Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
S2 ~ Indonesia.


__ADS_3

Kedatangan mereka ke Indonesia sudah disambut dengan situasi tidak sedap, dimana Nata tidak sengaja bertemu dengan Vina atau anak dari Nelson dan juga Mely.


Sesampainya di mobil El memilih diam saja, ia tidak ingin berbicara dengan keadaan masih emosi, diamnya El menandakan sesuatu telah terjadi tapi sepertinya mereka paham jika El tidak ingin berbicara dahulu.


Saat ini rombongan mereka sedang menuju ke kediaman El, untuk memenuhi permintaan nyonya Zena.


"Mungkin saja ada hal penting yang ingin disampaikan." Batin Nata bergejolak, meskipun ia tidak tahu apa yang akan terjadi.


Jalanan tidaklah padat melainkan ramai lancar, mereka bisa tiba dengan waktu 30 menit dari bandara, Endi dan Reno tampak memejamkan mata.


tiga puluh menit menempuh perjalanan akhirnya mereka tiba disebuah rumah dengan suasana classic tampak begitu mewah.


"Selamat datang kembali tuan, nona muda." Sapa seorang kepala pelayan yang memang bertugas menyambut kedatangan para tuan muda dan nona muda.


"Terima kasih pak Sam, senang bertemu kembali." Jawab Nata ramah dan lembut.


"Saya juga demikian nona, mari silakan masuk nyonya Zena sudah menunggu didalam." Dengan tersenyum kecil pak Zam mengarahkan mereka untuk segera masuk.

__ADS_1


Didalam mension tampak nyonya Zena sedang duduk disebuah kursi, dan dihadapannya ada seorang nenek, pria matang, dan anak kecil.


"Selamat datang putra - putra & putri mommy." Sambut Zena hangat.


"Selamat siang aunty." Jawab Lio, Nata, Endi dan Reno.


"Panggil mommy, kan sudah sering dikasih tahu." Ucap Zena lembut.


"Baik mommy." Jawab mereka lagi sedangkan El hanya tersenyum kecil, ia senang jika kedua orang tuanya memiliki hubungan baik dengan para sahabatnya..


Mata Keren terbuka dengan lebar menandakan ia sedang terkejut, bagaimana bisa nyonya besar Alexander, Hero, Harvy berada dirumah aunty Zena.


"El, Endi, Reno kalian boleh menunggu dimeja makan." Ucap nyonya Zena, ketiga pemuda tersebut tampak saling memandang satu sama lain sebelum beranjak dari tempat duduk mereka.


"Lio, Nata ada yang perlu diluruskan disini, semua menyangkut dengan bunda kalian Nydia." Jelas nyonya Zena begitu memastikan tiga pemuda lainnya sudah menghilang.


"Katakanlah momm." Jawab Lio mewakili kakaknya.

__ADS_1


"Kalian pasti sudah mengenal dengan jelas, tiga orang dihadapan kalian bukan." Ucap nyonya Zena lagi.


"Yah mom." Kini giliran Nata yang menjawab.


"Nyonya besar Alexander adalah oma kalian, beliau adalah orang tua dari bunda kalian Nydia." Jelas nyonya Zena dengan singkat padat tapi cukup membuat suasana hening.


"Jadii .." Ucapan Nata berhenti, ia menatap tidak percaya pada nyonya Alexander pantas saja selama ini hatinya terasa begitu dekat dengan wanita tua ini.


"Yah, benar sayang wanita tua ini adalah oma kalian, apa kalian tidak ingin memeluk oma." Timpal nyonya Alexander.


Nata dan Lio segera berhambur kepelukan nyonya Alexander, sedangkan nyonya Zena dan Hero mengahlikan tatapan kearah lain.


"Akhirnya Tuhan, akhirnya engkau mengijinkan aku untuk mengungkapkan semuanya, terima kasih Tuhan." Lirih nyonya Alexander dalamm hatinya.


Senyum kebahagiaan mengalir begitu saja, momen yang tidak pernah terlintas dipikiran mereka pada akhirnya menjadi begitu nyata.


Bagaimana dengan episode kali ini guys, semoga kalian senang dan terhibur yah dan jangan lupa Like, Komen dan juga Vote yah teman2.

__ADS_1


__ADS_2