Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
Eps 99 ~ Happy 99 eps, all.


__ADS_3

***Kalau semuanya sekarang udah episode yang ke 99 nih, Aku mau ucapin banyak-banyak Terima kasih untuk kalian semua yang sudah mau mendukung karya aku dari awal sampai sekarang.


Aku dari awal sama sekali tidak nyangka jika novel ini menjadi novel favorit kalian, bukan hanya satu dua orang saja tapi banyak orang lainnya.


Aku sebagai penulis mau ngucapin happy 99 episode, semoga karya ini semakin bagus dan banyak diminati oleh orang lain.


Teman-teman untuk tidak lupa LIKE, KOMEN dan VOTE, autor sendiri punya Kerinduan untuk masuk ke rank 1, bantu author yah teman-teman.


Selamat menikmati, author mau minta maaf jika masih banyak kesalahan dalam penulisan, semua kritikan dan juga masukan kalian selalu author pertimbangkan kok***.


Nata kembali ke apartemen dalam keadaan yang ceria karena ia berhasil mendapatkan kembali handphone miliknya, keberanian dan perjuangannya tidak sia-sia.


Sedangkan saat ini Jonathan merutuki dirinya sendiri karena dimana lupa untuk menanyakan siapa nama dari gadis tersebut.


"Ah sial, kenapa aku sampai lupa menanyakan namanya ?" Tanya Jonathan dengan wajah yang begitu menahan kekesalan.


Tapi rasanya itu bukan masalah yang berat untuk Jonathan karena ia bisa meminta sekretaris dan juga orang orang suruhannya untuk mencari tahu siapa gadis tersebut sedetail mungkin.


Jonathan tersenyum kecil ia bertekad untuk mendapatkan perhatian dari seorang Natalia Chrisly, gadis yang Handphonenya tidak sengaja ia temukan ternyata membuat ia merasa tertarik.

__ADS_1


Memang banyak gadis yang datang untuk sekedar mencari perhatian dari Jonathan, akan tetapi para wanita dan juga gadis tersebut tidaklah masuk dalam kategori yang dicari oleh Jonathan, banyak juga di antara mereka yang tidak tahan dengan sikap dingin dan juga cuek dari Jonathan.


Jonathan selama ini tidak pernah menghiraukan para gadis dan juga wanita yang menghampiri dirinya, karena ia tahu para gadis tersebut hanya ingin mengincar harta dan juga status sosial.


Natal saat ini sudah berada di dalam apartemennya, ia mau lihat foto kebersamaan dirinya bersama dengan adik dan juga bundanya.


" Andai aja sekarang Bunda masih ada disini, pasti semua akan terasa jauh lebih indah, Tapi tampaknya Tuhan lebih menyayangi Bunda sehingga bunda hanya duduk tenang disampingnya." Batin Nata.


Mungkin sampai sekarang Nata belum bisa untuk mengikhlaskan kepergian Bundanya yang begitu cepat, mau tidak mau Nata harus tetap menjalani kehidupannya ia masih mempunyai seorang adik yang harus ia jaga dan lindungin.


Salah satu alasan atau pindah ke luar negeri adalah untuk membuat hatinya menjadi tenang dan lebih bersih lagi karena dia tidak ingin menyimpan dendam berlama-lama.


Nata menghubungi adiknya Lio, mereka sedang melakukan video call.


"Hallo kak, sekarang aku masih di sekolah nah kebetulan hari ini ada latihan basket." Jawab Lio masih berada di halaman sekolah.


"Bagaimana kabar kamu Lio ?" Tanya Nata merindukan sang adik.


"Kabar aku baik-baik saja kak, lalu kakak sendiri apa kabar ?" Tanya balik Lio.

__ADS_1


"Tentu saja kakak baik-baik saja, akan tetapi tadi sempat bermasalah karena handphone kakak tertinggal di kantin kampus." Jelas Nata dengan cemberut, yang tampak terlihat menggemaskan di mata Lio.


" Apakah sekarang kakak sudah menemukan handphonenya ?" Tanya Lio berusaha menahan senyum melihat tingkah lucu dari sang kakak.


"Tentu saja Kakak sudah menemukannya, jika masih belum ditemukan mana bisa kita berdua teleponan, kamu ini ada-ada aja." jawab Nata sembari jalan-jalan kepala mendengar pertanyaan dari sang adik.


"Lalu apa kabar dengan bi Ina dan juga yang lain ?" Tanya Nata.


"Semuanya dalam keadaan baik-baik saja, lalu bagaimana dengan perkuliahan kakak disana ?" Tanya balik Lio.


"Sejauh ini semuanya baik-baik saja, hanya saja tugas perkuliahan sudah cukup padat." Jawab Nata dengan penuh antusias menjelaskan.


" Baguslah kalau begitu, tapi jika sampai ada masalah aku jangan lupa untuk menghubungi aku dan lainnya." Ucap Lio kembali mengingatkan Nata.


"Baiklah, apakah sekarang kamu sudah akan pulang ke apartemen ?" Tanya Nata.


"Mungkin saja aku ingin mampir ke suatu tempat dulu." Jawab Lio.


" Baiklah sekarang kakak matikan jangan lupa untuk tetap berhati-hati di jalan." Ucap Nata mengakhiri panggilan telepon.

__ADS_1


"Kakak juga, bye." Jawab Lio.


Setelah itu panggilan telepon antara Nata dan Lio terputus, Lio memang pergi mampir ke suatu tempat sedangkan Nata tampaknya mengerjakan tugas kuliahan.


__ADS_2