Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
Eps 93 ~ Bertabrakan.


__ADS_3

Hari ini aku upnya dikit dulu yah, maaf aku tadi kelas ampe jam 18.00 jadinya gak ada kesempatan buat nulis.


Jangan kecewa dan tetap Vote, Komen, Like yah, tenkyu teman-teman atas supportnya.


Ucapan Nadine terngiang-ngiang di kepala Nata, Nata hanya menunjukan senyum miris orang-orang mungkin akan berpikir jika ia adalah orang paling beruntung.


Tetapi tidak semua yang dipikirkan oleh orang lain adalah kenyataan, iya harus menelan pil pahit di mana bundanya meninggalkan ia dan adiknya selamanya, belum menghilang perih kehilangan bundanya, ia harus kehilangan ayahnya, bukan hanya itu saja ia harus mengetahui fakta jika orang selama ini ia panggil Ayah bukan ayah kandungnya.


"Nat, Nat, Nata." Pangil Nadine yang melihat Nata hanya melamun saja.


"Eh yah." Jawab Nata yang kembali tersadar.


" Apa aku tadi salah bicara ?" Tanya Nadine yang merasa tidak enak.


"Tidak, hanya saja aku tidak seberuntung apa yang kamu pikirkan." Jawab Nata dengan senyum yang sedikit dipaksakan.


Nadine dapat melihat jika Nata menyembunyikan kesedihan, tetapi mengingat dirinya dan juga Nata baru dekat ia tidak ingin terlalu jauh dalam bertanya.


" Jadi sekarang kita akan berbelanja apa saja ?" Tanya Nata mengalikan agar supaya suasana tidak menjadi canggung.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita coba mencari tas, baju dan lain lagi ?" Tanya Nadine yang tampak antusias ketika berbicara mengenai belanja.


"Hmm, bole saja." Jawab Nata mengiyakan.


Keduanya akhirnya melanjutkan perjalanan menuju ke salah satu pusat perbelanjaan yang ada di negara tersebut, sepanjang perjalanan banyak brand ternama.


Natta dan Nadine menghabiskan uang cukup banyak untuk berbelanja, apa lagi Nata, ia pikir ia tak akan berbelanja lagi selama dua bulan kedepannya.


Nata menghabiskan 150rb dollar, Nata hanya melihat dan mencoba baju dan lain-lain tanpa melihat harganya, setelah ia rasa cocok dan nyaman maka ia akan membungkus tanpa berpikir panjang.


Nadine sempat ragu Apakah sahabatnya bisa membayar semua barang belanjaan, pasalnya ia hanya menghabiskan uang kisaran 47.000dolar, tapi ternyata Nata memiliki Black card, kartu tampak limit.


"Aww shit." Umpat Nata yang terjatuh.


"Nata, lu gak apa-apa ?" Tanya Nadine panik melihat Nata terhempas ke lantai.


(ANGGAP AJA MEREKA BICARA BAHASA INGGRIS.")


" Iya tenang aja gw nggak papa kok." Jawab Nata yang langsung berdiri.

__ADS_1


Nata menatap datar orang yang berada di depannya, ternyata yang sudah nabrak dirinya adalah sepasang kekasih, wanita tersebut menatap Nata dengan tatapan tajamnya.


"Apa kamu tidak memiliki mata ?" Tanya wanita tersebut dengan sinisnya.


"Saya minta maaf." Jawab Nata karena memang ia yang bersalah.


Tanpa menunggu jawabanku sepasang kekasih tersebut Nata dan juga Nadine langsung berlalu pergi, malas berurusan dengan orang asing.


"Nata, apa ada yang luka ?" Tanya Nadine yang tampak terlihat masih begitu khawatir.


"Tidak ada, kamu tenang saja." Jawab Nata dengan senyumnya.


"Sebaiknya sekarang kita segera pulang." Ucap Nadine yang tampak mulai lelah.


Uang dan tenaga mereka berdua benar-benar terkuras habis, mereka sudah cukup lelah dengan hari tersebut, memutuskan untuk kembali ke apartemen.


Mereka lebih dahulu meletakkan belanjaan di dalam mobil masing-masing lalu kemudian melanjutkan menuju ke apartemen.


Mereka memang sudah memiliki mobil masing-masing, sehingga tidak perlu untuk menaiki taksi lagi, dan akan mempermuda keduanya jika ada urusan mendadak.

__ADS_1


__ADS_2