
Saat ini mereka berada di ruang tamu bersama dengan bi Ina, Lio, Endi dan juga El, Reno mereka tidak melepaskan pandangan dari Harvy.
Harvy yang merasa risih menatap mereka dengan tatapan tidak suka, di antara mereka semua tidak ada yang takut dengan tatapan datar Harvy, begitu pula dengan Harvy yang tidak merasa takut dengan tatapan datar keempatnya.
Sementara bi Ina ia merasa bingung, apakah Tuan Muda tidak menyukai kehadiran Harvy, dan juga kenapa dengan anak kecil itu, mereka saat ini seperti sedang saling menantang satu sama lain.
Tidak ingin suasananya semakin canggung, akhirnya bi Ina mulai menceritakan dari mana dan Kenapa anak kecil tersebut bisa berada di apartemen mereka, sedangkan keempatnya hanya mengangguk sebagai tanda mengerti.
"Sekarang apa kalian sudah makan ?" Tanya bi Ina.
"Belum bi." Jawab mereka berempat.
"Bibi sudah siapkan makanan untuk kalian berempat, sebaiknya segera makan takutnya kalian sakit karena terlambat makan." Ucap bi Ina sambil mengarahkan mereka ke meja makan.
"Terima kasih bi." Ucap keempatnya tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih, sedangkan bi Ina hanya sedikit tersenyum.
"Bi, apa ada salad buah ?" Tanya Lio karena tampaknya ia sedang merindukan salad buah.
"Akan bibi buatkan, sekarang makan nasi saja dulu, setelah selesai kalian bisa makan salad buah." Jawab bibi karena memang semua stok salad buah sudah di bawah Nata.
Sedangkan saat ini Harvy tetap sibuk dengan mainan mainannya, ia sama sekali tidak merasa kesepian, karena memang pada dasarnya ia selalu bermain sendirian.
"Bi, apa sudah salad buahnya ?" Tanya Lio yang tampaknya sebentar lagi selesai makan.
"Sudah, segera habiskan makanan kalian." Jawab bi Ina sambil meletakan di lima tempat yang berbeda, tentu saja ia akan memberikan untuk Harvy juga.
"Baik bi." Jawab mereka semua.
__ADS_1
- - -
"Hei bocah, apa kamu mau main bersama kami ?" Tanya Endi kepada Harvy, karena Harvy masih kecil ia memilih untuk memanggil Harvy dengan sebutan bocah.
Harvy yang sedikit tidak mengerti pun hanya menaikkan alis, bi Ina yang melihat itu pun berbicara.
"Harvy tidak lancar dalam berbahasa Indonesia, jadi jika ingin berbicara dengannya harus menggunakan bahasa Inggris." Ucap bi Ina mengerti jika Harvy merasa bingung.
"Oh." Jawab mereka bersamaan.
"Repot juga." Batin mereka berempat.
Akhirnya mereka berbicara menggunakan bahasa Inggris, syukur saja mereka bersekolah di sekolah internasional, jadi mereka lancar menggunakan bahasa Inggris.
"Hei, apa kamu ingin ikut bermain dengan kami ?" Tanya Endi lagi menggunakan bahasa Inggris.
Akhirnya pada siang itu mereka bermain bersama, juga tidak lupa dengan berbagai macam cemilan yang sudah di sediakan di atas meja.
Pada siang itu bi Ina sudah beristirahat di kamarnya, ia akan bangun lagi jam 2 siang, 2 jam sebelum Nata sampai di rumah, karena bi Ina harus menyiapkan makanan Nata.
Karena merasa sudah merasa kelelahan akhirnya, Harvy, Lio, Endi, El dan juga Reno beristirahat, satu dari antara mereka mulai tertidur di karpet.
Harvy yang sudah terbiasa tidur siangpun sangat cepat tenggelam dalam dunia mimpi, dan keempat remaja tampan tersebut tampaknya mereka berempat sudah merasa kelelahan, sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka tenggelam dalam mimpi.
