Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
Eps 52


__ADS_3

***Maaf ya teman-teman aku baru sempet upload hari ini, kemarin aku memutuskan wa sedikit istirahat karena emang kehabisan ide buat nulis.


Please jangan lupa buat VOTE aku, dan jangan lupa juga follow Instagram aku @angelicaclaudiatengker, oke guys langsung saja ya ke ceritanya***.


Waktu terus berjalan begitu cepat, Harvy sudah satu minggu tinggal bersama Nata, Lio dan bi Ina. Untuk Endi, El dan Reno jika sudah kembali ke rumah mereka masing-masing 3 hari yang lalu.


Rencananya hari ini Nata akan mengantar Harvy bertemu dengan ayahnya di Mall Angkasa, karena sebelumnya Nata sudah kontek-kontekan dengan Hero orang kepercayaannya yang besar, kenapa tidak saling menghubungi dengan Zero, karena memang awal pertemuan dengan Zero Nata sudah merasa tidak nyaman, sehingga akhirnya nyonya besar meminta asisten pribadinya untuk menghubungi Nata.


"Hallo tuan Hero, saya bersama dengan Harvy sudah dalam perjalanan menuju ke Mall." Ucap Nata terlebih dahulu melalui panggilan telepon.


"Baik nona, kami juga saat ini dalam perjalanan menuju ke tempat pertemuan, nanti menelpon anda jika saya sudah sampai di lokasi." Jawab Hero dari seberang telepon.


"Baik." Jawab Nata.


Setelah itu panggilan telepon terputus begitu saja, Author tidak tahu siapa yang mematikan terlebih dahulu.


Ternyata kedatangan Nata di mall berpaspasan dengan datang Zero, Nata di antar langsung oleh supir El, karena Lio cz yang saat ini entah pergi kemana, sehingga ia harus di antarkan oleh pak supir, tapi tentu saja ia tidak mempermasalahkan akan hal itu.


Berbeda dengan Nata yang hanya datang satu mobil, rombongan Zero ada sekitar 6 mobil, satu mobil BMW limited edition dan 5 mobil pajero yang berisi pengawal-pengawal Zero.

__ADS_1


Sebenarnya siapa sih Zero itu kenapa ya sampai dikawal sebanyak itu, sudah pasti Zero adalah ajaran orang penting harus diperketat penjagaannya.


Data yang tidak mau ikut menjadi pusat perhatian, memutuskan untuk masuk terlebih dahulu tanpa menunggu Zero, tidak lupa memberi kabar kepada Hero, jika dia akan menunggu di salah satu restoran private bintang 5.


"Harvy apakah ayahmu begitu tertarik menjadi pusat perhatian banyak orang, sehingga harus membawa banyak pengawal ?" Tanya Nata menggunakan bahasa indonesia, yang sudah pasti tidak dimengerti Harvy.


Harvy hanya menatap Nata dengan tatapan penuh tanya, karena ia sama sekali tidak tahu apa yang dimaksud oleh wanita di sampingnya.


Nata menjadi pusat perhatian banyak orang, karena mengandeng anak kecil, banyak yang mengira jika itu adalah adik dari Nata, tetapi tidak kalah banyak juga orang yang mengira anak kecil tersebut adalah anak dari Nata.


Nata sama sekali tidak menghiraukan bisik-bisik yang ia dengar, ia tetap berjalan bersama dengan Harvy.


Nata sampai 3 menit lebih cepat dari Zero, Zero melihat Nata dengan tatapan yang tidak bisa untuk diartikan.


"Baik." Jawab Harvy dengan singkat.


"Jadi kapan kamu akan pulang ke rumah, apa kamu tidak merindukan suasana rumah nak ?" Tanya Zero lagi yang terlihat serius.


"Tidak aku nyaman di rumah mommy, mommy selalu bersama aku, aku tidak mau pulang." Jawab Harvy, yang masih kecil tetapi ia memiliki daya pikir yang kuat, hingga ia mengerti mana yang selalu berada di dekatnya dan yang selalu berjauhan darinya.

