
Saat ini juga Lio, El dan juga Reno berada di kelas, tampak sedang menunggu Endi, tadinya mengantar Nata.
"Gimana kak Nata ?" Tanya Lio, El dan juga Reno.
"Sekarang kenapa sudah berada di kelasnya, tadi ia belum sempat bertemu dengan dua kuman." Jawab Endi sambil menghempaskan diri ke tempat duduk.
" Baguslah jika seperti itu, mungkin saja kita akan bertemu dengan mereka jam istirahat." Ucap Lio, Iya sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Niko dan Vina.
"Sekarang kau tidak perlu untuk mengumpan umpan mereka, mereka masuk ke sarang ini dengan sendirinya." Ucap Reno dengan tatapan yang sulit di artikan.
Bawah yang mengenai air mata Nata yang keluar saat di usir dari rumah secara tidak hormat, terus menerus melintas di pikiran mereka berempat.
"Kalian harus membayar mahal atas apa yang kalian lakukan." Batin keempatnya.
Para siswa dan siswi yang berada dikelas tersebut merasa merinding, karena melihat senyum devil keempat, mereka tidak tahu apa yang membuat keempatnya marah dan mengeluarkan aura yang tidak biasa.
"Yah ampun, apa ada sesuatu yang menyinggung mereka, apa hari ini Mereka terlihat seram sekali."
"Sepertinya ada yang melakukan kesalahan, kalau tidak mana mungkin mereka akan seperti ini, Siapa yang berani menyinggung mereka berempat."
"Padahal sejak kedatangan Nata ke sekolah ini, mereka sudah tidak pernah menampilkan sisi devil mereka, Apa ada yang mengganggu Nata sehingga membuat mereka merasa tersinggung."
"Siapa yang dengan beraninya membuat keempatnya menunjukan sisi devil itu, jika sampai aku mengetahuinya aku tidak akan mengampuni orang tersebut, aura yang biasa mereka keluarkan saja sudah cukup membuat orang lain merasa terintimidasi, apalagi dengan ini."
"Huft, sebentar lagi akan ada pertunjukan besar, tidak sabar melihat Siapa yang membuat keempatnya merasa tersinggung, mengeluarkan Sisi Devil yang belakangan ini tidak pernah dilihatkan."
Begitulah kira-kira pemikiran orang-orang yang berada di kelas tersebut, mereka tahu Sejak kedatangan dan juga kehadiran Nata di sekolah mereka, keempat pria tampan tersebut sudah mulai jinak, dalam "ke-4 tersebut sudah mulai bersikap ramah." aa yang membuat tempat orang tersebut mengeluarkan sisi gelap.
Kira-kira Itulah itu batin para siswa dan siswi yang berada di kelas yang sama dengan Lio, Endi, El, dan juga Reno.
__ADS_1
-
-
-
Berbeda halnya dengan saat ini Nata yang tengah duduk bersama dengan teman sebangkunya yang tidak lain adalah Raisa.
"Nata, sepertinya nanti akan ada anak baru tetapi aku juga masih belum tahu pasti anak baru tersebut akan ditempatkan dimana, dan juga sepertinya anak baru tersebut adalah sepasang kakak dan adik, kata orang-orang mereka cukup tampan tetapi mereka tidak terlihat seperti menarik." Ucap Raisa.
"Ohyah, ramai tadi itu karena ada murid baru ya ?" Tanya Nata memastikan kembali.
"Iya benar, mereka sepertinya mereka mencari tahu, siapa anak baru tersebut dan apa asal-usulnya." Jawab Raisya.
"Tetapi ketika aku masuk pertama kali tidak seperti itu." Ucap Nata kembali ingat saat pertama kali ia masuk ke sekolah, ia mendapat tatapan tatapan tidak ada satu orang pun yang berani menanyakan siapa namanya dan dari mana Dia berasal.
"Oh jadi seperti itu, baiklah aku mengerti sekarang." Ucap Nata.
"Baguslah jika memang kamu cepat mengerti, maka dari pada itu. Aku tidak perlu untuk menjelaskan kedua kalinya." Canda Raisya.
