
Pada awalnya Hero sudah menawarkan diri kepada sang nyonya untuk menjelaskan sesuatu kepada Nata, tetapi nyonya besar tersebut menolak dan mengatakan Jika sesuatu yang akan ia lakukan sendiri.
Menghabiskan waktu sepanjang hari bersama dengan Harvy di kediaman keluarga Alexander, Nata bersama dengan Harvy bermain di salah satu ruangan yang diperuntukkan untuk Harvy bermain.
Harvy anak kecil tersebut sangat sangat merasakan senang karena bisa menghabiskan sepanjang hari bersama dengan Nata, mereka juga tidak hanya bermain berdua tetapi mereka juga mengajak beberapa pengasuh dan pengawal Harvy.
Para Bodyguard dan juga pengasuh dari Harvy, mereka sama sekali tidak menyangka jika Nata adalah wanita yang sangat mudah berbaur.
Sedangkan untuk saat ini nyonya besar keluarga Alexander sedang berada di ruang kerjanya, bersama dengan asisten pribadi atau bisa dikatakan sebagai tangan kanannya Hero, mereka terlibat dalam perbincangan yang cukup serius.
"Jadinya apa rencana kita selanjutnya ?" Tanya Hero kepada nyonya besar.
__ADS_1
"Aku akan sedikit memberikan pelajaran kepada pria brengsek itu, berani-beraninya dia membuat anak dan cucu keluarga Alexander hidup menderita." Jawab nyonya besar dengan penuh penekanan dan juga Aura dingin yang dikeluarkan oleh yang membuat suasana menjadi mencekam.
"Baiknya nyonya kalau seperti itu saya setuju, Karena saya rasa cucu-cucu nyonya sudah bergerak dengan cepat, mereka bahkan memiliki jumlah saham yang tidak sedikit di perusahaan orang tersebut." Ucap Hero karena Hero memang sudah mengetahui semuanya.
"Aku mengerti, aku akan mengurus wanita itu, biarkan saja pria brengsek itu di urus oleh cucu-cucuku, cucuku memang terlihat seperti orang biasa, tetapi tetap saja darah Alexander masih mengalir deras di dalam tubuh mereka." Sambil tersenyum sinis, ia tahu semua tindakan cucunya, dan mereka benar-benar berhati dingin dan tidak mengampuni lawan.
"Suami juga ada yang membackup cucu nyonya, dan mereka bukan dari kalangan biasa, mereka adalah salah satu pengusaha dan juga konglomerat yang bekerja sama dengan kita, mereka adalah keluarga dari sahabat cucu nyonya." Terang Hero.
"Bisa saja si brengsek habis di tangannya, tapi ia tidak melakukan itu, karena ia memberikan kesempatan kepada cucu-cucuku, tapi aku rasa ia tidak mungkin hanya diam saja selama ini, sepertinya akan ada masalah besar, tapi aku sendiri tidak tahu apa itu." Lanjut nyonya Alexander yang begitu mengetahui sifat asli sahabat anaknya, tidak mungkin ia akan diam saja.
Zena adalah wanita atau lebih tepatnya sahabat dari putrinya, Zena dan putrinya bersahabat sejak kecil, Zena akan marah terhadapnya jika sampai ia memarahi putrinya, hanya Zena yang berani terhadap nyonya besar Alexander.
__ADS_1
Zena sangat menyayangi dan juga melindungin putrinya, karena memang Zena sangat ingin mempunyai adik, tetapi ia sama sekali tak memiliki adik dan menganggap jika putrinya nyonya besar Alexander adalah adiknya.
Flashback on.
Di sore hari yang cukup cerah, tepatnya di kediaman keluarga Alexander, dua anak kecil sedang bermain dan bercanda riah.
Gadis tersebut adalah Zena dan juga putri dari nyonya Alexander, secara tidak sengaja anak dari rekan bisnis nyonya Alexander membuat wanita yang sudah Zena anggap sebagai adik menangis.
Dan disaat itu Zena membalas perlakuan anak yang ia anggap nakal, tidak ada yang boleh membuat adiknya menangis, dan ia juga mengatakan siapapun yang berani membuat adikku menangis, maka aku akan membalasnya.
Meskipun saat itu usia mereka masih belia, tetapi aura dan juga tatapan yang dikeluarkan oleh Zena membuat orang yang ada di sana sedikit kaget.
__ADS_1
Sebegitu protektif Zena, yang membuat nyonya besar Alexander yakin, jika Zena sudah menyiapkan pertunjukan besar.