Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
Eps 75 ~ Mahendra menyukai sesama jenis ?


__ADS_3

Menebus kesalahan author up lebi panjang yah, kemarin ada metting dr jam 11/set 4, jadi ga ada kesempatan buat nulis, today aku usahain yah :)


Kita memutuskan untuk ikut bersama dengan Nyonya Winata, ia ikut mendampingi Nyonya Winata untuk menyapa para tamu penting.


Nyonya Winata tampak begitu antusias memperkenalkan Nata kepada orang di sekitarnya, ia berharap Nata bisa menjadi pasangan anaknya Mahendra.


Sedangkan sejak tadi Mahendra mencuri-curi pandangan kepada Nata, melihat jika ibunya begitu antusias memperkenalkan Nata kepada orang-orang yang ada di pesta tersebut.


" Hari ini aku selamat dengan adanya gadis itu." Batin Mahendra.


Biasanya ia yang akan ditarik kesana kemari untuk diperkenalkan kepada karyawan atau kerabat dan juga rekan bisnis dari orang tuanya, untuk kali ini ia bisa duduk dengan tenang bersama dengan teman-temannya.


"Gadis itu cantik, dia juga terlihat berbeda dari yang lainnya." Batin Mahendra.


"Ah tidak tidak aku jadi memuji dirinya sekarang." Batin Mahendra sambil menggeleng-gelengkan kepala.


Teman-temannya merasa bingung dengan Mahendra, sejak tadi memperhatikan tingkah aneh dari Mahendra.


Jadi sebenarnya apa yang terjadi dengan teman mereka Mahendra, pertama-tama Mahendra menolak uluran tangan dari gadis cantik, dan yang kedua ia tampak terus memperhatikan gadis tersebut, apa ia menyukai gadis yang baru saja ia tolak.


"Hey, kenapa terus memperhatikan gadis itu, apa kamu menyukainya ?" Tanya Neil sambil menaik turunkan kedua alisnya.

__ADS_1


"Wah kau tertarik dengan gadis itu, tapi di saat dia ingin berkenalan kau malah menolaknya." Sambung temannya lagi sambil geleng-geleng kepala.


"Mahen, kamu tidak menyukai sesama jenis bukan ?" Tanya Neil sambil memicingkan mata menatap Mahen dengan tatapan penuh selidik.


"Jaga ucapanmu Neil, apa kamu sudah bosan hidup ha!." Kesal Mahen karena Neil sudah berapa kali menuduh ia menyukai sesama jenis.


"Selama ini kamu tidak pernah tertarik dengan wanita, aku bahkan sahabat terlama kamu sama sekali tidak pernah melihat kamu menyukai wanita." Celetuk Neil sudah kebal dengan kata-kata ancaman Mahen.


"Aku tidak pernah mendekati atau berkencan dengan para wanita, bukan berarti aku menyukai sesama jenis sialan kau." Kesal Mahen dengan tatapan tak bersahabat.


"Yah yah yah setiap waktu kamu selalu saja beralasan seperti itu, apa kamu mau menjadi presiden jomblo Asia." Jawab Neil tak kalah ketus.


"Sudahlah, aku malas jika harus beradu mulut dengan kamu." Kesal Mahen sambil mengahlikan pandangan pada Nata.


"Apakah ia sudah memiliki kekasih ?" Tanya Mahen pada batinnya, tiba-tiba saja ia merasa tidak suka melihat seorang lelaki yang sejak tadi mendampingi Nata.


Neil yang paham dengan tatapan sahabatnyapun memiliki ide jail, ia rasanya akan sangat begitu senang jika berhasil menggoda sahabatnya.


Neil ia berjalan menuju ke arah Nata, ia menebarkan senyum manisnya, Mahen yang menyadari hal itu pun memicingkan mata, apa yang akan dilakukan oleh sahabatnya.


"Mau kemana dia, dan apa lagi yang akan ia lakukan ?" Batin Mahen dengan tatapan penuh selidik.

__ADS_1


"Hai." Sapa Neil kepada Nata.


Nata menatap beberapa detik sebelum ia membalas sapaan dari Neil.


"Hai, apa kita saling kenal ?" Sapa Nata sekaligus ia menanyakan apakah mereka saling.


"Tidak, perkenalkan namaku Neil, aku sahabat dari Mahen." Ucap Neil sambil mengulurkan tangan.


"Nata, senang berkenalan denganmu." Jawab Nata sambil menyambut uluran tangan Neil.


Sedangkan sejak tadi Willy hanya memperhatikan interaksi keduanya, selamat tidak ada hal yang mengganggu atau membuat nonanya meras tidak nyaman ia hanya akan diam saja.


"Apa kamu berniat untuk memperkenalkan aku kepada kekasihmu, aku hanya takut ia salah paham." Ucap Neil yang berahli kepada Willy.


"Ohiya, perkenalkan ini Willy, Willy ini sahabat dari tuan muda Winata, namanya Neil." Ucap Nata memperkenalkan keduanya.


"Willy, sedang berkenalan dengan anda." Ucap Willy dengan sedikit ramah.


"Neil, saya pun sebaliknya." Jawab Neil.


"Keduanya cukup ramah, mereka berdua juga cukup cocok, kalau Mahen lambat pasti ia akan sulit mendapatkan gadis manis ini." Batin Neil.

__ADS_1


Entah apa yang akan ia rencanakan, tapi sejak tadi ia terus di awasi oleh Mahen dengan tatapan membunuh.


Pesta berjalan begitu cepat sampai akhirnya Nata dan Willy pamit pulang, Willy terlebih dahulu mengantar Nata ke apartement.


__ADS_2