"Aish, kamu pasti tidak mengetahui jika otakku ini di atas rata-rata." Kesal Nata meski ia tahu sahabatnya hanya bercanda.
"Hahaha, aku hanya bercanda saja kamu jangan mengambil hati, maksudku jangan dimasukkan ke dalam hati." Peringat Raisya Sambil tertawa geli.
-
-
-
__ADS_1
"Untuk kamu yang perempuan kamu akan diantar oleh ibu Lisa, dan untuk kamu saya sendiri yang akan mengantar." Ucap kepala sekolah.
"Baik pak." Jawab Niko dan juga Vina.
Saat ini juga kepala sekolah tengah pusing, karena seharusnya ia tidak menerima kedua anak tersebut untuk masuk ke dalam sekolah, Iya sudah mendapat peringatan langsung dari El.
Dan saat ini ia harus mengantar Niko, permintaan dari El, Niko akan diletakkan satu kelas dengan mereka, sendiri tidak berani menduga-duga apa yang akan terjadi dengan anak baru tersebut, sudah dipastikan jika El tidak menyukai keduanya.
" semoga saja kalian berdua betahuntuk bersekolah disini, dan semoga kalian bisa mendapat teman baru, dan juga saya peringatkan untuk kalian berdua tidak mencari masalah dengan siapapun yang berada di sekolah ini." Ucap kepala sekolah mereka sudah berada di depan ruang Kepala Sekolah.
"Baik pak, kami mengerti." Jawab Niko dan Vina bersama.
"Bagus lagi kalau kalian berdua memang benar-benar mengerti, harap sebagai anak baru kalian berdua tidak membuat masalah, dan membuat masalah Lihatlah terlebih dahulu siapa orang yang kalian lawan." Sekali lagi kepala sekolah memperingati keduanya.
Keduanya sudah merasa kesal karena sejak di dalam mereka sudah terus-terus diperingati untuk tidak membuat masalah, apa kepala sekolah menganggap mereka sebagai biang masalah, sehingga kepala sekolah tampak tidak ada henti-hentinya untuk memberikan mereka peringatan.
Apa yang dikatakan oleh Kepala Sekolah memang benar adanya, mereka masih lah baru dan mereka belum mengetahui seluk-beluk sekolah ini berserta dengan anak-anaknya, maka daripada itu mereka tidak ingin mencari masalah terlebih dahulu.
Itu hanya menjadi pikiran mereka saja, mereka berdua sudah ditunggu oleh Lio, Endi, El dan juga Reno, Tanpa mereka ketahui mereka sudah memasuki kandang singa.
***Ini adalah karya saya yang ke-6, karya ini saya buat sesuai dengan pemikiran dan juga imajinasi saya secara pribadi, Saya harap karya Saya tidak di copyright, karena saya mengetik pakai tangan dan memakai otak sebagai alat berpikir, bisa kalian bayangkan jika karya kalian di coppy oleh orang lain, bagaimana dengan perasaan kalian ? Kalian bisa menjawabnya dalam hati kalian masing-masing.
Yang kedua Saya ingin meminta bantuan kepada seluruh pembaca novelku, mohon banget buat di bantu Vote dan juga Like.
Tidak punya vote dan like kalian bisa membuat saya lebi termotivasi untuk menulis, karena dengan adanya Vote dan juga Like kalian semua tahu ini banyak orang yang menunggu karya ini di up, saya mohon sebesar-besarnya untuk bantu Vote, Like.
Juga bukan hanya satu atau dua orang yang sering mempromosikan karyanya, saya secara pribadi tidak pernah melarang ataupun menghapus komentar-komentar kalian, Saya menghargai usaha kalian untuk mengenalkan karya kalian kepada orang lain, tetapi saya mohon baca dululah karya saya dan tinggalkan jejak Like, Vote agar kalian bisa lebi menghargai penulis, Mohon untuk tidak hanya sekedar memberikan promosi tetapi baca dan hargai juga.
Jangan lupa like comment dan juga vote yah teman-teman, doain terus biar semua kotak dan juga saraf-saraf saya berjalan dengan lancar agar bisa lebi banyak up hehehe***
__ADS_1