Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
Eps 28


__ADS_3

Sudah hampir 3 jam mata pelajaran berlangsung, sebentar lagi jam istirahat akan segera tiba.


"Sebaiknya kita jemput kak Nata sekarang." Ucap El kepada Lio dan juga kedua sahabatnya.


"Benar, sebaiknya sekarang kita jemput kak Nata." Timpal Endi.


"Pak, kami keluar lebih dahulu yah, semua Tugas sudah kami selesaikan, ini bukunya." Ucap Reno sambil menggerakkan 4 buku kepada guru tersebut.


"Baiklah tapi apa. Kalian sedang memeriksa semua jawaban ?" Tanya guru tersebut.


"Sudah pak." Jawab Reno mewakili.


"Baiklah, silakan keluar." Ucap guru tersebut..


Semenjak Nata satu sekolah dengan mereka berempat, keempatnya semakin rajin mengerjakan seluruh tugas sekolah, dengan seperti itu mereka akan lebih dahulu untuk keluar dari kelas.


Seperti biasanya sebelum mereka ke kantin mereka akan menghampiri Nata, tempatnya akan menunggu dengan tenang di depan kelas Nata, Sampai bunyi bel sebagai tanda istirahat berbunyi.


Setelah hampir 3 menit lamanya akhirnya bel tersebut berbunyi, seluruh siswa dan siswi segera berhamburan keluar setelah memastikan guru mata pelajaran sudah terlebih dahulu menginjakkan kaki di pintu.


"Hai kak." Ucap Lio kepada Nata yang keluar bersama dengan Rendi.


"Hai." Sapa balik Nata.


Memberikan satu paper bag kepada Nata, dan Nata memberikan paperback tersebut kepada Rendi.


"Ini buat kamu dan juga Raisya, memisahkan satu kotak untukmu dan satunya untuk Raisya, semoga kalian berdua menyukainya ya." Ucap Nata sambil tersenyum.


"Terima kasih." Ucap Rendi..


"Baiklah, apa kamu mau ikut bersama kita ke kantin ?" Tanya Lio, Sedangkan untuk Andi Reno dan juga El hanya menatap Rendi datar.


"Kalian duluan saja, aku harus memanggil saudara kembarku dulu." Jawab Rendi sambil tersenyum ramah.


"Baiklah, kalau begitu kita duluan ya, bye." Ucap Nata meninggalkan Rendy bersama dengan keempat adiknya.


Ya seperti biasanya kelimanya menjadi pusat perhatian ketika berjalan bersama, apalagi napa yang berada di tengah-tengah tempatnya, selalu ada juga sejuk cerianya kepada siapapun yang menyapanya, berbeda halnya dengan ke-4 orang yang berada di sampingnya, yang hanya menampilkan wajah khas datarnya.

__ADS_1


Di kantin kelimanya memilih tempat duduk di tengah-tengah, mereka menyediakan dua Kursi Kosong untuk Reisya dan Rendi sesuai permintaan Nata.


Enggan untuk makan bersama dengan Raisa dan juga Rendi, tetapi mereka tidak mungkin untuk menolak permintaan dari Nata.


Orang yang merasa dirinya dan juga kesal terhadap Rendi dan Raisya, karena berdua termasuk orang yang beruntung bisa 1 meja dengan Lio Cz.


"Ini buat kalian." Ucap Nata memberikan paperbag kepada Lio, Endi dan juga Reno, EL.


"Terima kasih." Jawab ketiganya, berbeda dengan Lio yang hanya tersenyum.


Apapun yang diberikan napa semurah apapun atau semahal apapun tetap akan membuat mereka senang, ketika Nata memberikan satu paper bag kepada Rendi, ketiganya langsung menatap tidak suka tetapi sebisa mungkin mereka menyembunyikannya, beda hal dengan Lio yang sudah mengetahui jika mereka akan mendapatkannya juga.


- - -


"Raisya, Rendi ayo sini." Ucap Nata memberi kode kepada kedua temannya yang tampak kebingungan mencari tempat untuk duduk.


Rendy, Raisya tampak saling memandang satu sama lain, mereka akan bergabung dengan meja Nata, tetapi merasa tidak enak dengan adik kelas mereka.


Kedua sahabat barunya tidak merespon sama sekali, Nata langsung beranjak dari kursinya untuk menghampiri keduanya.


"Ayo, kenapa kalian berdua hanya diam saja." Omel Nata sambil menarik tangan Raisya, dan Raisya tampak menarik tangan Rendi.


"Benar apa yang dikatakan Reno, kalian tidak usah sungkan-sungkan kepada kami." Timpal Endi.


"Terima kasih, maaf jika kami berdua menggangu waktu kalian bersama Nata." Jawab Rendi yang tampak masih sungkan.


