Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
S2 ~ Zena


__ADS_3

Terlihat seorang wanita stengah baya, ia sedang tersenyum, senyum mengerikan yang lama tidak ia perlihatkan.


Sudah hampir 5 tahun setelah kematian adik sekaligus sahabatnya, 5 tahun ini ia sudah bersabar untuk tidak melakukan sesuatu.


Tapi sayang seribu sayang, saat ia berbelanja di salah satu mall ternama (Mall Angkasa), ia bertemu dengan sepasang paruh bayang yang tidak lain adalah Nelson dan juga Mely.


Zena berjalan dengan angkuh dan percaya diri, ia menatap wanita dan pria yang berada di hadapannya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.


"Jalang dan penghianat, ternyata kalian masih hidup dengan baik disini." Sinis nyonya Zena, tatapan dingin dan aura mematikan membuatnya menjadi pusat perhatian.


"Cih." Mely tidak berani untuk sekedar membalas hinaan dari nyonya Zena, hanya Nelson yang berani untuk membalas dengan sebuah decihan.


"Sepertinya kalian sudah cukup lama dibiarkan bebas berkeliaran, satu minggu jika satu minggu tidak ada pergerakan dari Nata ataupun Lio, maka saat itu juga aku akan bergerak." Ucap nyonya Zena sebelum meninggalkan mereka.


Nelson dan Mely diam untuk beberapa saat, benar saja jika hampir lima tahun belakangan mereka tidak mendapat gangguan apapun dari Zena dan kedua anak Nelson bersama Nydia.


"Cih, dia terlalu angkuh." Sinis Melly.


"Dia memang seperti itu, sebaiknya sekarang minta Niko dan Vina untuk lebih berhati - hati." Ucap Nelson memerintah.


Benar memang jika saat ini mereka tidak mendapat gangguan, tapi perekonomian mereka berubah apa lagi sekarang assisten pribadi Nata yang secara rutin memeriksa kondisi keuangan perusahaan.


Ia tidak berani untuk bertindak macam - macam, ia cukup paham jika orang - orang dari Nata tidaklah bisa dianggap remeh, kejatahan - kejahatan yang selama ini ia buat bisa langsung terendus.


"Kau sebaiknya tidak macam - macam dengan Zena, ia berbahaya diamnya selama ini pasti sudah memiliki rencana besar, ia adalah sahabat sekaligus kakak dari Nydia, kematian Nydia tidak akan membuatnya menjadi singa betina yang baik, ia bisa menerkamku kapanpun." Ucap Nelson lagi memberi peringatan jika Zena wanita yang baru saja mereka temui adalah wanita yang berbahaya.


"Hmm." Mely terlalu malas menanggapi.


.


Lio, El, Endi, dan Endi saat ini mereka sedang kuliah semester 6 di Stanford, California, Amerika Serikat, yah mereka memutuskan untuk mengikuti jejak kakak perempuan mereka Natalia Chrisly.


"Lio, kau dimana ?" Tanya El melalui chat.


"Dekat kampus, kenapa ?" Jawab Lio.


"Kak Nata ngajak dinner, kau mau ikut ?" Tanya El.

__ADS_1


"Tentu, aku akan segera kembali ke apartement." Jawab Lio lagi, setelahnya El sudah tidak mengirim chat.


"Bagaimana, apa ia mau ikut ?" Tanya Reno yang tampak sedang sibuk bermain hp.


"Yah, dia sedang dalam perjalanan kemari." Jawab El seadanya.


"Okay." Ucap Reno.


Endi saat ini sedang mandi, mereka memilih untuk tinggal di apartement yang sama hanya beda lantai saja dengan kakak mereka Nata.


Tok, tok terdengar suara ketukan pintu, El yang kebetulan berada didekat pintu segera membukanya.


"Hai." Sapa Lio sebelum masuk.


"Kupikir akan lama." Jawab El.


"Tidak, kebetulan tadi aku sudah dimobil." Jawab Lio.


"Oh, siap - siap saja sekarang, kak Nata baru saja memberi kabar jika 30 menit lagi ia akan mengirim lokasi restaurant." Ujar El sambil meminum soda.


"Tidak biasanya, apa ia sedang tidak sibuk yah ?" Tanya Lio.


"Hmmm." Hanya dibalas dheman saja.


"El, kapan kau akan mengenalkan kekasihmu pada kak Nata ?" Tanya Reno yang masih memainkan ponsel.


"Hmm, tidak tahu." Jawab El.


"Tapi kak Nata sudah mengetahui aku memiliki kekasih kok, hanya saja aku belum mempertemukan mereka berdua." Ujar El lagi.


"Baguslah, jangan sampai kau tidak memberi tahu kak Nata, nanti dia ngambek." Ujar Reno.


"Tidak mungkin aku lupa mengatakan pada kak Nata, lagi pula sebelumnya aku sering bercerita padanya mengenai kekasihku, dan katanya tidak masalah asal jangan berlebihan dalam pacaran." Jawab El, sekaligus menjelaskan pesan dari sang kakak.


"Ohhh." Reno hanya menjawab seadanya.


"Ohiya, mana Endi, kenapa dia lama sekali ?" Tanya El, sambil menatap jam tangannya.

__ADS_1


"Masih mandi mungkin, atau sedang ganti baju." Jawab Reno seadanya.


"Aku disini, ada apa mencariku." Tiba - tiba terdengar suara dari belakang.


"Tidak apa." Jawab Reno dan El bersamaan.


"Lio dimana, apa dia tidak akan ikut ?" Tanya Endi yang tidak melihat kehadiran Lio.


"Sedang mandi." Ujar Reno.


"Oh." Jawab Endi.


"Kalian mau tahu sesuatu tidak ?" Tanya Endi, ia kemudian menatap satu persatu sahabatnya.


"Katakan saja." Jawab Reno, enggan basa - basi.


"Ini mengenai saudara tiri Lio dan kak Nata, maksudku Niko." Ujar Endi cukup menarik perhatian Reno dan El.


"Tidak, mereka bukan saudara." Ketus El tak suka.


"Yah, maksudku si Niko." Ketus Endi tak kalah.


"Kenapa dia ?" Tanya Reno menengahi.


"Kata temanku yang berada di Swiss, ia ditipu oleh pacarnya hahaha, ia kehilangan banyak uang dan ia terpaksa berkerja part time untuk menutupi masalah tersebut." Jelas Endi dengan penuh keangkuhan.


"Hahaha, apa benar ?" Tanya El sambil tertawa.


"Yah, kau ingat kak Rendi, ia yang memberi aku informasinya, dan lagi ada beberapa teman kita yang kuliah disana bukan." Jawab Endi.


"Hahaha, menyenangkan aku sepertinya sekali - kali harus mengunjungi Swiss." Timpal seseorang yang tidak sengaja mendengar percakapan El, Endi, Reno.


"Lio, kau mendengarkan apa yang kita bicarakan ?" Tanya El.


"Tidak sengaja." Jawab Lio.


Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian untuk author yah, pastikan juga jika kalian sudah ikut menyumbangkan Vote pada minggu ini, dukungan spesial lain juga jangan sampai lupa Hadiah, Like dan Komen sebagai penyemangat aku yah.

__ADS_1


Terima kasih.


@angelicaclaudiatengker , boleh yang mau temanan atau cerita - cerita bisa contact aku yah.


__ADS_2