
Mereka makan sambil sekali-sekali tersenyum mendengar ocehan dari Harvy, Harvy senang jika berbicara meskipun ia berbicara masih cadel, tapi hal tersebut yang membuat Nata dan juga bi Ina jadi senyum-senyum.
"Bi, sekarang Nata mau berangkat ke sekolah yah, titip Harvy." Ucap Nata kepada bi Ina.
"Harvy ingat yah, kamu nggak boleh bandel yah apalagi merepotkan bi Ina, karena bi Ina sudah lanjut umur tidak boleh kecapean." Ucap Nata yang saat ini beralih kepada Harvy.
"Non Nata tenang saja, nanti bibi jagain kok." Jawab bi Ina dengan dikit kekehan di belakang.
"Iya mommy." Jawab Harvy sambil mengangguk-anggukkan kepala sebagai tanda mengerti.
Nata berangkat ke sekolah dengan menggunakan mobilnya, yang baru saja ia beli beberapa waktu yang lalu, tentu saja mobil sport dengan keluaran terbaru dan hanya di produksi 3 saja di Indonesia mencuri perhatian para siswa dan siswi, banyak dari antara mereka yang mencari tahu siapa pemilik dari mobil tersebut.
Mereka dibuat kaget ketika mendapati Nata yang menyetir sendiri, berarti tidak lain dan tidak bukan mobil tersebut adalah milik Nata, anak-anak memandang takjub dan juga iri terhadap Nata, banyak juga yang menatap tidak percaya ketika melihat Nata yang menyetir.
Selama ini mereka berpikir jika Nata tidak bisa menyetir sendiri, karena mereka tidak pernah melihat Nata membawa mobil.
Sekalinya Nata datang membawa mobil Nata langsung saja menjadi pusat perhatian seluruh siswa siswi yang berada di sekolah.
Tetapi sekarang Mereka tampak bertanya-tanya di mana Lio dan kawan-kawan, biasanya setiap hari mereka akan selalu bersama dengan Nata, kali ini Nata datang dan menyetir sendiri membuat siswa-siswi penasaran, tapi ada juga yang sudah mengetahui di mana keberadaan satpam pribadi Nata.
Tanpa memperdulikan tatapan atau bisik-bisik dari orang-orang, Nata langsung saja berjalan ke arah kelasnya, ia tampak santai seperti biasanya, sepanjang perjalanan menuju ke kelas, Nata menebarkan senyum ramahnya, tidak menyangka jika mereka bisa bertegur sapa dengan Nata tanpa rasa canggung sekalipun, karena jika ada Lio, Endi, El, Reno maka mereka sama sekali tidak akan ada yang berani untuk menyapa Nata.
Banyak yang baru mengetahui sisi humbell dari Nata, karena biasanya Nata hanya sedikit senyum, kali ini Nata bahkan beberapa kali menjawab sapaan mereka, sejujurnya mereka tahu jika Nata tidak mengetahui nama mereka, jadi mereka memaklumi jika Nata hanya menyapa mereka dengan "Hi, Hello."
__ADS_1
Berbeda halnya dengan Nata yang sedang sibuk sedang sibuk dengan pelajaran di sekolah, pada saat ini Lio dalam perjalanan menuju ke apartemen, tentu saja Lio tidak sendirian, atau bisa dikatakan ia bersama dengan ketiga sahabatnya.
Reno memang sudah kembali dari luar negeri, ia tampak sangat senang karena bisa ikut merayakan kemenangan kelasnya, meskipun ia tidak bisa untuk ikut dalam berpartisipasi lomba.
Mereka menggunakan mobil pajero milik Endi, karena sudah jelas mereka tidak mungkin untuk menggunakan mobil sport, menggunakan mobil pajero jauh lebih nyaman ketika pergi bersama-sama dengan teman kelas, mereka bisa memiliki lebih banyak space, jauh berbeda ketika mereka menggunakan mobil sport.
"Lio, tadi lu udah beliin oleh-oleh belum buat ka Nata ?" Tanya Endi.
"Udah kok, gua nggak lupa buat beliin bi Ina, kalian tenang aja nggak usah khawatir." Jawab Lio, karena ia tidak mungkin untuk melupakan kakaknya dan juga asisten rumah tangga yang sudah ikut bersama dengan keluarganya bertahun-tahun lamanya.
"Baguslah, gue juga beliin oleh-oleh buat kak Nata dan bi Ina." Timpal El.
