Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
Eps 73 ~ Kediaman Winata.


__ADS_3

Saat ini mereka sudah selesai makan, Nata menyempatkan diri untuk pergi ke salon karena ia tidak mungkin kembali ke apartemen hanya untuk kramas, rasanya itu akan sangat membuang-buang waktu.


"Willy, sebaiknya Sekarang kita pergi ke salon, karena waktuku tidaklah banyak." Ucap Nata sambil melirik ke arah pergelangan tangannya.


"Baik nona, mari." Jawab Willy.


Mereka akhirnya pergi meninggalkan restoran tersebut, berbeda dengan Nata dan juga Willy yang menuju ke salon, supir pribadinya langsung saja kembali ke parkiran.


"Bagaimana dengan bajuku ?" Tanya Nata sambil melirik sekilas kepada asistennya.


"Bajunya sudah siap nona." Jawab Willy.


"Baiklah, minta mereka untuk antarkan ke salon biasa." Printah Nata.


Mereka berjalan berdampingan menuju ke salah satu salon tempat biasa Nata kunjungi di saat ingin memanjakan diri.

__ADS_1


Asisten Willy menunggu di salah satu ruangan yang disediakan khusus untuk menunggu pelanggan VIP, asisten Willy tampak sibuk mengerjakan tugas kantor di saat sang bos sedang kramas.


Hanya membutuhkan waktu satu jam semua sudah selesai, Nata meminta untuk sedikit dipoles agar terlihat lebih enak dipandang.


Mereka langsung saja menuju ke kediaman keluarga Winata, ketika mereka sampai sudah ramai atau bisa dikatakan sudah cukup ramai orang yang datang, tapi Nata dan Willy rasa mereka datang tidak terlambat.


Nata langsung saja mencari nyonya Winata, tersebut untuk memenuhi undangan dari nyonya Winata, gadis tersebut tidak mengenal satu orang pun di pesta tersebut kecuali asistennya dan juga nyonya Winata.


Begitu tidak enak berada di pesta tersebut, tetapi Nata tetap menghargai undangan dari nyonya Winata.


"Selamat malam Nata." Ucap seorang wanita paruh baya yang tiba-tiba saja menghampiri Nata, yang tidak lain adalah nyonya Winata.


"Apa kabar sayang, terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk hadir." Ucap nyonya Winata yang tampak begitu antusias melihat kedatangan Nata.


"Kabar aku baik-baik saja tante, tentu saya tidak akan mungkin untuk menolak undangan dari anda." Jawab Nata sambil tersenyum simpul.

__ADS_1


"Oh, maaf nyonya, perkenalkan ini Willy." Ucap Nata yang menyadari jika dia tidak datang sendiri.


"Selamat malam nyonya." Sapa Willy dengan penuh hormat.


"Selamat malam tuan Willy, terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk hadir." Jawab nyonya Winata dengan senyum kecil, sedangkan Willy hanya menjawab dengan senyuman dan juga anggukan.


"Apakah kalian berdua memiliki hubungan spesial ?" Bisik nyonya Winata kepada Nata.


"Tidak." Jawab Nata sambil geleng-geleng kepala.


Sebenarnya Willy mendengar apa yang diucapkan oleh nyonya Winata, pendengaran Willy sangatlah bagus, sehingga ia dengan mudah mendengar apa yang diucapkan oleh nyonya Winata meski sedikit berbisik, tapi ia tetap bersikap biasa saja seolah-olah tidak mendengar apa yang dibicarakan kedua wanita tersebut.


Willy dengan mudah dapat menyimpulkan apa yang sedang dipikirkan oleh nyonya Winata, dan Willy tampak biasa saja.


"Baguslah, aku pikir mereka berdua memiliki hubungan yang spesial, ternyata tidak, tapi siapa dia, kenapa dia yang datang dan mendampingi Nata." Batin nyonya Winata yang penasaran dengan sosok gandengan Nata, tapi ia mengesampingkan hal tersebut.

__ADS_1


"Ohiya, sekarang tante akan memperkenalkan kamu kepada putra tante, ayo." Ucap nyonya Winata sambil menggandeng tangan Nata.


Nata dengan segera menarik tangan Willy, ia tidak akan mau jika berkenalan dengan anak nyonya Winata tanpa didampingi oleh asistennya.


__ADS_2