Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
Episode 151


__ADS_3

Marselino Xavier seorang CEO muda yang benar - benar sukses mencapai semua yang ia inginkan, kerajaaan bisnis - nya yang semakin mekar membuat harta kekayaan yang semakin dan semakin tak terhitung, Menikah dengan seorang gadis yang membuat ia jatuh cinta pada pandangan pertama dan setelahnya tanpa berlama - lama Tuhan langsung menghadirkan seorang putri manis di kehidupan keluarga kecil - nya.


Setelah kehadiran nona muda Anastasya Xavier, Marselino menaikan gaji dua kali lipat dari biasa - nya dan berlaku khusus untuk setiap orang yang berkerja dibawa naungan perusahaan - nya.


"Permisi tuan, baru saja keamanan memberi kabar jika di Ny. Nata dan nona muda Tasya datang berkunjung, Anda akan menunggu disini atau menyambut kedua - nya di bawah ?" Tanya Bean seorang kepercayaan dari Marselino.


"Tentu saja kita akan kebawah Bean, ayo." Jawab Marselino dengan senyum kecil, bahagia rasa - nya ketika dikunjungi istri dan anak disaat berkerja.


"Baik tuan." Jawab Bean, ia berjalan terlebih dahulu, ia perlu memastikan semua berada dalam kendali aman.


Marselino dan assistennya Bean tampak berjalan dengan cepat, beberapa karyawa yang sedang beraktifitas tampak berhenti sejenak dan menundukan kepala sebagai rasa hormat terhadap CEO perusahaan mereka.


"Daddy." Ahh suara nya begitu melengking cukup menyita perhatian banyak orang rupa - nya.

__ADS_1


"Hai putri daddy." Dengan senang hati Marselino menyambut hangat sang putri.


Sementara itu seorang wanita cantik yang tidak lain adalah nyonya Xavier tampak tersenyum tipis setelah menerima pelukan dan kecupan ringan kening.


"Tasya, ayo pegangan dengan daddy." Ucap Marselino dengan stengah berlari mengejar putri nakalnya itu.


Brukk ...


"Huaaa." Gadis nakal, lihat ia sendiri yang menabrak tembok tapi kenapa harus menangis hmm.


"Sakit sekali ?" Tanya Marselino memastikan.


"Iya." Jawab Tasya dengan lelehan airmata.

__ADS_1


"Itulah jika menjadi anak gadis terlalu aktif, Tasya kau sudah berjanji tidak akan nakal saat kita berkunjung kesini." Dengan sedikit mengomel ny. Xavier menghampiri putri dan suami - nya .


Beberapa karyawan tampak sedikit meringis menyaksikan nona muda kecil yang begitu aktif sampai - sampai menabrak tembok yang terbuat dari marmer mahal.


Tasya kecil langsung masuk semakin dalam kepelukan daddy saat mendapati suara mommy yang semakin menakutkan, mencoba berhenti membuat kekacauan dengan memelankan suara tangisan.


Tasya si nona kecil keluarga Xavier tentu saja tahu jika daddy - nya tidak bisa menolong ia banyak - banyak, yah di sebebkan oleh mommy yang begitu berkuasa.


"Sayang, jangan terlalu keras pada putri kita." Bujuk Marselino dengan lembut, ia juga tampak memberikan senyum tampannya berharap istri galak akan patuh.


"Yah Tuhan, bukankah sebelum menikah ia adalah gadis yang manis dan patuh tapi astaga bagaimana bisa enggak mengubah ia menjadi menyeramkan seperti ini." Batin Marselino meringis.


Natalia Chrisly gadis yang ia kenal begitu halus, dan patuh. Sekarang berubah menjadi wanita yang galak dan sedikit emosional.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang, tapi mau bagaimana pun kita tetap harus mendidik Tasya untuk menjadi nona muda yang baik, ia tidak bisa menjadi gadis manja karena kau tahu status dan kedudukannya begitu berbahaya, aku hanya tidak ingin jika putri kesayangan kita akan tumbuh menjadi gadis manja." Batin Nata dengan senyum indahnya.


"Tenang saja sayang, mommy tidak marah. Hanya saja mommy terlalu khawatir dengan kesalamatanmu." Ujar Nata dengan lembut, ia tidak ingin membuat putrinya merasa takut.


__ADS_2