Anak Yang Dibuang

Anak Yang Dibuang
Eps 81 ~ Gerald Birthday III


__ADS_3

TODAY AKU UP SATU SAJA KEMUNGKINAN BESAR, TAPI BESOK AKU BAKALAN UP LEBIH DARI LIMA EPS DAN PEREPSNYA AKAN DI PANJANGKAN, ASALKAN YANG VOTE MALAM INI BANYAK HEHE.


*MAAF YAH SEMUA, AKU BUKAN GA MAU UP ATAU MENGHIBUR KALIAN, TAPI SEKARANG AKU UDAH KEMBALI SEKOLAH, SEKOLAH AKU MULTIMEDIA DESIGN JADI TUGASNYA LEBIH BERAT, KALAU MUNGKIN AJA KALIAN NYATAT NYARI GOOGLE SELESAI, AKU TIDAK SEPERTI ITU KARNA BANYAK BANGET TUGASNYA, JADI WAKTU BUAT NULIS JADI KEPOTONG, AKU SELALU USAHAIN KOK GAES, TAPI AKU JUGA MIKIR KALAU AKU PAKSAIN DAN HASILNYA MALA KALIAN GA SUKA KAN SAMA AJA NIHIL, HEHE MAAF YAH JADI PANJANG OPENINGNYA.


**JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE SELAMAT MENIKMATI, LUV U ALL :3***


Gerald memperhatikan perdebatan antara sahabat lamanya dan juga orang yang baru saja ia kenal, Apakah mereka sudah saling kenal sebelumnya itulah yang dipikirkan Gerald saat ini, Gerald cukup heran melihat mereka bertengkar sepertinya Nata tidak menyukai sahabatnya itu.


"Hei, kenapa kalian jadi bertengkar seperti ini, apakah kalian memiliki masalah sebelumnya ?" Tanya Gerald sambil memijat pelipisnya.


"Gerald apa dia adalah temanmu ?" Tanya Nata sekarang beralih kepada Gerald.


"Tentu saja, ini Mario sahabat kecilku, apakah kamu memiliki masalah yang serius dengannya ?" Tanya balik Gerald kepada Nata dan menatap sekilas kepada temannya Mario.

__ADS_1


"Cih, kenapa kenapa coba Gerald mau berteman dengan orang seperti dia, sungguh sangat menyebalkan." Batin Nata menatap sengit kepada pelaku yang diketahui bernama Mario.


Merio balas menatap Nata dengan tatapan yang tak bisa untuk di artikan oleh Nata, tetapi Gerald yang tidak sengaja melihat tatapan Mariopun mengerti.


Tampaknya Mario merasa tertarik dengan Nata, Gerald tahu sahabat memiliki sifat yang sama persis dengan dirinya sulit ntuk nyaman atau tertarik terhadap Nata.


Pesta berlangsung dengan begitu meriah, banyak saudara dan juga teman-teman serta rekan bisnis yang hadir di acara pesta ulang tahun Gerald yang ke-21, Nata mendapat beberapa teman atau kenalan baru, Gerald perkenalkan Nata kepada keluarga besarnya, teman-temannya dan juga kepada rekan bisnisnya.


Tidak hanya satu atau dua orang saja yang menggoda keduanya, karena kedua orang tersebut terlihat seperti sepasang kekasih, Nata yang begitu sabar dan juga telaten menemani Gerald di pesta tersebut mencuri perhatian banyak orang bukan hanya dari keluarga tetapi rekan bisnis Gerald juga merasa Gerald dan Nata memiliki kemiripan.


"Tidak usah sungkan seperti itu Gerald, aku sama sekali tidak merasa kerepotan, aku senang bisa membantumu meskipun dengan hal yang kecil." Jawab Nata sambil tersenyum kecil, ini udah untuk kesekian kalinya Gerald berterima kasih pada dirinya.


"Kamu memang gadis yang sangat baik Nata, aku sangat sangat berharap kamu akan mendapat pendamping hidup yang baik dan tepat, aku juga selalu berdoa semoga kamu dan Lio selalu bahagia." Batin Gerald dengan senyum tipisnya.

__ADS_1


Tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya mereka sampai di apartemen Nata, karena hanya berbeda beberapa bilik saja Nata dan Gerald masuk secara bersamaan ke dalam apartemen mereka masing-masing.


Ketika Nata masuk ke dalam apartemen ia bisa melihat jika bi Ina sedang tertidur di sofa, mungkin saja bi Ina terlalu menikmati film sehingga ia ketiduran di sofa.


Nata secara lembut membangun bi Ina.


"Bi, bi." Ucap Nata dengan suara yang sangat lembut.


"Bi Ina." Sekali lagi Nata mencoba untuk membangunkan bi Ina.


Bi Ina mengerjap mata ia tampak sadar dari tidur pulas nya, ketika iya berhasil membuka matanya 100%, ia dapat melihat jika Nata sudah berada di hadapannya.


"Maaf yah bi kalau Nata menggangu tidur bibi, tapi sebaiknya bibi beristirahat di kamar saja." Ucap Nata dengan senyumnya.

__ADS_1


"Maaf yah non, bibi jadi ketiduran." Jawab bi Ina tidak lupa membalas senyuman dari Nata.


Sebenarnya Nata tidak berniat untuk membangunkan bi Ina, tetapi ia rasa bi Ina tertidur dalam posisi yang tidak nyaman sehingga ia memutuskan untuk membangunkan bi Ina dan meminta pindah ke kamar saja.


__ADS_2