
Lio, El, Endi dan Rio ketiga - nya memiliki kesibukan masing - masing. Lio memimpin perusahaan keluarga Alexander yang berada di Indonesia dan satu perusahaan otomotif yang ia bangun sendiri , sedangkan El ia memilih menetap di Bali satu tahun belakangan, Endi dan Rio kedua - nya menghabiskan banyak waktu berpergian bisnis, tentu ketiga sahabat Lio yang meneruskan usaha keluarga mereka masing - masing.
"Xavier, sudah saatnya untuk kalian menikah." Ucap Ibu Lusi dengan tatapan penuh harapan.
"Ibu, anakmu yang tampan ini sudah siap, tinggal menunggu kesiapan Nata saja." Jawab Xavier dengan senyum manisnya, tidak lupa melirik sekilas ke arah Nata yang tampak tersipu malu.
"Nata, bagaimana sayang apa kamu sudah siap ?" Tanya ibu Lusi penuh kelembutan, tentu dengan tatapan yang penuh akan harapan.
"Ibu, Xavier saja yang tidak pernah melamarku, tidak mungkin aku yang melamar - nya bukan." Dengan tersipu malu Nata menjawab, ia juga sebenarnya sudah sangat siap tapi lihatlah Xavier bahkan tidak pernah berupaya untuk melamarnya.
"Astaga, kalian berdua ini bagaimana, dan yah yang dikatakan Nata benar, tidak mungkin seorang wanita yang melamar bukan." Tak habis pikir ibu Lusi menjawab sambil menggeleng - gelengkan kepala.
"Jika aunty dan uncle menikah, apa aku akan mempunyai seorang adik perempuan ?" Tanya Harvy yang sejak tadi hanya menyimak pembicaraan orang dewasa tersebut.
__ADS_1
"Yah, kau ingin memiliki adik berapa ? .. uncle akan membuatkan banyak adik untukmu, dan kamu harus menjaga mereka dengan baik yah." Jawab Xavier dengan penuh semangat.
"Aku ingin satu saja, yang manis dan menggemaskan yah paman." Jawab Harvy dengan pandangan berbinar, astaga lihat sebentar lagi ia akan segera memiliki adik, adik perempuan itulah yang ia idam - idamkan selama ini.
"Kau hanya meminta satu, tapi tenang saja paman akan memberikan dua belas adik untukmu." Xavier ia kurang puas dengan permintaan Harvy yang hanya menginginkan satu adik saja, jadi dengan baik hati ia menawarkan dua belas adik yang menggemaskan.
"Kau pikir Nata induk ayam, jangan terlalu banyak bercanda." Kesal ibu Lusi pada putranya.
Ibu Lusi menggeleng - gelengkan kepala, bingung dengan isi kepala Xavier yang kadang berada diluar nalar, bagaimana bisa calon menantu - nya melahirkan dua belas anak. meskipun ingin memiliki banyak cucu tapi ia tidak mungkin mengharapkan dua belas cucu dari satu rahim mantu - nya.
"Xavier." Teriak ibu Lusi kesal.
"Aw aw aww , sakit." Rintih Xavier yang langsung mendapat cubitan maut.
__ADS_1
"Ibu sudah, ayo kita habiskan semua makan dan tinggalkan Xavier, Harvy habiskan makanan mu dengan segera dan berhenti membicarakan adik dengan uncle Xa." Lerai Nata dengan kepala yang mulai pusing.
"Sayang." Rengek Xavier.
"Rasakan itu." Batin ibu Lusi saat melihat wajah pias putranya.
Makan malam terasa sangat hangat dengan berbagai macam obrolan yang ada, mulai dari Harvy yang mencurahkan isi hati kepada grandma Lusi sampai dimana membicarakan sebuah pernikah dengan anak didalamnya.
Marselino Xavier pria 27tahun yang dikenal sangat dingin, tanpa ekspresi , dan begitu kejam dalam dunia bisnis. Xavier dikenal banyak orang begitu anti dengan wanita, bahkan ada satu berita yang secara tidak langsung menuduh Xavier penyuka sesama jenis, media itu hancur sampai ke akar - akarnya di tangan Xavier.
Sampai akhirnya Xavier bertemu dengan Nata dan Harvy, awalnya Xavier mengira Nata sudah memiliki keluarga dengan satu anak tampan tapi ternyata setelah anak buahnya menyelidiki Nata gadis manis itu belum menikah dan dinyatakan tidak pernah memiliki anak.
Xavier yang biasa berkelana diluar negeri dengan dunia bisnisnya mendadak menetap di Indonesia bersama dengan ibu Lusi, semua Xavier lakukan untuk mendapatkan perhatian Nata, agak lucu menurut bunda Lusi karena putra - nya dimabuk cinta.
__ADS_1
Ibu Lusi pikir ia akan mendapat menantu bule karena putranya yang tidak terlalu menyukai Indonesia tempat ia dilahirkan, yah siapa yang menyangka jika pilihannya jatuh pada gadis manis tempat ia dilahirkan Indonesia.