
Sekarang sudah 1 bulan lebih sejak ulang tahun perusahaan Nelson, Vina dan Niko benar-benar tidak mengganggu atau mencari masalah dengan Lio dan Nata.
Lio dan Nata mereka berdua pun sama-sama tidak mencari masalah dengan Vina ataupun Niko, mereka tidak akan menyerang jika tidak di serang terlebih dahulu.
"Kakak, Kakak mau beli hadiah apa untuk Reno ?" Tanya Lio, karena memang sejak tadi mereka berada di pusat perbelanjaan untuk mencari hadiah Reno.
"Hmm, Kakak juga masih bingung ingin memberikan hadiah apa, kalau kamu sudah mendapatkan hadiah yang pas untuk Reno ?" Tanya Nata balik, karena ia dari tadi masih merasa bingung dengan apa yang akan ia berikan.
"Aku sudah membeli 3 Tshirt yang hype dan juga 2 topi." Jawab Lio.
"Hmm, yah sudah kalau begitu sekarang kakak akan membelikan jam tangan untuknya." Ucap Nata memutuskan untuk mencari jam tangan.
"Baiklah." Jawab Lio akhirnya mengikuti sang kakak.
Lio, Endi, El dan juga Nata patungan untuk membeli sesuatu yang wow, kita lihat saja nanti apa yang akan diberikan oleh mereka kepada Reno.
Setelah rasa sudah cukup untuk berputar-putar dan mencari kado untuk Reno, Nata dan juga Lio memutuskan untuk beristirahat di salah satu kedai es krim yang berada di mall.
" Tunggu sebentar ya kak." Ucap Lio sebelum meninggalkan Nata untuk membeli es krim.
"Baiklah, jangan lama-lama." Jawab Nata.
Saat ini Nata sedang melihat foto-foto yang ia posting di Instagram, hari ini ia mempost foto Reno.
"Salah satu adik manja yang sok dewasa saat ini berulang tahun, dihari yang istimewa ini aku berharap kamu menjadi lebi dewasa dalam segala hal, doa dan harapan kaka selalu bersama kamu @Renoo." Tulis Nata di feed instagramnya.
Foto yang mata nggak di sosial media mengundang banyak komentar, yang memberikan selamat dan juga banyak yang mengira jika keduanya adalah sepasang kekasih, tetapi tidak sedikit merasa iri dengan kedekatan keduanya.
Melihat komentar-komentar yang diberikan oleh para Netizen, tetapi ia tidak membalas sama sekali, ia hanya memberikan Like terhadap komentar-komentar yang memberikan selamat dan dukungan, untuk komentar-komentar julid ia tak memperdulikan.
__ADS_1
Langsung skip malam hari.
Malam hari tepatnya di salah satu Hotel ternama di Jakarta, sedang ada pesta Mariah karena ulang tahun Reno.
Bukan hanya teman-teman sekolah Reno saja yang hadir, dan juga rekan bisnis dari kedua orang tuanya pun turut serta merayakan hari ulang tahunnya yang ke 17.
Reno sangat merasa senang karena ia didampingi oleh kedua orang tuanya, Nata dan ketiga sahabatnya, orang-orang yang sangat berperan penting dalam kehidupannya.
Meskipun ia kurang mendapat kasih sayang langsung dari kedua orang tua, tetapi ia tetap bersyukur dengan segala keadaan, karena masih banyak di luar sana yang tidak memiliki kebahagiaan yang ia miliki.
Ia berterima kasih kepada Tuhan meskipun kedua orang tuanya selalu sibuk dengan pekerjaan, tetapi ada Nata dan juga ketiga sahabat yang selalu men-support ia.
Kenapa sejak tadi mendampingi Reno untuk berjabat tangan dengan sanak saudara Reno, dan juga beberapa teman Reno baik teman sekolah maupun teman lama sampai teman tongkrongan, tidak lupa dengan para pejabat dan konglomerat yang ikut hadir.