Pemandangan tersebut adalah pemandangan yang sangat manis, dimana empat anak remaja yang ganteng-ganteng bersama dengan anak kecil yang tidak kalah ganteng, ahh menggemaskan sekali.
////
__ADS_1
Pada saat ini Nata masih berada di dalam kelas, sepertinya ia saat ini sedang membereskan barang-barangnya, karena memang benar jika sebentar lagi adalah jam pulang sekolah.
Nata hari ini menjadi pusat perhatian di sekolah, karena ia membawa mobil, Nata dasarnya merasa tidak nyaman, tapi mau bagaimana lagi.
Nata berpamitan kepada kedua teman dekat, karena saat ini ia tidak ingin berlama-lama lagi di sekolah, karena ia harus sesegera mungkin untuk menemui Harvy, ia harap anak kecil itu tidak membuat masalah dengan bi Ina.
Sangking memikirkan keadaan Harvy, Nata hampir saja lupa untuk menghubungi keempat adik besarnya, ia akhirnya memutuskan untuk menelpon adik-adiknya, tetapi tidak ada seorangpun di antara mereka yang mengangkat telepon, hal itu tentu saja membuat diri Nata merasa panik.
Nata ia tampak berkali-kali menghubungi sang adik, tapi tidak ada satu orang pun yang mengangkat telepon darinya, Nata segera melajukan mobilnya ke apartement, ia berharap jika adik-adik besarnya sudah pulang.
Dengan langkah yang tergesa-gesa Nata keluar dari dalam mobil, dan langsung menuju ke lantai apartementnya.
Pada saat seperti ia terlihat seperti sedang dikejar-kejar oleh sesuatu, Nata sama sekali tidak mempedulikan tatapan dari orang-orang yang berada di sekitarnya, ia tetap melangkah menuju ke lantai apartementnya.
Ketika ia memasuki apartemennya, pemandangan yang pertama kali dia lihat adalah keempat anak laki-laki remaja yang saat ini tampak sedang tertidur, bersama dengan seorang anak kecil yang memilih ketampanan di atas rata-rata.
Kekhawatirannya seolah ilang begitu saja, ketika melihat kebersamaan dan juga pemandangan hangat, Nata sangat memiliki adik seperti Lio, Endi, El dan Reno, dan saat ini ia bertambah lagi Harvy.
Meskipun ia tidak tahu sampai kapan Harvy akan berada disampingnya, tetapi ia tetap banyak bersyukur dengan adanya orang-orang seperti mereka, ia menjadi lebi baik dan punya semangat besar untuk hidup.
Ini adalah karya saya yang ke-6, karya ini saya buat sesuai dengan pemikiran dan juga imajinasi saya secara pribadi, Saya harap karya Saya tidak di copyright, karena saya mengetik pakai tangan dan memakai otak sebagai alat berpikir, bisa kalian bayangkan jika karya kalian di coppy oleh orang lain, bagaimana dengan perasaan kalian ? Kalian bisa menjawabnya dalam hati kalian masing-masing.
Yang kedua Saya ingin meminta bantuan kepada seluruh pembaca novelku, mohon banget buat di bantu Vote dan juga Like.
Tidak punya vote dan like kalian bisa membuat saya lebi termotivasi untuk menulis, karena dengan adanya Vote dan juga Like kalian semua tahu ini banyak orang yang menunggu karya ini di up, saya mohon sebesar-besarnya untuk bantu Vote, Like.
Juga bukan hanya satu atau dua orang yang sering mempromosikan karyanya, saya secara pribadi tidak pernah melarang ataupun menghapus komentar-komentar kalian, Saya menghargai usaha kalian untuk mengenalkan karya kalian kepada orang lain, tetapi saya mohon baca dululah karya saya dan tinggalkan jejak Like, Vote agar kalian bisa lebi menghargai penulis, Mohon untuk tidak hanya sekedar memberikan promosi tetapi baca dan hargai juga.
__ADS_1
Jangan lupa like comment dan juga vote yah teman-teman, doain terus biar semua kotak dan juga saraf-saraf saya berjalan dengan lancar agar bisa lebi banyak up hehehe**