
Terima kasih buat semua dukungan semua pembaca, beberapa extra part yang sudah author siapin buat kalian, jika ada perubahan toko mohon maaf author sudah berusaha semaksimal mungkin.
Flashback.
Setelah mengetahui dan berkumpul bersama keluarga Alexander, Nata dan Lio menjalani lembaran baru.
Oma / nyonya Alexander menghembuskan nafas terakhir tepat setelah Lio menyelesaikan study s1 nya.
Harvy yang mulai menerima kenyataan yang mana tidak bisa menjadikan Nata sebagai seorang mommy , seiring berjalan waktu Harvy paham antara daddy - nya dan Nata memiliki satu ikatan darah dan tidak akan bisa bersatu, tidak masalah untuk itu karena ia tetap bisa menghabiskan waktu bersama Nata.
Jonathan Alexander, duda ini memilih menghabiskan banyak waktu dengan berpergian keluar negeri, ia yang sempat jatuh hati terhadap ponakannya akhirnya mengubur semua rasa - rasa itu, ia sudah 100 moveon.
Lembaran Baru.
__ADS_1
Natalia Chrisly Alexander, 27 Tahun saat ini ia sedang menjalani asmara bersama pria berdarah campuran Inggris - Indonesia bernama Marselino Xavier .
Marselino Xavier, pria ini adalah penerus kerajaan bisnis kedua orangtuanya. Selain tampan dengan tubuh yang ideal ia juga memiliki banyak prestasi. Merintis perusahaan dari nol hingga berada di titik 1000 dan berakhir menjadi penerus kerajaan bisnis kedua orang tuanya.
"Nata, kau cantik sekali." Puji Ny. Alexander dengan tatapan berbinar senang sekaligus bangga dengan pilihan putranya.
"Kau terlalu memujinya mom, nanti dia malu." Ejek Xavier dengan senyum menawan miliknya.
"Hahaha." Tawa keduanya disaat Nata tersipu malu, ibu dan anak senang sekali menjahili Nata, calon nyonya muda Xavier.
"Huft, ibu sudah tahu." Jawab Ny. Xavier dengan kesal.
Info : Marselino dipanggil nama akhirnya atau nama marga Xavier, karna saat ini ia adalah keturunan terakhir keluarga Xavier, setelah ia memiliki anak ia akan dipanggil Marselino.
__ADS_1
"Malam ini aku akan mengajak Harvy menginap disini jika ibu tidak keberatan." Hibur Nata dengan senyum manisnya. Tuan Xavier saat ini berada di Inggris mungkin hingga dua hari kedepan jadi Ny. Xavier hanya ditemani oleh beberapa pelayan.
"Benarkah, kau yang paling mengerti ibu." Ny. Xavier kembali excited, ia sangat bersemangat dengan tawaran calon mantu - nya.
"Malam ini juga aku berencana untuk tidur di sini, jadi Ibu tidak perlu merasa kesepian." Sambung Xavier tidak kalah semangat, yah ini kesempatan untuk menghabiskan banyak waktu bersama kekasihnya.
"Pasti alasan kamu saja." Ejek ny. Xavier dan Xavier tidak membantahnya melainkan ia tersenyum sebagai tanda tebakan ibunya benar.
"Ibu, ibu nanti bisa tidur bersama Harvy dan aku yang akan menjaga Nata, jadi tidak perlu khawatir." Goda Xavier dengan mengerlingkan matanya.
"Ibu tidak pernah mengajarkanmu seperti itu yah, awas saja." Amuk Ny. Xavier.
"Aku hanya bercanda, jangan terlalu cepat marah kata dokter perempuan yang terlalu cepat marah akan tiga kali lipat lebih cepat menua." Jawab Xavier dengan wajah serius setelahnya ia langsung saja berlari menuju meja makan.
__ADS_1
Makan siang terasa sangat hangat apa lagi saat ini Nata ikut ada didalamnya, setelah selesai menghabiskan makan siang keduanya kembali ke perusahaan masing - masing, tentunya pertama - tama Xavier harus terlebih dahulu mengantar Nata.