Lio, Endi dan El hari ini harus banyak-banyak bersabar karena Nata terus menerus bersama dengan Reno, Meskipun mereka merasa kesal tetapi mereka tetap bahagia melihat sahabatnya yang sejak tadi tersenyum bahagia.
Para orang tua juga bisa melihat dari wajah Lio, Endi dan El jika mereka saat ini sedang tersenyum bercampur kesal, karena Nata menghabiskan waktu dengan Reno, dan mereka merasa terabaikan.
"Kak, sebaiknya sekarang kita makan dulu." Ucap Reno kepada Nata, karena sejak tadi mereka terus-menerus menyapa dan bersalaman.
"Baiklah, ayo kita kembali ke meja." Jawab Nata.
Mereka berdua bergandengan tangan terus menerus sehingga 2 orang yang menganggap mereka memiliki hubungan spesial.
"Kak tolong ambilkan makanan." Ucap keempatnya bersamaan sambil menyerahkan piring mereka kepada Nata.
Nata yang melihat itu merasa bingung, piring mana yang harus ia ambil terlebih dahulu, jika ia mengambil salah satu dari piring tersebut maka sisanya pasti akan ngambek.
"Kalian berempat sudah besar, jadi ambil makanan masing-masing." Jawab Nata sambil geleng-geleng kepala, ia rasa itu adalah keputusan yang paling benar yang ia ambil.
__ADS_1
"Reno, kamu hari ini berulang tahun bukannya semakin dewasa, mala menjadi semakin manja, ingat umur." Kesal Nelly kepada putranya.
Akhirnya keempatnya pun makan dengan wajah yang ditekuk sedangkan yang lain hanya geleng-geleng kepala, mereka rasa sifat manja tempatnya harus segera dihilangkan karena mereka sudah besar.
"Sayang bagaimana dengan sekolah kamu ?" Tanya Zena kepada Nata.
"Ehm sekolah baik-baik saja, di sekolah Nata juga tidak ada masalah sama sekali, karena memang sudah satu sekolah dengan mereka berempat." Jawab Nata sambil tersenyum.
"Tapi..." Lanjut Nata lagi.
"Tapi apa ?" Potong Zena yang memang kurang sabar.
"Tapi banyak yang nggak mau temenan sama Nata gara-gara mereka berempat." Kesal Nata sambil cemberut.
Keempat yang mendengar itu tersendak karena kaget, beda halnya dengan para orang tua yang sudah melotot.
"Memangnya mereka kenapa ?" Tanya Dennis kepada Nata.
"Mereka terlalu over protektif, syukur syukur ada Rendi dan juga Raisa yang mau temanan dekat sama Nata." Aduh Nata sambil memasang wajah cemberut.
"Bukan seperti itu .." Banta keempatnya yang langsung terdiam karena melihat pelototan dari ibu-ibu.
"Mungkin saja mereka seperti itu, karena tidak mau Nata salah dalam memilih teman, jadi mereka sangat over kepada Nata." Bela Reza karena merada apa yang dilakukan putranya dan ketiga remaja pria itu memang ada benarnya.
"Tapi tidak seperti itu juga." Jawab Zena yang kesal.
Akhirnya sepanjang malam mereka terus terus-menerus berdebat mengenai tingkah laku Lio, Reno, Endi dan El.
Kenapa pada malam hari itu terlihat sangat senang karena dengan begitu mungkin ia akan sedikit bebas, tapi tidak ada yang mengetahui bagaimana kedepannya.
Orang tua tidak ada henti-hentinya untuk menasehati purta mereka dengan Lio, ke-empatnya hanya mengangguk pasrah, mereka tidak akan mungkin untuk menang berdebat dengan para ibu-ibu, meskipun sudah dibantu oleh bapak-bapak.
__ADS_1
"Baiklah baiklah, memang pada dasarnya perempuan selalu menganggap mereka benar 100%, dan laki-laki akan selalu salah dan mengalah." Batin para pria.