Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
Eps 27


__ADS_3

Di dalam kelas lihat Lio tampak duduk bersama dengan El, sedangkan Endi bersama dengan Reno, keempatnya terlihat begitu tenang, tetapi anak-anak sekelas mereka yang memang sudah mengetahui sifat mereka, mereka tahu akan ada masalah besar.


Tok tok tok terdengar suara ketukan pintu, semua mengahlikan pandangan ke arah pintu, tidak untuk Lio, El, Endi dan juga Reno.


"Selamat pagi semua." benar saja tebakan mereka berempat jika yang datang dan mengetuk pintu adalah kepala sekolah.


" Selamat pagi Pak." Jawab siswa dan siswi yang berada di kawasan termasuk keempatnya.


"Setidaknya keempat harimau itu sudah sedikit jinak sejak kedatangan Nata." Batin kepala sekolah melihat keempatnya menyambut sapaannya.


"Baiklah, hari ini kalian akan kedatangan teman baru." Ucap kepala sekolah langsung pada intinya.


Diam saja menunggu kepala sekolah mempersilakan anak baru tersebut untuk masuk, mereka tidak terlalu suka dengan kebisingan, perlu kalian ketahui jika di dalam kelas itu ternyata anak-anak tidak menyukai orang baru.


"Silakan masuk." Ucap kepala sekolah.


Setelah itu masuklah seorang remaja tampan yang seumuran dengan mereka, wanita yang melihat itu hanya menatap biasa saja karena ketampanan tersebut tidak ada apa-apanya, dibandingkan dengan anak-anak yang berada di kelas mereka.


" silakan perkenalkan diri kamu." Ucap kepala sekolah.


"Nama saya Nikolas, kalian bisa memanggil saya niko." Ucap Niko menunjukkan senyumnya.


" Apa ada yang ingin bertanya ?" Tanya kepala sekolah.


Semua hanya diam saja, tetapi tidak untuk El, tangannya sebagai tanda jika ia ingin bertanya.


"Silakan El." Ucap kepala sekolah.


" Apa alasan anda untuk pindah ke sekolah ini, dan apa pekerjaan kedua orang tuamu, masuk ke dalam sekolah ini bukanlah anak biasa." Tanya El dengan senyum yang tidak bisa diartikan, tetapi mereka tahu jika El sama sekali tidak menyukai Niko.


"Ayah saya adalah seorang pengusaha." Jawab Niko singkat, tetapi Niko tetap memperhatikan wajah El, tampaknya ia pernah melihat El.


"Bukankah dia sahabat Lio, sial kenapa aku bisa satu kelas dengannya, tetapi tidak apa aku akan coba untuk berteman dengannya, dia adalah salah satu orang yang disegani di sekolah ini." Batin Niko yang ingin memanfaatkan El.


"Baiklah." Jawab El.

__ADS_1


"Apa kabar ?" Tanya Lio aba-aba atau tanpa menunjukkan tanda jika ia ingin bertanya.


Niko syok setengah mati ketika melihat Lio ada di kelas yang sama seperti dirinya, setelah diusir dari rumah ia pikir Lio sudah tidak bersekolah lagi karena kehabisan uang.


"Lu." Pekik Niko sambil menunjuk Lio.


"Lu masih baru disini, jadi kuharap lu bisa jaga tangan lu." Ucap seorang siswi tidak suka pada Niko, ia adalah Jesi.


"Sepertinya sekarang aku mulai paham, tidak apa-apa bersekolah di sini." Batin kepala sekolah.


"Baik." Jawab Niko sambil menatap datar pada Lio.


"Semoga saja hidupmu tetap aman disini." Ucap Endi berada di belakang El.


" Baiklah saya rasa semuanya sudah cukup, Niko duduk di kursi yang kosong, sekalian pamit undur diri karena sebentar lagi mata pelajaran akan segera dimulai." Ucap kepala sekolah, sebelum meninggalkan kelas tersebut.


- - -


Berbeda halnya dengan Nico yang sudah mendapatkan kelasnya, saat ini Vina masih berdiri di depan salah satu kelas. Ia mendapatkan kelas XII-C.


"Selamat pagi anak-anak." Bu guru tersebut.


" Selamat pagi bu." Jawab Anak-anak di kelas tersebut.


"Hari ini kalian akan kedatangan siswi baru, Ibu harap kalian mau berteman dengannya." Ucap bu guru langsung pada intinya seperti kepala sekolah.


