Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
Eps 82 ~ Nata, Lio dan bi Ina.


__ADS_3

PANJANGKAN, AYO SEKARANG KALIAN VOTE DULU, LIKE DULU DAN KASIH KOMENTAR QUOTES PENYEMANGAT UNTUK AUTHOR YANG BAIK INI HEHE, PLEASE JANGAN LUPA VOTE AKU SAYANG KALIAN JADI JANGAN MALES BUAT VOTE.


MAKASI BUAT YANG UDAH VOTE TAPI JARANG KOMEN, AKU CINTA KALIAN, DAN YANG SERING KOMEN TAPI BELUM PERNAH VOTE AKU TUNGGU YAH.


LUV ALL :)


JAM 10 LAGI YAH, INGAT JAM 10 GAESS AKU UP BANYAK PLUS PANJANG, JADI JANGAN LUPA DI VOTE, MAAFIN AUTHOR YANG NGEGAS INI.


Keesokan harinya natta dan juga Lio memutuskan untuk lari pagi, karena Nata sudah lama tidak berolahraga atau memiliki waktu senggan.


Nata secara diam-diam memperhatikan adiknya yang sekarang sudah tumbuh menjadi sosok remaja yang dewasa, tidak sekarang dia dan juga adiknya sudah mau menyelesaikan SMA.


Setelah selesai lari pagi mereka memutuskan untuk melanjutkan berenang di salah satu kolam privasi, Lio tampaknya mengisi perutnya dengan burger, Nata mengambil gambar dan juga memposting di Instagram.



@nataaa Small children who have started to grow up 🤗.


Postingan baru Nata belum sampai 1 menit sudah mendapat banyak like dari followers dan juga komentar dari para penggemar.


"Bunda, andai saja bunda ada disini pasti semua akan jauh lebih lengkap." Batin Nata menyembunyikan kesedihannya.


Nata memang selalu memperlihatkan jika ia selalu bahagia, tetapi tidak ada yang mengetahui lubuk hati yang paling dalam ia sangat merindukan sosok bundanya.

__ADS_1


"Tuhan, andai saja engkau memberikan waktu yang lebih lama lagi untuk aku dan Lio bersama bunda, tapi aku percaya semua keputusan yang sudah kau ambil adalah yang terbaik. Meskipun mungkin sampai saat ini aku masih belum bisa untuk mengiklaskan bunda." Batin Nata yang memandangi foto Lio.


Mata Lio yang jeli tidak sengaja melihat jika kakaknya terlihat sedih, tampaknya kakak menyembunyikan sesuatu dari dirinya, dan ia mencoba untuk memahami kakaknya.


"Kak, jadi besok apa kakak jadi berangkat ?" Tanya Lio kepada kakaknya.


"Hmm, seharusnya jadi sih." Jawab Nata yang seolah tersadar dari lamunannya.


"Apakah 1 kelas kakak mengikuti kegiatan tersebut ?" Tanya Lio yang berusaha untuk mencari topik pembicaraan, agar kakaknya tidak bersedih lagi dan tampaknya berhasil.


"Semuanya akan ikut berpartisipasi, mungkin kakak akan liburan selama dua minggu lamanya bersama mereka." Jawab Lio sekaligus menjelaskan waktu yang diperlukan untuk berlibur bersama dengan teman sekelas.


"Hah, kok lama sekali." Lio begitu kaget mendengar jika kakaknya berlibur selama 2 minggu, artinya ia akan kehilangan kasih sayang Nata selama dua minggu lamanya.


"Tapi kakak harus ingat untuk terus menjaga kesehatan dan juga keselamatan, jangan sampai lupa untuk sarapan, makan siang dan makan malam." Ucap Lio yang mulai mengeluarkan sikap protektifnya sehingga tidak menyadari jika wajah dari Nata terlihat sedih.


"Iyaiya, kakak pasti akan selalu menjaga pola makan, kamu juga jangan hanya memperhatikan kakak saja, kamu juga harus tetap memperhatikan diri sendiri." Jawab Nata dan tidak lupa untuk memperingati adiknya.


"Hehe." Lio mala menjawab dengan cengirnya.


"Sebaiknya sekarang kita naik ke atas, karena pasti bi Ina sudah menunggu." Ucap Nata sambil melirik ke arah handphonenya.


"Baiklah, ayo." Jawab Lio sambil mengambil bungkusan burger yang mereka makan untuk dibuang di tempat sampah.

__ADS_1


Meskipun sudah ada petugas kebersihan tetapi mereka tetap menjaga alam dan juga lingkungan sekitar mereka tinggal, mereka sadar jika alam adalah sesuatu yang harus dilindungi bukan dicemari.


Ketika mereka naik ke atas bi Ina tampak sedang menunggu di sofa depan televisi, Lio tampak pergi ke kamarnya untuk membilas diri terlebih dahulu, sedangkan mata sudah bersama dengan bi Ina di meja makan.


"Bi, nanti selama dua minggu kedepan Nata akan pergi berlibur bersama dengan teman-teman, jadi kemungkinan besar bi Ina hanya akan bersama dengan Lio, dan jika ada ketiga anak itu mungkin kalian akan berlima." Ucap Nata kepada bi Ina.


"Oke non, apa nona sudah mempersiapan barang-barang untuk dibawa berlibur ?" Tanya bi Ina.


"Untuk keperluan nya sih belum disiapin, mungkin nanti habis kita makan baru Nata akan mulai beres-beres, lagi pula Nata hanya akan membawa satu koper saja." Jawab Nata yang baru ingat jika ia belum packing sama sekali.


"Baiklah, nanti kalau butuh bantuan bilang bi Ina yah, nanti bi Ina yang bantuin." Ucap bi Ina dan Nata mengangguk sambil tersenyum.


Tidak lama kemudian Lio tampak sudah bergabung di meja bersama dengan mereka, dan makan setelah selesai berdoa bersama.


Mereka makan dengan penuh lahap dan juga tenang, karena mereka sangat menghargai makanan, setelah mereka selesai makan, Nata dengan segera mengambil ponselnya dan juga mentransfer uang sebanyak 50jt kepada bi Ina, sebagai uang jaga-jaga takutnya bi Ina membutuhkan sesuatu disaat ia dan Lio tidak di apartement.


"Lio, Kakak minta untuk kamu tidak menginap di luar, karena bi Ina hanya sendiri, jika kamu mau mengajak Lio, Endi dan El menginap disini silakan saja." Ucap Nata memberi pengertian kepada Lio karena ia merasa kasihan jika bi Ina hanya sendiri saja di apartemen.


"Bi Ina juga tidak apa-apa jika hanya sendiri di apartemen." Ucap Bi Ina dengan senyumnya.


"Tidak bi, lagi pula Lio akan tetap mendengarkan apa kata kak Nata, dan juga tidak mungkin untuk Lio membiarkan bi Ina sendiri saja di apartemen." Ucap Lio dengan senyum tentunya.


Mereka terus berbicara setelah itu Nata melanjutkan untuk mempacking bajunya, dan segala keperluan untuk berlibur, tetapi pada intinya Nata tidak membawa banyak, karena sudah dipastikan jika ia akan berbelanja bersama dengan teman-temannya.

__ADS_1


__ADS_2