
Hari ini Author gak tahu bakalan up berapa, karena siang nanti author pengen pergi, tapi author usahain up 2 yah :).
Jonathan hanya menanggapi dengan senyum kecil melihat penolakan yang diperuntukan di untuk dirinya secara terang-terangan, Nata sama sekali tidak memperhatikan wajah dari Jonathan karena ia masih merasa kesal.
Ini Nata tengah berpikir keras bagaimana bisa ada orang seperti Jonatan yang bisa dengan seenaknya membawa anak gadis orang untuk pergi tanpa meminta persetujuan.
"Pertama-tama aku tidak mengenal pria ini dan yang kedua pria ini dengan seenak jidat membawa aku pergi, jadi kenapa sekarang bisa aku berurusan dengan dengan orang seperti dirinya." Batin Nata yang kembali bertanya-tanya.
Meskipun Nata hanya diam saja tetapi bisa dilihat dari raut wajahnya jika dilihat benar-benar tidak menyukai tindakan dari Jonathan, Jonathan sama sekali tidak mengindahkan raut wajah dari Nata.
" Jadi sekarang di mana kita akan pergi makan ?" Tanya Nata kepada Jonathan, sudah 15 menit tetapi mereka belum sampai di restoran yang dimaksud oleh Jonathan.
"Diamlah, lagipula Sebentar lagi kita akan segera sampai." Jawab Jonathan.
"Huft, jika aku menanyakan kepadanya semua hanya akan berakhir sia-sia." Gumman Nata yang dimana masih bisa di dengar oleh Jonathan.
__ADS_1
Pada akhirnya Nata menurut saja dan hanya diam selama dalam perjalanan menuju ke restaurant, sedangkan Jonathaa tanpak fokus menyetir mobil.
Dalam waktu kurung 5 menit akhirnya mereka sampai juga di restoran yang di maksud oleh Jonathan, Nata benar-benar sudah tidak sabar ingin keluar dari dalam mobil.
Sesampainya di restoran Natal langsung saja bergegas turun dan berjalan terlebih dahulu tanpa menunggu Jonathan, Jonathan yang menyadari akan hal tersebut hanya menghela nafas kesal.
Akan tetapi Jonathan sama sekali tidak melakukan aksi protes dan hanya mengikuti Hinata dari belakang saja, Jonathan ikut bergabung di meja yang diduduki oleh Nata.
Sifat Nata yang terkesan ketus membuat orang-orang memikirkan jika keduanya adalah sepasang kekasih yang sedang marahan, berasumsi jika keduanya adalah sepasang kekasih karena keduanya memiliki paras yang cantik dan juga tampan serta mereka berdua memang terlihat cocok.
"Aku sudah memesannya tadi, untuk kita berdua, sebentar lagi makanan akan segera disajikan, bersabarlah sedikit." Jawab Jonathan tenang.
Kata tentu saja merasa risih karena terus dipandangi oleh Jonathan, wanita mana yang tidak merasa canggung jika terus dipandangi oleh lawan jenis, akhirnya Nata memalingkan wajah ke samping ia saat ini terlihat begitu salah tingkah dihadapan Jonathan.
Jonathan sebisa mungkin menahan ekspresinya agar tidak tersenyum, entah apa yang membuat Jonathan menjadi senang dan tertarik menggoda Nata.
__ADS_1
"Hei, Kenapa kamu terus memandang ke samping apa kamu mau jika aku pindah ke sampingmu ?" Goda Jonathan kepada Nata yang enggan menatap dirinya.
Mendengar apa yang diucapkan oleh Jonathan, langsung saja Nata putar wajahnya sampai menghadap ke arah Jonathan.
"Tidak usah bergerak dari tempat dudukmu, sekali tidak ingin kamu duduk disampingku." Ketus Nata memberi peringatan.
Setelah Nata memberi peringatan bertepatan dengan seorang pelayan datang membawa hidangan makanan yang cukup lezat untuk dipandangi saja.
"Tampaknya itu sangat enak, aku akan mencicipinya." Batin Nata.
"Makanlah." Ucap Jonathan, kata yang mana sih yang tadi ditunggu oleh Nata.
"Karena kamu memaksa, maka aku akan mencicipi makanan tersebut." Jawab Nata dengan angkuh.
Jonathan menahan senyumnya, ia paham benar jika wanita yang berada di hadapannya saat ini begitu tertarik dengan hidangan yang baru saja dihidangkan oleh pelayan. Tapi dasar wanit tersebut saja yang gensinya tidak wajar.
__ADS_1
Akhirnya mereka makan dengan tenang meskipun makan siang tersebut adalah makan siang menyebalkan menurut Nata.