"Baik bu." Jawab semuanya.


" Baiklah Silakan masuk." Ucap bu guru, mengkode untuk yang ada di depan segera masuk.


"Sekarang kamu tinggal memperkenalkan diri kamu." Ucap bu guru.


" Selamat pagi semua, Nama saya Vina kalian bisa memanggil saya Vina." Ucap Vina sambil tersenyum ramah.


Beberapa anak wanita yang melihat dengan tatapan tidak suka, mereka adalah anggota geng dari Lio, mereka sudah mengetahui seberapa licik dan juga ular diri Vina.

__ADS_1


Vina memang terlihat seperti wanita biasanya, tetapi ia adalah wanita yang licik serta bisa menghalalkan segala cara untuk mencapai apa yang ia mau.


"Kenapa lu pinda ke sekolah ini ?" Tanya salah satu siswi dengan judes.


"Karena sekolah ini adalah, sekolah paling bergengsi di negara kita." Jawab Vina sambil tersenyum.


"Apa jangan-jangan Kalau pindah ke sini cuma buat pansos doang, menjijikan." Ucap siswi tersebut lagi.


"Kalau mau sekolah di sini otak lo itu harus dipakai, kita nggak mau kalau sampai kalau kita tercemar gara-gara anak kayak lu." Sinis wanita yang lain.


"Cukup, Vina adalah siswi baru dan ibu harap kalian bisa menuntun Vina menjadi siswi seperti kalian, dan jangan menjauhi Vina karena Vina tidak memiliki teman di sekolah ini." Ucap bu guru menengahi.


"Vina, kamu bisa duduk di salah satu kursi kosong." Ucap bu guru tersebut.


"Sial, awas aja kalian, gw bakalan kasih kalian perhitungan karena udah berani macam-macam." Batin Vina, dia sudah merasa sangat kesal tapi ia tetap tersenyum.


Vina duduk disalah satu kursi yang kosong, di sampingnya terlihat ada seorang wanita cantik, tapi sepertinya wanita tersebut tidak menghiraukan kehadirannya.


Di kelas tersebut tidak ada yang tertarik untuk berkenalan dengan Vina, Bahkan mereka menganggap Vina tidak ada di kelas tersebut.


"Saya pamit undur diri, bentar lagi guru mata pelajaran kalian akan segera masuk." Ucap bu guru sebelum berlalu pergi.


Sejujurnya saat ini Vina sudah merasa sangat kesal karena merasa terabaikan di kelas barunya, dia tidak bisa berbuat apa-apa karena pada saat ini ia masih belum memiliki teman, pagi ini adalah hari pertama ia masuk tidak mungkin untuk membuat masalah di hari pertamanya.


Tidak mungkin untuk membuat masalah di sekolah barunya, masalah sudah menunggu ia dalam beberapa waktu ke depan.


*Ini adalah karya saya yang ke-6, karya ini saya buat sesuai dengan pemikiran dan juga imajinasi saya secara pribadi, Saya harap karya Saya tidak di copyright, karena saya mengetik pakai tangan dan memakai otak sebagai alat berpikir, bisa kalian bayangkan jika karya kalian di coppy oleh orang lain, bagaimana dengan perasaan kalian ? Kalian bisa menjawabnya dalam hati kalian masing-masing.


Yang kedua Saya ingin meminta bantuan kepada seluruh pembaca novelku, mohon banget buat di bantu Vote dan juga Like.


Tidak punya vote dan like kalian bisa membuat saya lebi termotivasi untuk menulis, karena dengan adanya Vote dan juga Like kalian semua tahu ini banyak orang yang menunggu karya ini di up, saya mohon sebesar-besarnya untuk bantu Vote, Like.


Juga bukan hanya satu atau dua orang yang sering mempromosikan karyanya, saya secara pribadi tidak pernah melarang ataupun menghapus komentar-komentar kalian, Saya menghargai usaha kalian untuk mengenalkan karya kalian kepada orang lain, tetapi saya mohon baca dululah karya saya dan tinggalkan jejak Like, Vote agar kalian bisa lebi menghargai penulis, Mohon untuk tidak hanya sekedar memberikan promosi tetapi baca dan hargai juga.


Jangan lupa like comment dan juga vote yah teman-teman, doain terus biar semua kotak dan juga saraf-saraf saya berjalan dengan lancar agar bisa lebi banyak up hehehe

__ADS_1


__ADS_2