"Sama gw juga." Sambung Endi dan juga Reno.
Sepanjang perjalanan mereka terus aja mengobrol tentang lingkungan pergaulan mereka, mereka selalu saja mengontrol dan juga menjaga diri mereka agar tidak terjerumus pergaulan yang salah.
Meskipun mereka terlihat cowok-cowok saja tetapi, diam-diam mereka selalu memperhatikan dan juga menjaga orang-orang yang terkait dengan mereka.
Contoh nyatanya adalah Nata yang tidak akan pernah lepas dari pandangan mereka, menyadari ini saja mereka membiarkan Nata pergi ke sekolah sendiri.
Karena sepanjang perjalanan mereka terus mengobrol, sehingga pada akhirnya tidak terasa mereka sudah sampai di apartemen, kenapa ketika sahabat Lio memutuskan untuk ikut ke apartemen, karena secara kebetulan para orang tua mereka sedang dinas ke luar negeri.
Lio tentu saja tidak merasa keberatan, dengan adanya ketiga sahabatnya ia tidak akan merasa kesepian, dengan begitu juga Nata akan tetap berada di apartemen, dan sedikit melupakan pekerjaannya.
__ADS_1
Setelah selesai memarkirkan mobil di tempat biasa, Lio, Endi, El dan juga Reno mereka keluar dari mobil dan mengambil semua barang-barang mereka, setelah itu mereka langsung saja menuju ke lift.
Ketika mereka memasuki ruang tamu mereka dibuat kaget dengan adanya anak kecil, keempatnya menatap anak kecil tersebut dengan tatapan datar, mereka sama sekali tidak ada yang mengenal anak kecil tersebut, dari mana anak kecil itu berasal dan kenapa bisa ada di apartemen mereka.
"Bi." Panggil mereka secara bersamaan.
"Eh ternyata kalian berempat sudah pulang, speknya segera mandi dan ganti baju dulu, nanti bibi jelasin sebentar." Ucap bi Ina yang mengerti jika ke 4 remaja tersebut merasa penasaran dengan kehadiran Harvy.
Sedangkan anak kecil tersebut menatap mereka dengan tidak kalah datar, dirinya juga tidak mengenal mereka, pada saat itu ia sedang bermain di ruang tamu, karena memang Nata sempat membelikan dirinya mainan.
Pada akhirnya mereka berempat mengangguk dan pergi ke kamar Lio, mereka mandi secara bergantian, dan Endi, El dan Reno mereka tidak lupa mengambil baju ganti di kamar khusus.
Tidak membutuhkan waktu lama karena mereka mandi hanya sekitar 10menitan, Lio dan Endi mereka berdua mandi di kamar Lio, Reno dan El keduanya mandi di kamar yang sudah di sediakan.
Semua tampak rapi dan juga wangi mereka langsung saja keluar dari kamar, karena mereka penasaran dengan anak kecil yang tidak lain adalah Harvy.
*Ini adalah karya saya yang ke-6, karya ini saya buat sesuai dengan pemikiran dan juga imajinasi saya secara pribadi, Saya harap karya Saya tidak di copyright, karena saya mengetik pakai tangan dan memakai otak sebagai alat berpikir, bisa kalian bayangkan jika karya kalian di coppy oleh orang lain, bagaimana dengan perasaan kalian ? Kalian bisa menjawabnya dalam hati kalian masing-masing.
Yang kedua Saya ingin meminta bantuan kepada seluruh pembaca novelku, mohon banget buat di bantu Vote dan juga Like.
Tidak punya vote dan like kalian bisa membuat saya lebi termotivasi untuk menulis, karena dengan adanya Vote dan juga Like kalian semua tahu ini banyak orang yang menunggu karya ini di up, saya mohon sebesar-besarnya untuk bantu Vote, Like.
Juga bukan hanya satu atau dua orang yang sering mempromosikan karyanya, saya secara pribadi tidak pernah melarang ataupun menghapus komentar-komentar kalian, Saya menghargai usaha kalian untuk mengenalkan karya kalian kepada orang lain, tetapi saya mohon baca dululah karya saya dan tinggalkan jejak Like, Vote agar kalian bisa lebi menghargai penulis, Mohon untuk tidak hanya sekedar memberikan promosi tetapi baca dan hargai juga.
__ADS_1
Jangan lupa like comment dan juga vote yah teman-teman, doain terus biar semua kotak dan juga saraf-saraf saya berjalan dengan lancar agar bisa lebi banyak up hehehe**