__ADS_1


"Maaf tuan Zero, karena sampai sekarang saya masih belum bisa membujuk Harvy untuk pulang ke rumah." Ucap Nata yang merasa tidak enak kepada Zero, karena mau bagaimanapun Zero adalah ayah dari Harvy.


"Tidak apa-apa, saya mengerti mungkin saja anak saya lebih nyaman berada ditempat ada, karena jika di rumah pasti dia akan terus merasa kesepian, dan dia sudah mengklaim kamu sebagai ibunya, maka akan sedikit sulit untuk membawa dia pulang." Jawab Zero yang berusaha sabar dan juga mengerti dengan sifat putranya.


"Ibunya meninggal dunia saat ia masih berumur 1 tahun, mungkin saja ia merindukan sosok ibu, dan disaat seperti ini ia mala bertemu dengan kamu dan menganggap kamu sebagai ibunya." Ucap Zero lagi dengan suara yang sedikit lebih merendah.


Nata terdiam beberapa saat, sekarang ia mencerna apa yang dikatakan oleh Zero, pantas saja Harvy menganggap ia sebagai ibunya, mungkin saja ia membuat Harvy nyaman dan bahagia sehingga Harvy jadi menganggap dirinya adalah ibu.


"Maaf tuan, saya sama sekali tidak menyangka jika ibunya sudah meninggal dunia, saya juga sama sekali tidak keberatan ketika Harvy tinggal bersama saya, ia adalah anak yang penurut." Ucap Nata sesuai dengan fakta, Harvy memang anak yang baik serta Pemuda membuat dia tertawa, bukan hanya itu Harvy juga anak yang penurut.


"Terima kasih nona, maaf jika saya dan keluarga saya jadi merepotkan anda. Saya tahu seberapa sibuk anda, jadi sekali lagi saya mau minta maaf atas nama keluarga." Lagi dan lagi Zero meminta maaf, karena merasa tidak enak sudah mengganggu kehidupan Nata, ia sudah menyelidiki tentang Nata selama satu minggu ini, dan ia juga tahu seberapa sibuk dan besar tanggung jawab Nata.


Nata hanya sedikit tersenyum menanggapi Zero, ternyata Zero tidak seburuk apa yang ia pikirkan, berpikiran negatif thinking terhadap Zero.


***Ini adalah karya saya yang ke-6, karya ini saya buat sesuai dengan pemikiran dan juga imajinasi saya secara pribadi, Saya harap karya Saya tidak di copyright, karena saya mengetik pakai tangan dan memakai otak sebagai alat berpikir, bisa kalian bayangkan jika karya kalian di coppy oleh orang lain, bagaimana dengan perasaan kalian ? Kalian bisa menjawabnya dalam hati kalian masing-masing.


Yang kedua Saya ingin meminta bantuan kepada seluruh pembaca novelku, mohon banget buat di bantu Vote dan juga Like.


Tidak punya vote dan like kalian bisa membuat saya lebi termotivasi untuk menulis, karena dengan adanya Vote dan juga Like kalian semua tahu ini banyak orang yang menunggu karya ini di up, saya mohon sebesar-besarnya untuk bantu Vote, Like.

__ADS_1


Juga bukan hanya satu atau dua orang yang sering mempromosikan karyanya, saya secara pribadi tidak pernah melarang ataupun menghapus komentar-komentar kalian, Saya menghargai usaha kalian untuk mengenalkan karya kalian kepada orang lain,  tetapi saya mohon baca dululah karya saya dan tinggalkan jejak Like, Vote agar kalian bisa lebi menghargai penulis, Mohon untuk tidak hanya sekedar memberikan promosi tetapi baca dan hargai juga.


Jangan lupa like comment dan juga vote yah teman-teman, doain terus biar semua kotak dan juga saraf-saraf saya berjalan dengan lancar agar bisa lebi banyak up hehehe***


__ADS_2