Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
3 Tahun berlalu.


__ADS_3

Hikss mmy, dedi ... suara cempreng menghiasi apartement mewah milik keluarga kecil Xavier.


Nata menghelanafas kecil, dengar kalian pasti mendengar suara putrinya bukan. Nata tampak memaksakan senyum sebelum berbalik melihat ke arah putrinya yang sedang menangis.


"Kenapa hmm ?" Tanya Nata dengan tatapan menyipit, siap mendengar keluhan putri kecilnya yang sedang menangis.


"Acu .. "


"Aku .. "


"Aku, kenapa hmm." Tanya Nata sekali lagi.


"Meyindutan dedi. ( Merindukan daddy )" Jawab Anastasya dengan lirih, setelahnya ia melanjutkan aksi menangisnya itu.

__ADS_1


"Anastasya, kau tahu daddymu baru berangkat kerja lima belas menit yang lalu, dan sekarang kau mengatakan merindukan - nya." Dengan penuh sabar Nata kembali mengingatkan putri - nya jika Marselino baru saja berangkat kerja kurang lebih lima belas menit yang lalu.


Nona kecil yang manis, ia tidak berani memberikan jawaban setelah sang mommy mengingatkan - nya jika daddy baru saja pergi berkerja selama lima belas menit.


"Anastasya Xavier, kamu kenapa cengeng sekali hmm." Keluh Nata dengan tatapan tak berdaya, putri kecil - nya selalu seperti ini bahkan berlangsung setiap hari.


"Sya enda eneng huaa .. ( Tasya tidak cengeng huaa..) " Gadis pintar, ia mudah mengerti dan memiliki pendengaran yang cukup baik. Buktinya keluhan lirih dari sang mommy masih bisa didengar dan dipahami.


Anastasya Xavier, ia berusia tiga tahun, anak pertama dari pasangan Marselino Xavier dan Natalia Chrisly Alexander. Setelah resmi menikah Tuhan langsung menitipkan satu satu nona manis untuk kedua pasangan tersebut.


"Tasya, kau tidak akan memiliki seorang adik jika terus menjadi nona cengeng, kau menangis disetiap pagi dan mommy kesal mendengarnya. Kau mengerti bukan jika daddy pergi berkerja dan semua untuk memenuhi permintaanmu." Jelas Nata dengan nada yang dibuat selembut kapas, tidak ingin membuat sang putri merasa dimarahi.


"Nata, terlalu keras mendidik sang putri, padahal anak usia tiga tahun belum mengerti dengan kata - katanya ?.."

__ADS_1


"Ini lebay, anak usia tiga tahun tidak akan mengerti .."


Jika kalian berpikir demikian maka silakan saja buang jauh - jauh pemikiran itu, Sebaiknya kita mendidik putra - putri kita dengan baik sejak ia kecil, menunjukan dan memberi pengertian tetang apa yang baik dan tidak baik dilakukan, semua untuk keberlangsungan sang anak. Karena pasti setiap ibu menginginkan putra - putrinya tumbuh dengan baik.


Kembali ke Nata.


"Baiklah, mommy tidak sedang memarahimu, Mommy ingin kau mengerti apa yang kau lakukan adalah kurang tepat sayang, siang ini kita akan berkunjung ke tempat daddy." Dengan manis Nata mengajak sang putri berkunjung ke kerajaan bisnis milik suaminya Marselino Xavier.


Tasya kecil menganggukan kepala pertanda mengerti, ia dengan pelan menghapus sisa lelehan airmata dan sedikit cairan di aera hidung.


Nata dan Xavier kedua - nya memilih untuk tinggal di sebuah apartement mewah yang berada dipusat kota, selain dekat dengan perusahaan Xavier maka apartement mereka juga berdekatan dengan perusahaan utama milik keluarga Alexander yang saat ini di kelola oleh Lio.


"la .. laa .. laaa..." Tasya yah ia Tasya, gadis kecil yang sedang asik bersenandung ria.

__ADS_1


Nata terus memperhatikan putri - nya yang terlewat aktif, tidak terasa sudah kurang lebih tiga tahun ia menjadi seorang istri sekaligus ibu.


__ADS_2