
MELIHAT JUMLAH VOTENYA YANG BERKURANG DRASTIS AKU MENYANGGUPI UNTUK POST BEBERAPA EPS DALAM SATU HARI, JADI PLEASE BUAT VOTE YAH, AND YANG MAU TEMANAN ONLINE KALIAN BISA FOLLOW @ANGELICACLAUDITENGKER /@GALERICLAUDIA AND JANGAN LUPA DM JUGA BIAR AKU TAU KALIAN DARI NOVELTOON DAN BISA AKU FOLLOWBACK ;).
Nata memicingkan mata ketika melihat Zero, pertanyaan macam apa yang dikeluarkan oleh Zero, berakhirnya mereka terdiam beberapa detik.
"Saya hanya memiliki satu adik yaitu Lio, Saya juga tidak memiliki saudara kembar, dan saya tidak pernah bertemu dengan orang yang mempunyai kemiripan dengan saya, kecuali.." Jelas Nata yang langsung potong karena Harvy yang ingin pulang.
"Mommy, ayo kita pulang, aku sudah lelah." Ucap Harvys yang terliha sudah begitu cape.
"Tuan Zero, tuan Hero mohon maaf, karena saya harus pulang terlebih dahulu, mungkin kita bisa berbicara dalam waktu." Ucap Nata yang paham jika anak kecil yang udah ya anggap seperti anak sendiri merasa kelelahan.
Zero dan Hero mengumpat dalam hati, padahal sebentar lagi mereka akan bisa menjawab rasa penasaran mereka yang mengganjal, tapi tetap saja mereka tidak bisa berbuat apa-apa melihat wajah lelah dari Harvy.
"Baiklah, apa perlu kami antar pulang ?" Tanya Zero yang menawarkan diri untuk mengantar Nata dan Harvy balik apartemen.
"Tidak perlu, supir saya sudah menunggu." Jawab Nata yang tampak sedang membereskan barang-barang.
"Baiklah, sekarang saya pamit lebih dulu tuan." Ucap Nata lagi yang tampak sudah selesai membereskan tasnya..
Sepeninggalan Nata, saat ini Zero dan Hero sedang saling tatap.
"Apa kamu merasakan apa yang aku rasakan ?" Tanya Zero yang tampak serius sambil menatap Nata yang semakin hilang dari pandangannya.
__ADS_1
"Entahlah, saya terlebih dahulu akan mencari bukti yang lebih konkrit jika memang apa yang kita bicarakan ini benar adanya." Jawab Hero karena dia tidak ingin terlalu berharap lebih.
"Sebaiknya seperti itu, saya juga tidak ingin terlalu menduga-duga, tapi jika memang apa yang kita pikirkan memang benar adanya pasti ini akan menjadi kabar gembira." Jawab Zero, ia sudah lama menunggu kabar tersebut, tapi tak kunjung datang.
"Yah benar, ini memang akan menjadi berita bahagia untuk keluarga Alexander, sesuatu yang kita tunggu-tunggu bertahun-tahun lama ya." Jawab Hero sambil menatap ke arah atas, penantian hampir 19 tahun akhirnya sedikit membuahkan hasil.
Meninggalkan Zero dan juga Hero, ia sepanjang menuju ke lobby Mall, ia menghubungi sopir yang mengantar nya agar supaya ia nanti tidak terlalu lama menunggu di lobby.
Tiba-tiba saja handphone bergetar, ia melihat dan di layar kaca tertulis Lio Calll, ia segera mengangkat telepon.
"Hallo de, ada apa ?" Tanya Nata.
"Hallo kak, tidak ada apa-apa." Jawab Lio dari seberang telepon.
"Aku hanya ingin menanyakan sekarang dimana keberadaan kakak, kenapa sampai sekarang masih belum pulang ke apartemen ?" Tanya Lio yang sedikit tersirat pada khawatir dalam berbicara.
"Sekarang kakak masih di Mall Angkasa, saat ini kakak bersama Harvy sedang menunggu sopir." Jawab Nata.
"Baiklah kalau begitu." Jawab Lio yang merasa lega.
"Lalu, apakah kamu sudah pulang ke rumah." Tanya balik Nata.
__ADS_1
"Sekarang aku dalam perjalanan, kemungkinan aku yang akan sampai terlebih dulu." Jawab Lio.
"Ok baiklah, kalau begitu hati-hati di jalan dan jangan bermain ponsel." Peringat Nata.
"Baiklah,Kakak juga hati-hati di jalan yah, sampai jumpa." Jawab Lio, sebelum Nata mengakhiri panggilan telepon.
Tanpa terasa ketika mengobrol telepon bersama dengan nilai akhirnya sampai juga di lobby, Nata dan Harvy hanya menunggu sekitar 3 menitan, dan mereka segera meninggalkan Mall angkasa.
Selama perjalan pulang Harvy tertidur pulas di kursi, sedangkan Nata ia mengecek perkembangan-perkembangan toko kuenya, ia juga mengecek setiap laporan keuangan.
"Huft, ternyata perkembangannya sangat bagus, mungkin sehabis aku mengikuti ujian nasional, aku akan membuka cabang di Manado." Batin Nata.
"Ehmm, apakah design cafenya harus sedikit dirubah, karena sepertinya akan sedikit membosankan jika designnya seperti itu terus." Batin Nata lagi.
Nata memang selalu memikirkan apa yang terbaik untuk cafenya, ia akan mengutamakan kualitas dan juga kenyamanan untuk customer, Nata juga beberapa kali mengadakan diskon setiap akhir bulan.
Mengadakan diskon setiap akhir bulan cara untuk membuat orang-orang dari segala jenis kalangan untuk tetap stay dengan cafenya.
Nata juga sudah memiliki anak cabang sebanyak 8 di Jakarta , dua di Jakarta Pusat, dua di Jakarta Utara, 3 di Jakarta Barat, 3 Jakarta Selatan.
Awalnya Nata hanya membuka cabang di Jakarta Pusat, karena banyaknya peminat dan juga permintaan dari orang-orang maka Nata menyanggupi untuk membuka di bebapa daerah.
__ADS_1
Nata juga akan membuka anak cabang di Tanggerang, Depok, Bekasi karena banyaknya permintaan di Instagram, banyak yang mengatakan jika harus pergi ke Jakarta terlebih dahulu kita akan membuang-buang waktu.
Seperti itu kira-kira keseharian Nata, ia banyak memikirkan tentang pekerjaannya dan juga mengenai adiknya satu-satunya.