Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
Eps 114 ~ Suasana canggung


__ADS_3

Pada saat itu Jonathan berusaha keras untuk merebut perhatian dari Nata, tetapi rasanya sangat sulit untuk membuat wanita tersebut merasa tertarik dengan dirinya.


Sebenarnya sekarang Jonathan berpikir keras, Kenapa Nata tidak pernah merasa tertarik terhadap dirinya. Padahal di luar sana banyak sekali wanita yang tergila-gila akan tetap anaknya, akan tetapi rasanya hal itu tidak mempengaruhi Nata.


Nata memiliki Aura yang begitu kuat serta tidak banyak wanita yang memiliki Aura seperti Nata, Nata memiliki kecantikan alami yang membuat Dia terlihat berbeda dari wanita lainnya.


Nata sudah sangat sering didekati oleh anak-anak konglomerat serta pejabat-pejabat dan juga pengusaha muda, didekati oleh kalangan atas iya begitu aktif di salah satu komunitas sosial dimana komunitas tersebut dibentuk untuk membantu orang-orang yang memiliki kesusahan.


"Apakah kalian berdua sudah makan? " Tanya Jonathan Sekedar berbasa-basi saja.


"Tadi kami berdua sudah sempat mencicipi beberapa makanan." Jawab Lio dengan wajah datarnya, ia sebenarnya merasa canggung dengan situasi seperti itu.


Menurut Lio banyak sekali perubahan dari diri kakaknya tersebut, biasanya kakaknya akan selalu ramah terhadap orang-orang yang bersikap baik.

__ADS_1


Mereka saat ini duduk di salah satu meja yang tadinya ditempati oleh natta dan juga Leo saja. Tidak lama kemudian setelah kepergian Saga tiba-tiba saja ada seorang bapak-bapak dan juga tampaknya ia membawa seorang putri.


"Selamat malam tuan Jonathan." Sapa bapak-bapak tersebut, dari pakaian dan juga penampilannya ia sepertinya adalah seorang pejabat atau bisa dikatakan petinggi.


"Selamat malam tuan Robert, terima kasih karena sudah beri kesempatan untuk hadir." Jawab Jonathan sambil berdiri dari tempat duduknya dan tidak lupa berjabat tangan.


"Saya juga berterima kasih, karena sudah mendapat kesempatan untuk turut di undang." Ucap tuan Robert.


"Tentu saja mau bagaimanapun kita adalah rekan bisnis bukan." Jawab Jonathan yang tampak enggan untuk berbasa-basi, tapi bagaimanapun ia harus menghormati dan juga menghargai rekan bisnisnya.


"Jonathan." Ucap Jonathan yang enggan untuk membalas uluran tangan dari Mely.


Melly adalah anak dari Pak Robert Ia memiliki kecantikan juga akan tetapi kecantikannya jauh di bawah Nata, bisa dilihat dari pandangannya Jika ia terlihat begitu tertarik dengan jantan, berbeda dengan Jonathan yang menunjukkan rasa ketidaksukaan secara terang-terangan.

__ADS_1


"Ohiya, perkenalkan wanita yang ada di samping saya adalah calon istri saya dan yang di sampingnya itu adalah calon adik ipar saya." Ucap Jonathan yang dengan sengaja memperkenalkan Nata sebagai calon istri.


Bukan tanpa alasan Jonathan memperkenalkan Nata sebagai calon istrinya, sejak tadi beberapa rekan bisnisnya yang sepantaran dengan dirinya itu tampak melirik Nata dengan penuh ketertarikan.


Jonathan bukanlah orang yang tipenya takut akan persaingan, tapi untuk saat ini ia sangatlah berbahaya dalam posisi karena Nata belum menunjukkan rasa ketertarikan, jika nanti ada pesaing maka akan sangat sulit lagi akan ribet.


Meli dan juga Pak Robert yang sejak tadi menunjukkan sudah bicara tiba-tiba saja muka mereka secara perlahan berubah ekspresi, Pak Robert awalnya berniat untuk menjodohkan Jonathan dengan anaknya karena Jonathan adalah salah satu pengusaha muda yang mencapai kesuksesan, serta Jonathan bukan dari kalangan bawah.


Nata dan juga Lio hanya diam saja tanpa menunjukkan komentar ataupun ekspresi terhadap ucapan Jonathan, setelah kepergian Pak Robert dan juga anaknya, Jonathan langsung buka suara lagi.


"Maafkan saya Nata karena begitu lancar memperkenalkan anda sebagai calon istri saya aku." Ucap Jonathan yang merasa tidak enak hati.


"Tentu saja." Jawab Nata datar.

__ADS_1


Sedangkan Lio hanya diam saja.


__ADS_2