
Tiba hari dimana keberangkatan Nata, Lio, El dan juga Reno, mereka hari ini akan kembali ke Indonesia menggunakan pesawat umum.
Dibandara tampak Jonathan dan juga Kenzo yang turut mengantar gadis cantik tersebut, Kenzo sudah menerima dengan lapang dada jika gadis cantik yang namanya ia simpan sejak memasuki bangku kuliah ternyata menaruh hati terhadap pria lain. Sedangkan Jonathan berusaha untuk tidak berlebihan begitu mendapati Kenzo ditempat yang sama.
"Hati - hati, segera hubungi aku jika ada masalah yang serius." Ucap Jonathan dengan lembut, tatapannya juga penuh kasih sayang membuat Nata tersenyum kecil.
"Tenanglah, aku memiliki empat orang adik tampan yang bisa menjagaku selama disana, kau tidak perlu khawatir dan sebaiknya jangan terlalu banyak berkerja." Jawab Nata tidak kalah lembut, Jonathan yang mendengar itu tersenyum senang tidak lupa ia mengangguk - anggukan kepala.
Jonathan dan Nata sudah berbaikan dan kesalahpahaman yang ada sudah kembali diluruskan, Nata dan Jonathan memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih.
Meskipun hampir empat tahun lamanya tidak ketemu dang hilang contact, jodoh pasti kembali ketempatnya.
"Kenzo, kau tidak mau memeluk sahabatmu ini ?" Tanya Nata dengan alis terangkat.
"Kemarilah, aku hanya khawatir jika kekasihmu akan cemburu kepadaku." Canda Kenzo meski pada kenyataannya benar seperti itu.
"Kau ini berkata apa sih, mana mungkin ia akan merasa cemburu kepadamu." Jawab Nata tampak kesal.
"Sudah - sudah tidak baik berpelukan terlalu lama." Lerai Jonathan dengan tatapan kesal, ternyata meski sudah berusaha keras ia tetap tidak bisa menahan rasa cemburunya.
"Sudah aku katakan." Lirih Kenzo yang masih bisa didengar oleh Nata.
"Huft, dan yah dimana Keisha ?" Tanya Nata begitu menyadari jika salah satu sahabatnya tidak ada.
"Dia harus ke Paris malam tadi, sepertinya ia lupa memberi tahu kepadamu." Jawab Kenzo, yah sepupunya sekarang bergerak dibidang Fashion yang pusatnya berada di negara Paris.
__ADS_1
"Baiklah, kita harus segera masuk sekarang, sampai jumpa." Pamit Nata kepada kekasih dan juga sahabatnya.
Nata, Lio, El, Endi dan juga Reno menghilang dari pandangan mata Jonathan dan juga Kenzo, setelah mendengar nomor pesawat yang ditumpangi oleh Nata dan yang lain, Kenzo dan juga Jonathan segera meninggalkan bandara.
Kekasih El tidak sempat mengantar mereka kebandara karena memiliki berbagai macam tugas, Kekasih El bernama Grisella.
Didalam pesawat El dan juga Endi berebutan untuk duduk disamping Nata dan dimenangkan oleh Endi, sementara Lio dan juga Reno sudah duduk anteng ditempat mereka masing - masing.
Setelah 20jam lebih mengudara diatas awan, akhirnya mereka tiba di tanah air tercinta Indonesia, negara tempat mereka tumbuh dan dibesarkan.
"El, dimana jemputannya ?" Tanya Nata kepada adik tampannya.
"Sepertinya mereka sudah didepan, ayo kita kedepan sekarang." Jawab El yang berada disamping Nata.
"Baiklah, ayo." Jawab Nata.
Brukk ..
Nata yang sedang berhenti tiba - tiba saja ditabrak oleh seorang wanita yang berjalan tidak hati - hati.
"Awhh." Lirih Nata.
"Shit." Lirih wanita itu tampak mengumpat.
Tatapan mata Nata berubah menjadi tajam dan juga dingin begitu melihat siapa yang tanpa sengaja menabrak dirinya.
__ADS_1
"Kak, apa ada yang sakit ?" Tanya El dengan khawatir, sial ia bahkan hanya meninggalkan Nata sebentar untuk membeli soda tapi hal yang tidak terduga malah terjadi.
"Tidak ada." Jawab Nata lembut ia tidak ingin membuat El semakin khawatir dan merasa bersalah.
"Maafkan aku kak, tidak seharusnya aku meninggalkan kakak sendiri." Lirih El, Nata yang mengetahui El mulai menyalahkan dirinya akhirnya memutuskan untuk memeluk El.
"Tenanglah." Ucap Nata.
"Ahh saudara tiriku lama tidak bertemu kau semakin cantik saja." Ucap seorang wanita yang sejak tadi memperhatikan El dan Nata.
El langsung melepas pelukan Nata begitu mendapati tanda bahaya, ia menatap tajam seorang wanita yang terlihat seperti ondel - ondel.
Plakk..
Tangan ringan El begitu cepat melayang, sial pertama kali bertemu saja ular betina tersebut sudah membuatnya marah.
"Ini adalah hadiah dariku." Kesal El.
"Beraninya kau." Tunjuk Vina tanpa mengenal kata takut.
"Sudahlah El, untuk apa berbicara dengan orang gila, ayo kita pergi saja." Lerai Nata kepada El, bahaya jika El sampai terpancing emosi.
"Aku akan merusak kebahagiaan kalian semua." Lirih Vina yang masih bisa didengar oleh El dan juga Nata.
Nata segera menahan El begitu menyadari langkah kaki El berhenti, dan sedikit menggelengkan kepala sebagai tanda untuk diam saja.
__ADS_1
...Baru saja tiba ia sudah disambut biang masalah, jangan lupa berikan dukungan kalian yah....