Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
Eps 59 ~ Liburan 5


__ADS_3

***Kemungkinan author hanya up 2 / 3 eps yah hari ini, karena author sedikit tidak enak badan, and sore juga ada acara keluarga yang kemungkinan akan sampai larut.


Hallo semua, please jangan lupa buat Like, Komen and Vote yah, and sekarang doain juga semoga author baik-baik saja, senang banget ngeliat rank novel kita ada di 140an, makasi yah semua buat supportnya.


Aku juga mau minta maaf ni, eps hari ini ama besok mungkin akan sedikit pendek dari biasanya, semoga kalian ngerti yah, and aku juga ngetiknya cuma pake 2 tangan, dua kaki aku gabisa bantu ngetik jadi ada keterbatasan.


love u all, and makasi yang uda follow di instagram @angelicaclaudiatengker, kita bisa temanan online kok, kalau mau ngobrol-ngobrol di chat aku pasti respon hehe, yang gak follow juga kita bisa temanan online lewat novel ini, me luvv u all*** :)



Salam dari author buat kalian semua, see u di next eps yah teman-teman :)


Waktu terus berjalan begitu cepat, tanpa terasa mereka sudah akan kembali ke Indonesia karena waktu libur mereka sudah hampir habis.


Tetapi sebelum mereka kembali ke Indonesia mereka memutuskan untuk pergi ke Singapura terlebih dahulu, karena mereka ingin membeli banyak makanan di sana.


Hari ini adalah hari Jumat hari dimana adalah hari terakhir mereka di Swiss, mereka memutuskan untuk pergi berkeliling dan juga tidak lupa untuk berbelanja lagi.


Ketika mereka sedang berada di salah satu store brand ternama, secara tiba-tiba ada sekumpulan gadis-gadis yang menghampiri mereka, gadis-gadis remaja itu sama asalnya dengan mereka yaitu anak Indonesia.


Ternyata anak-anak Gadis cantik itu hanya meminta foto bersama, karena mereka adalah salah satu orang yang ngefans sama Lio dan juga Nata, Endi, El dan Reno, soalnya mereka sedikit merasa kecewa karena tidak ada Nata.

__ADS_1


Tetapi Lio dan kawan-kawan menjelaskan jika Nata saa5 ini tengah berada di Indonesia, melaksanakan ujian nasional sehingga tidak bisa ikut dengan mereka berlibur.


Lio dan kawan-kawan melanjutkan aktivitas mereka beranja, sangat banyak yang mereka beli hari itu, ada dompet baru, tas baru, jam tangan dan masih banyak lagi.


Begitulah mereka berempat. Meskipun mereka adalah laki-laki tetapi untuk jiwa berbelanja mereka tetap saja mengalir deras.


Masing-masing dari mereka kira-kira menghabiskan satu miliar lebih, Kenapa mereka dengan entengnya menghabiskan uang sebanyak itu disaat orang lain membutuhkan uang untuk makan.


Karena meskipun mereka suka menghambur-hamburkan uang, tapi mereka tidak pernah lupa untuk bersedekah baik besar dan sedikit apapun itu pasti mereka akan memberikan dengan cara ikhlas, tidak ada niat sama sekali seperti orang-orang lainnya.


Dan juga perlu banget tahu kalau uang yang mereka keluarkan itu bukanlah dari orang tua mereka, atau bahkan dari keluarga lainnya, Lio juga tidak menggunakan uang peninggalan dari Bundanya dan dari kakaknya.


Mereka memiliki usaha kecil-kecilan, sehingga mereka tidak pernah segan untuk menghabiskan uang yang mereka dapatkan dengan jerih payah mereka sendiri.


Setelah satu harian penuh dengan drama ini dan itu, akhirnya mereka memutuskan untuk makan terlebih dahulu karena memang perut mereka sudah meminta untuk diisi.


Lio


Tampak ia tampak begitu sudah puas berbelanja, jauh berbeda dengan ketiga sahabatnya yang saat ini, masih memikirkan beli ini beli itu dan lain-lain.


Karena mereka rasa sudah lebih dari cukup akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke hotel dan juga beristirahat, karena nanti malam mereka akan terbang ke Singapura.

__ADS_1


Hari yang mereka lalui tidak terasa berjalan begitu cepat karena memang mereka selalu menikmati setiap waktu yang diberikan oleh Tuhan.


Mereka harus kembali ke hotel terlebih dahulu sebelum pergi ke bandara, setelah selesai semua urusan di hotel mulai dari packing sampai juga check out, mereka langsung saja pergi ke bandara.


Saat ini mereka dalam perjalanan ke Singapura, Lio mendapat tempat duduk berdekatan dengan Endi, dan El dengan Reno.


Di dalam pesawat mereka dapat tidur dengan tenang karena sudah cukup lelah, dan tanpa terasa mereka sudah sampai di Singapura.


Mereka sudah berada di hotel yang di pesan oleh Endi, mereka langsung pergi ke kamar mereka masing masing.


Karena merasa cukup lelah pada akhirnya mereka memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu, sebelum pada akhirnya lanjutkan berbelanja.


"Lio, nanti gue nitip beberapa barangnya soalnya aku udah gua udah full tiga-tiganya." Ucap Endi dengan tatapan memohon, berharap sahabatnya tidak akan menolak.


"Kau tinggal beli koper baru, apa susahnya." Ketus Lio, temannya selalu mengandalkan kopernya, dan selalu berbelanja tidak tahu diri.


"Ayolah sekali ini saja." Ucap Endi lagi sambil menggaruk belakang telinga yang tidak gatal.


"Tidak." Tetap Lio pada pendiriannya.


"Huft, baiklah." Kesal Lio yang melihat sahabatnya memasang wajah hampi menangis.

__ADS_1


"Yey, sudah pastikan bukan kalau dia akan menerima barang titipanku." Batin Endi merasa senang, karena ia sudah tahu sahabatnya tidak akan menolak tampang menangisnya.


__ADS_2