Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
Eps 118


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju ke kampus, suasana di dalam mobil tidaklah membaik, Saga benar-benar dibuat mencengkam dengan aura yang dikeluarkan oleh Jonathan, Jonathan saat ini sedang diliputi oleh rasa cemburu yang berlebihan, sehingga ia tidak bisa mengontrol emosinya.


Saga tampak begitu gusar, sekarang ia tampak berpikir apakah ini dampak dari orang yang sedang sakit hati, akan tetapi sangat berlebihan.


"Putar balik ke kantor." Ucap Jonathan yang tidak terbantahkan.


Saga dan juga sopir yang berada di dalam mobil tersebut hanya diam dan menurut apa yang dikatakan oleh Jonathan, karena Apabila mereka menyaut Maka mereka bisa saja dijadikan sebagai sasaran tempat pelampiasan Jonathan.


"Sekarang sebaiknya kita segera putar balik ke kantor, dari pada terjadi sesuatu yang tidak tidak nanti, malah akan menambah masalah saja." Batin Saga yang tampak begitu merasa lega.


Jonathan mengambil keputusan seperti itu bukanlah tanpa alasan karena jika ia harus melanjutkan perjalanan menuju ke kampus. maka ia akan terlihat begitu kacau di hadapan Nata, ketakutan akan emosi yang nantinya lebih menguasai dirinya membuat Jonathan memilih untuk menghindar dan menuju ke kantor terlebih dahulu.


Jonathan sungguh tidak ingin hubungan dengan data yang sudah sedikit membaik daripada sebelumnya telah berakhir meregang karena Iya selalu cemburu berlebihan.

__ADS_1


1 hari berjalan begitu lancar dan juga Seluruh aktivitas mereka masing-masing berjalan seperti biasanya, saat ini Jonathan masih berada di kantor karena masih banyak tumpukan dokumen yang harus ia selesaikan.


Begitu pula Nata dan juga Kenzo yang saat ini masih berada di kampus, lebih tepatnya mereka baru saja menyelesaikan kelas mereka. Rencananya habis dari kelas ini mereka akan pergi ke kantin kampus untuk mencari makanan sebagai pengganjal di perut mereka.


" Ken, di mana Keiza? " Tanya Nata kepada Kenzo, sambil ia membereskan seluruh barang-barang yang berada di atas meja.


" Entahlah tapi sepertinya dia sedang pergi bersama teman-teman smp-nya." Jawab Ken seadanya, karena ia juga tidak mengetahui Di mana posisi ya Adik kembarnya tersebut.


"Baiklah kalau begitu mari kita ke kantin karena perutku sudah sangat lapar." Oceh Nata sambil mengelus-elus perutnya.


Kenzo menjawab orang-orang yang menyapa mereka dengan kata Hi dan ekspresi datar, sedangkan Nata ia tampak hanya tersenyum saja tanpa mengeluarkan suara.


Sesampainya di kantin seperti biasanya Kenzo langsung berjalan terlebih dahulu menuju ke arah tempat pemesanan, Sedangkan untuk Nata ia berjalan mencari tempat untuk keduanya duduk nanti.

__ADS_1


Nata memang tidak mengenal orang-orang yang berada di kampus tersebut bahkan tidak banyak yang ia tahu namanya, tapi Nata dan Kenzo memanglah terbilang Rama karena mereka akan menyapa orang-orang yang menyapa mereka dengan cara baik baik.


Setelah berjalan Kurang lebih 3 menit akhirnya Nata mendapatkan salah satu meja dan juga Dua Kursi yang tentunya tidak ada orang. dengan segera Natal berjalan cepat kan langkahnya agar supaya Iya bisa mendapatkan meja tersebut, dan benar saja ia berhasil sebelum ada 2 pemuda yang datang untuk menduduki tempat duduk tersebut.


"Maaf, tapi aku terlebih dahulu datang dan duduk di sini." Ucap Nata sambil menatap datar kedua orang tersebut.


"Baiklah, tidak apa-apa nona." jawab salah satu diantara mereka dan kemudian kedua orang tersebut berlalu pergi untuk mencari tempat duduk yang lainnya.


" Astaga syukur saja aku tidak bertemu dengan orang yang rese hari ini, kalau sampai ketemu pasti mood-ku akan berubah lagi." Ucap Nata dalam hatinya.


Nata tampak mengeluarkan handphonenya, agar supaya mengusir rasa bosan yang sudah menggerogoti dirinya.


NATO tanpa melihat peradilan pekerjaannya yang yang saat ini sudah di-handle oleh asisten pribadinya dan juga sekretaris pribadinya. semua berjalan seperti biasa dan juga tidak ada masalah, karena baik asisten maupun sekretaris pribadinya bukanlah orang yang bisa diremehkan sehingga tidak akan menimbulkan masalah yang mencolok.

__ADS_1


Selama Nata berkuliah di luar negeri ia tidak pernah melepaskan tanggung jawabnya sebagai pemimpin perusahaan yang besar dan juga pernah melepas tanggung jawabnya di toko kue yang memiliki cabang dimana-mana.


__ADS_2