"Kakak jangan sedih yah, nanti aku mala kesel kalau liat kakak sedi." Ucap Lio lagi, tidak menginginkan sang kakak bersedih.


El, Endi dan Reno sejak tadi hanya diam saja menyimak, ketiganya tampak masi berpikir mengenai hotel, dan setelah mereka menyadari sesuatu mereka langsung melebarkan mata.


"Jadi hotel itu milik kak Nata sekarang ?" Tanya ketiganya dengan mata melebar sempurna.


Nata dan Lio sampai kaget mendengar suara ketiganya, sedangkan orang-orang yang berada di kantin, langsung mengahlikan tatapan kepada meja mereka.


"Sorry." Ucap ketiganya ketika menyadari mereka menjadi pusat perhatian.

__ADS_1


El, Endi dan Reno memang belum mengetahui seberapa banyak peninggalan Bunda Nadia yang di wariskan kepada Nata.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN JUGA VOTE YAH, TERIMA KASIH DAN SAMPAI JUMPA DI EPS BERIKUTNYA.


__ADS_2