Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
Episode 8 ~ Makan malam


__ADS_3

A'Internasional School adalah sekolah dengan berbagai macam fasilitas, sekolah tersebut juga sangat sulit untuk di tembus, uang masuk A'IS sebesar 250 juta, uang bulanannya sebesar 30 juta rupiah, anak kalangan atas yang bisa bersekolah di situ, dan tentu saja hanya anak-anak yang mampu menyesuaikan otak dengan pelajaran yang ada di A'SH.


Kasih Bunda School adalah sekolah yang tidak kalah bagus dengan A'IS, KB'S memiliki standar yang cukup tinggi juga, hanya saja biaya untuk masuk hanya 225juta, dan untuk perbulannya siswa wajib mengeluarkan uang 19juta, belum juga dengan seragam dan alat tulis menulis.


Dan yang terakhir adalah Santa Harapan School, sekolah ini menduduki sekolah ketiga paling mahal, kualitas yang cukup bagus dan memadai, harga yang harus di keluarkan adalah 150 juta, dan perbulan siswa harus membayar lima juta rupiah.


---


Ketika sahabat Lio sudah pulang ke rumah masing-masing, saat ini yang berada di hotel hanya Lio, Nata dan juga Bi Ina.


Tempat pada malam hari Nata dan juga Lio bersama dengan bi Ina, mereka turun ke bawah tepatnya ke restaurant untuk makan malam.


Saat ini ketiganya sedang makan malam di restoran hotel, dan sesekali terlibat dalam percakapan ringan.

__ADS_1


"Ka bagaimana jika ka Nata pindah ke sekolah Lio saja, biar lebih gampang untuk menjaga ka Nata." Ucap Lio kepada kakaknya Natalia.


"Hmmm, bagaimana ya." Jawab Nata yang tampak berpikir dengan serius, yang harus pindah atau ia harus tetap berada di sekolahnya.


"Kalau memang kakak tidak mau, Lio biasa aja yang pindah ke sekolah Kakak." Lanjut Lio kepada Nata, ia tak mau jika harus berjauhan dengan kakaknya tercinta.


"Hmmm, baiklah kakak bakalan pindah, dan besok kakak bakalan datang ke sekolah kamu jam satu siang, kakak besok mau urus surat pindah dulu." Ucap Nata yang menyetujui usulan adiknya, lagi pula ia tidak setuju jika adanya harus pindah sekolah karena dirinya, jadi lebih baik dia saja yang pindah ke sekolah adiknya.


"Kamu ini aneh-aneh saja permintaannya." Ucap Nata geleng-geleng kepala.


" Oh iya, kamu masih memiliki tabungan kan ?" Tanya Nata kepada Lio adiknya.


" Apakah kamu membutuhkan uang kak ?" Tanya balik Lio kepada Nata.

__ADS_1


"Tidak, simpan baik-baik tabungan kamu, untuk uang sekolah biar kakak saja yang menanggung, uang kamu simpan saja untuk keperluan kamu." Ucap Nata sambil tersenyum hangat.


" Tidak apa kak, lagi pula uang Lio masih cukup banyak, uang jajan yang diberikan Bunda selalu Lio sisipkan." Ucap Lio kepada Nata, ya tak mau membebankan sang kakak.


"Sebenarnya kakak mendapatkan warisan yang cukup dari bunda Lio, bunda memberikan cukup banyak uang kepada kakak, mungkin bunda pikir jika kamu akan tetap bersama dengan ayah, tapi sepertinya bunda salah dalam mengambil ekspetasi, Kakak akan membagi setengah untuk kamu." terang Nata kepada Lio, tidak mau menutupi apapun dari adiknya, maka dari pada itu Ia memutuskan untuk memberi tahu kepada adiknya, juga Ia memutuskan untuk membagi dua apa yang ia dapat.


Lio hanya tersenyum mendengar penuturan dari kakak Nata, jika apa yang dikatakan oleh Nata memang benar adanya ia sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut.


Satu rahasia lagi yang perlu kalian ketahui, jika Leo yang membantu bundanya mempersiapkan semua yang akan diberikan kepada Nata, karena Leo sudah mengetahui alasan di balik bundanya memberikan banyak warisan kepada Nata.


Awalnya bunda Nydia akan memberikan sama rata, tetapi Lio sebagai anak laki-laki sama sekali tidak ingin menerima warisan dari bundanya, karena kakaknya lebih membutuhkan itu semua dibanding dirinya, ya tak masalah jika harus hidup susah, tetapi ia masalah jika kakaknya hidup susah.


"Tidak perlu kak, kaka tidak perlu khawatir dengan Lio, Lio akan baik-baik saja Jika Kak Nata baik-baik saja." Ucap Lio kepada Nata.

__ADS_1


__ADS_2