Mereka sudah membaca forum sekolah jika tidak ada yang boleh untuk mencuri perhatian Nata, karena empat singa tersebut sangatlah over protektif dan tidak sukq jika Nata memberikan perhatian lebi pada orang lain.


Hadeh kalau begitu author juga bingung kapan Nata punya pacar, tapi gak apa-apa perjalanan mereka memang masih sangat panjang.


Flashback on.


"Raisya ini pemberian dari Nata." Ucap Rendi pada adiknya.


"Astaga kakak, Apakah Kak sudah bosan hidup, kenapa kakak meminta sesuatu kepada Nata, bagaimana kalau sampai empat macan itu tahu." Omel Raisya.


"Huft, untuk menolak pemberian dari Nata itu adalah hal yang tidak mungkin, dan lagi ini diberikan bukan kakak yang mau minta." Jelas Rendi kepada adiknya.

__ADS_1


"Huft, kenapa ya mereka itu sangat over terhadap Nata, kita tidak bole terlalu mencuri perhatian Nata, jangan sampai mereka berempat menganggap kita mengambil Nata dari mereka, kita akan menjadi tidak tenang kalau sampai itu terjadi." Terang Reisya panjang lebar.


"Yah, kakak juga mengerti." Jawab Rendi.


"Baguslah." Jawab Reisya.


Flashback Of.


Ternyata Rendy dan juga Raisya membawa paper bag yang diberikan oleh Natta tadi, Mereka tampak sangat bersyukur ketika melihat keempat Serigala mendapatkan kue yang sama seperti mereka.


"Nata terima kasih yah kuenya, kuenya sangat enak, aku menyukainya." Ucap Raisya sesuai dengan fakta jika kue tersebut memang enak.


"Ah benarkah, ayo habiskan, Karena tempatnya hanya kamu saja yang memuji kueku, maka mulai besok dan seterusnya aku akan membawakan untukmu." Terang Nata dengan mata berbinar.


Sedangkan untuk Raisa sendiri ia tersenyum canggung karena mendapatkan tatapan tidak biasa dari keempat harimau, dan juga kakak kembarnya yang menatap dengan penuh peringatan.


"Ah tidak usah, itu akan merepotkan kamu." Jawab Raisya buru-buru.


"Tidak tidak, pokoknya aku tidak menerima penolakan." Jawab Nata kekeh.


"Dan untuk kalian berlima , apa kue yang aku buat tidak enak, sehingga kalian tidak memberikan komentar." Ucap Nata sambil melihat mereka satu persatu, Nata memasang wajah cemberut.


" Aku sudah kenyang, aku ingin kembali ke kelas." Ucap Nata sambil beranjak dari tempat duduk membawa kotak kuenya.


"Eh, tunggu -tunggu." Jawab Reisya yang langsung ikut dengan Nata.


Sedangkan kelima pria tersebut tampak diam mematung, saking kesalnya dengan Raisa mereka sampai lupa memberikan masukan kepada Nata, Dan ketika mereka sadar Nata dan Raisya sudah tidak ada.


Lio buru-buru untuk bangkit dari tempat duduknya begitupula dengan ke-4 orang tersebut, tetapi


Brukkkk


*Ini adalah karya saya yang ke-6, karya ini saya buat sesuai dengan pemikiran dan juga imajinasi saya secara pribadi, Saya harap karya Saya tidak di copyright, karena saya mengetik pakai tangan dan memakai otak sebagai alat berpikir, bisa kalian bayangkan jika karya kalian di coppy oleh orang lain, bagaimana dengan perasaan kalian ? Kalian bisa menjawabnya dalam hati kalian masing-masing.


Yang kedua Saya ingin meminta bantuan kepada seluruh pembaca novelku, mohon banget buat di bantu Vote dan juga Like.


Tidak punya vote dan like kalian bisa membuat saya lebi termotivasi untuk menulis, karena dengan adanya Vote dan juga Like kalian semua tahu ini banyak orang yang menunggu karya ini di up, saya mohon sebesar-besarnya untuk bantu Vote, Like.

__ADS_1


Juga bukan hanya satu atau dua orang yang sering mempromosikan karyanya, saya secara pribadi tidak pernah melarang ataupun menghapus komentar-komentar kalian, Saya menghargai usaha kalian untuk mengenalkan karya kalian kepada orang lain, tetapi saya mohon baca dululah karya saya dan tinggalkan jejak Like, Vote agar kalian bisa lebi menghargai penulis, Mohon untuk tidak hanya sekedar memberikan promosi tetapi baca dan hargai juga.


Jangan lupa like comment dan juga vote yah teman-teman, doain terus biar semua kotak dan juga saraf-saraf saya berjalan dengan lancar agar bisa lebi banyak up hehehe


__ADS_2